<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Kumpulkan Menteri-Menteri Ekonomi, Bahas BBM Subsidi</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka rapat terbatas dengan sejumlah menteri ekonomi di kantornya pagi ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/10/30/20/1058769/jokowi-kumpulkan-menteri-menteri-ekonomi-bahas-bbm-subsidi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/10/30/20/1058769/jokowi-kumpulkan-menteri-menteri-ekonomi-bahas-bbm-subsidi"/><item><title>Jokowi Kumpulkan Menteri-Menteri Ekonomi, Bahas BBM Subsidi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/10/30/20/1058769/jokowi-kumpulkan-menteri-menteri-ekonomi-bahas-bbm-subsidi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/10/30/20/1058769/jokowi-kumpulkan-menteri-menteri-ekonomi-bahas-bbm-subsidi</guid><pubDate>Kamis 30 Oktober 2014 10:16 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/10/30/20/1058769/jokowi-kumpulkan-menteri-menteri-ekonomi-bahas-bbm-subsidi-yQOS5RiJIk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi Kumpulkan Menteri-Menteri Ekonomi, Bahas BBM Subsidi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/10/30/20/1058769/jokowi-kumpulkan-menteri-menteri-ekonomi-bahas-bbm-subsidi-yQOS5RiJIk.jpg</image><title>Jokowi Kumpulkan Menteri-Menteri Ekonomi, Bahas BBM Subsidi (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka rapat terbatas dengan sejumlah menteri ekonomi di kantornya pagi ini. Dalam rapat tersebut Jokowi akan membahas beberapa permasalahan ekonomi, termasuk soal subsidi BBM.

&amp;ldquo;Hari ini kita akan membahas perihal subsidi, pembiayaan, dan menumbuhkan optimisme pasar,&amp;rdquo; katanya di Istana, Jakarta, Kamis (30/10/2014).

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/26/16899/105252_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Jokowi menambahkan, dalam rapat juga akan dibahas terkait dengan perpajakan terutama dilihat dari potensinya.

&amp;ldquo;Kita hitung hal-hal yang berkaitan dengan perpajakan ternyata dari segi potensi masih sangat besar sekali peluangnya. Sehingga itulah yang harus kita kerjakan,&amp;rdquo; jelasnya.

Jokowi menambahkan, jika dilihat rasio sepuluh tahun terakhir, maka kenaikan hanya naik 0,1 persen sejak 2005-2013. Penerimaan pajak tidak pernah tercapai.

Kemudian juga tax coverage rasio, hanya 53 persen dan PPN yang paling potensial hanya 50 persen.

&amp;ldquo;Angka-angka ini harus kita cermati, sehingga penerimaan negara saya optimistis bisa kita tingkatkan,&amp;rdquo; tambah dia.

&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNC8xMC8yOC8yMi81NjYxNi8zODYxOTE1ODg0MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

Kemudian juga hal yang perlu kita ketahui bersama total wajib pajak ada 24 juta, dan yang menyampaikan SPT hanya 17 juta, dan hanya 10 juta atau 60 persen.
</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka rapat terbatas dengan sejumlah menteri ekonomi di kantornya pagi ini. Dalam rapat tersebut Jokowi akan membahas beberapa permasalahan ekonomi, termasuk soal subsidi BBM.

&amp;ldquo;Hari ini kita akan membahas perihal subsidi, pembiayaan, dan menumbuhkan optimisme pasar,&amp;rdquo; katanya di Istana, Jakarta, Kamis (30/10/2014).

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/26/16899/105252_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Jokowi menambahkan, dalam rapat juga akan dibahas terkait dengan perpajakan terutama dilihat dari potensinya.

&amp;ldquo;Kita hitung hal-hal yang berkaitan dengan perpajakan ternyata dari segi potensi masih sangat besar sekali peluangnya. Sehingga itulah yang harus kita kerjakan,&amp;rdquo; jelasnya.

Jokowi menambahkan, jika dilihat rasio sepuluh tahun terakhir, maka kenaikan hanya naik 0,1 persen sejak 2005-2013. Penerimaan pajak tidak pernah tercapai.

Kemudian juga tax coverage rasio, hanya 53 persen dan PPN yang paling potensial hanya 50 persen.

&amp;ldquo;Angka-angka ini harus kita cermati, sehingga penerimaan negara saya optimistis bisa kita tingkatkan,&amp;rdquo; tambah dia.

&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNC8xMC8yOC8yMi81NjYxNi8zODYxOTE1ODg0MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

Kemudian juga hal yang perlu kita ketahui bersama total wajib pajak ada 24 juta, dan yang menyampaikan SPT hanya 17 juta, dan hanya 10 juta atau 60 persen.
</content:encoded></item></channel></rss>
