<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banyak Nelayan Jual Solar Bersubsidi di Warung</title><description>Banyak nelayan masih menjual solar di warung Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Pasir, Tangerang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/11/11/19/1063915/banyak-nelayan-jual-solar-bersubsidi-di-warung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/11/11/19/1063915/banyak-nelayan-jual-solar-bersubsidi-di-warung"/><item><title>Banyak Nelayan Jual Solar Bersubsidi di Warung</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/11/11/19/1063915/banyak-nelayan-jual-solar-bersubsidi-di-warung</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/11/11/19/1063915/banyak-nelayan-jual-solar-bersubsidi-di-warung</guid><pubDate>Selasa 11 November 2014 14:22 WIB</pubDate><dc:creator>Meutia Febrina Anugrah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/11/11/19/1063915/banyak-nelayan-jual-solar-bersubsidi-di-warung-7zCnOs2hKX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penjualan solar. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/11/11/19/1063915/banyak-nelayan-jual-solar-bersubsidi-di-warung-7zCnOs2hKX.jpg</image><title>Penjualan solar. (Foto: Okezone)</title></images><description>TANGERANG - Banyak nelayan masih menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Pasir, Tangerang. Penjualan soal tersebut, dilakukan para nelayan lewat warung-warung darurat.

&quot;Banyak yang jual. Kalau solar di sini habis kadang-kadang pada jual,&quot; kata salah seorang nelayan, Kusmo, kepada Okezone di sela-sela kunjungan kerja Pertamina, Selasa (11/11/214).

Kusmo menyebutkan, tidak hanya satu warung saja yang menjajakan solar bersubsidi ini. &quot;Kira-kira ada empat atau lima warunglah yang jual solar subsidi secara ecer. Dan harganya pun tidak beda jauh. Kalau di SPBN Rp5.600 per liter, kalau di warung Rp6.500 per liter,&quot; ungkapnya.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/08/02/15740/98684_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Namun, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya tidak mengakui adanya penjualan solar tersebut. Menurut Hanung, dia sudah mengawasi dengan ketat semua prosesnya. &quot;Kalau itu enggak benar. Saya pikir pengawasan di sini ketat, enggak mungkin,&quot; kata dia.

Senada, Ketua KUD Nelayan Minadarma, Sukahardi, juga mengelak ketika dikonfirmasi. Dia berdalih solar-solar tersebut memang milik para nelayan. &quot;Karena kalau nelayan enggak minta, kita enggak sediakan,&quot; tukas dia.
</description><content:encoded>TANGERANG - Banyak nelayan masih menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Pasir, Tangerang. Penjualan soal tersebut, dilakukan para nelayan lewat warung-warung darurat.

&quot;Banyak yang jual. Kalau solar di sini habis kadang-kadang pada jual,&quot; kata salah seorang nelayan, Kusmo, kepada Okezone di sela-sela kunjungan kerja Pertamina, Selasa (11/11/214).

Kusmo menyebutkan, tidak hanya satu warung saja yang menjajakan solar bersubsidi ini. &quot;Kira-kira ada empat atau lima warunglah yang jual solar subsidi secara ecer. Dan harganya pun tidak beda jauh. Kalau di SPBN Rp5.600 per liter, kalau di warung Rp6.500 per liter,&quot; ungkapnya.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/08/02/15740/98684_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Namun, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya tidak mengakui adanya penjualan solar tersebut. Menurut Hanung, dia sudah mengawasi dengan ketat semua prosesnya. &quot;Kalau itu enggak benar. Saya pikir pengawasan di sini ketat, enggak mungkin,&quot; kata dia.

Senada, Ketua KUD Nelayan Minadarma, Sukahardi, juga mengelak ketika dikonfirmasi. Dia berdalih solar-solar tersebut memang milik para nelayan. &quot;Karena kalau nelayan enggak minta, kita enggak sediakan,&quot; tukas dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
