<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi: Indonesia Terjebak Subsidi BBM</title><description>Permasalahan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah menjadi akar masalah bangsa ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/11/07/20/1062218/jokowi-indonesia-terjebak-subsidi-bbm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/11/07/20/1062218/jokowi-indonesia-terjebak-subsidi-bbm"/><item><title>Jokowi: Indonesia Terjebak Subsidi BBM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/11/07/20/1062218/jokowi-indonesia-terjebak-subsidi-bbm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/11/07/20/1062218/jokowi-indonesia-terjebak-subsidi-bbm</guid><pubDate>Jum'at 07 November 2014 09:58 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/11/07/20/1062218/jokowi-indonesia-terjebak-subsidi-bbm-ZOk20rWCQ9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi: Indonesia Terjebak Subsidi BBM (Presiden Jokowi: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/11/07/20/1062218/jokowi-indonesia-terjebak-subsidi-bbm-ZOk20rWCQ9.jpg</image><title>Jokowi: Indonesia Terjebak Subsidi BBM (Presiden Jokowi: Okezone)</title></images><description>

 
&amp;nbsp;
 
JAKARTA - Permasalahan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah menjadi akar masalah bangsa ini. Karena dengan pemberian ini subsidi BBM secara besar, membuat tidak adanya pembangunan infrastruktur dalam negeri.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, bangsa Indonesia selama lima tahun ini sudah terjebak dengan besarnya subsidi BBM. Apalagi harga BBM subsidi cukup murah dibandingkan negara lain.

&quot;Berkaitan dengan rencana ke depan, saya berikan gambaran dengan keborosan kita, yang pertama perlu disampaikan, saya ingin berikan gambaran, dalam lima tahun belakangan ini kita boros karena terjebak subsidi  BBM,&quot; kata Jokowi di Hotel Four Season, Jakarta, Jumat (7/11/2014).
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/12/16684/104033_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Tercatat, dalam lima tahun belakangan ini, anggaran subsidi BBM lebih besar dari anggaran lainnya. Anggaran subsidi BBM sebesar Rp714 triliun, anggaran kesehatan hanya Rp220 triliun sedangkan untuk anggaran infrastruktur Rp574 triliun.

Disisi lain, besarnya anggaran subsidi BBM ini membuat defisit neraca transaksi berjalan dan perdagangan. Namun, Jokowi optimistis permasalahan ini akan bisa diselesaikan. &quot;Ini bisa diselesaikan kalau kita bergerak sama-sama,&quot; tukasnya.
</description><content:encoded>

 
&amp;nbsp;
 
JAKARTA - Permasalahan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah menjadi akar masalah bangsa ini. Karena dengan pemberian ini subsidi BBM secara besar, membuat tidak adanya pembangunan infrastruktur dalam negeri.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, bangsa Indonesia selama lima tahun ini sudah terjebak dengan besarnya subsidi BBM. Apalagi harga BBM subsidi cukup murah dibandingkan negara lain.

&quot;Berkaitan dengan rencana ke depan, saya berikan gambaran dengan keborosan kita, yang pertama perlu disampaikan, saya ingin berikan gambaran, dalam lima tahun belakangan ini kita boros karena terjebak subsidi  BBM,&quot; kata Jokowi di Hotel Four Season, Jakarta, Jumat (7/11/2014).
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/12/16684/104033_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Tercatat, dalam lima tahun belakangan ini, anggaran subsidi BBM lebih besar dari anggaran lainnya. Anggaran subsidi BBM sebesar Rp714 triliun, anggaran kesehatan hanya Rp220 triliun sedangkan untuk anggaran infrastruktur Rp574 triliun.

Disisi lain, besarnya anggaran subsidi BBM ini membuat defisit neraca transaksi berjalan dan perdagangan. Namun, Jokowi optimistis permasalahan ini akan bisa diselesaikan. &quot;Ini bisa diselesaikan kalau kita bergerak sama-sama,&quot; tukasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
