<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Resmi Luncurkan Tiga Kartu Sakti</title><description>Presiden Jokowi beserta jajaran menteri-menterinya  meresmikan tiga program kartu sakti.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/11/03/320/1060327/jokowi-resmi-luncurkan-tiga-kartu-sakti</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/11/03/320/1060327/jokowi-resmi-luncurkan-tiga-kartu-sakti"/><item><title>Jokowi Resmi Luncurkan Tiga Kartu Sakti</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/11/03/320/1060327/jokowi-resmi-luncurkan-tiga-kartu-sakti</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/11/03/320/1060327/jokowi-resmi-luncurkan-tiga-kartu-sakti</guid><pubDate>Senin 03 November 2014 12:37 WIB</pubDate><dc:creator>Meutia Febrina Anugrah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/11/03/320/1060327/jokowi-resmi-luncurkan-tiga-kartu-sakti-z239PlpTDv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Terpilih Joko Widodo. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/11/03/320/1060327/jokowi-resmi-luncurkan-tiga-kartu-sakti-z239PlpTDv.jpg</image><title>Presiden Terpilih Joko Widodo. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta jajaran menteri-menterinya meresmikan program Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Keluarga Sejahtera. Kartu tersebut, akan digunakan sebagai uang elektronik untuk mengambil bantuan sosial dari pemerintah.

Peresmian tersebut, juga dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo, Mendikbud Anies Baswedan, Dirut PT Bank Mandiri Budi G Sadikin, Dirut BPJS Elvyn G Masassya, Dirut PT Pos Budi Setiawan, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

Pemerintah secara bertahap akan membagikan 15,5 juta kartu kepada keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia. Untuk tahapan pertama, penukaran kartu perlindungan sosial menjadi Kartu Keluarga sejahtera sebanyak 150.

&quot;Keseluruhan program tersebut merupakan era baru dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat kurang mampu, yaitu melalui kegiatan produktif berupa rekening simpanan, keberlanjutan pendidikan anak, serta pemberian jaminan kesehatan,&quot; kata Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2), Bambang Widianto di Kantor Pos, Jakarta, Senin (3/11/2014).

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/04/24/14359/90407_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Dia menambahkan, penggunaan simpanan tersebut akan dilakukan dalam bentuk Layanan Keuangan Digital (LKD), yakni uang elektronik. Dengan demikian, maka LKD tidak perlu melalui bank.

&quot;Melalui LKD masyarakat tidak lagi dibatasi oleh keberadaan bank atau ATM. Mereka bisa mengirim dana lewat ponsel, mengambil uang tunai melalui agen yang ditunjuk oleh bank yang menyimpan dana mereka,&quot; tutup Bambang.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta jajaran menteri-menterinya meresmikan program Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Keluarga Sejahtera. Kartu tersebut, akan digunakan sebagai uang elektronik untuk mengambil bantuan sosial dari pemerintah.

Peresmian tersebut, juga dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo, Mendikbud Anies Baswedan, Dirut PT Bank Mandiri Budi G Sadikin, Dirut BPJS Elvyn G Masassya, Dirut PT Pos Budi Setiawan, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

Pemerintah secara bertahap akan membagikan 15,5 juta kartu kepada keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia. Untuk tahapan pertama, penukaran kartu perlindungan sosial menjadi Kartu Keluarga sejahtera sebanyak 150.

&quot;Keseluruhan program tersebut merupakan era baru dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat kurang mampu, yaitu melalui kegiatan produktif berupa rekening simpanan, keberlanjutan pendidikan anak, serta pemberian jaminan kesehatan,&quot; kata Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2), Bambang Widianto di Kantor Pos, Jakarta, Senin (3/11/2014).

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/04/24/14359/90407_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Dia menambahkan, penggunaan simpanan tersebut akan dilakukan dalam bentuk Layanan Keuangan Digital (LKD), yakni uang elektronik. Dengan demikian, maka LKD tidak perlu melalui bank.

&quot;Melalui LKD masyarakat tidak lagi dibatasi oleh keberadaan bank atau ATM. Mereka bisa mengirim dana lewat ponsel, mengambil uang tunai melalui agen yang ditunjuk oleh bank yang menyimpan dana mereka,&quot; tutup Bambang.</content:encoded></item></channel></rss>
