<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenaikan BBM Hanya Beratkan Ongkos Logistik Industri</title><description>Kenaikan harga BBM tidak akan memberatkan produksi industri padat karya, hanya saja ongkos industri dipastikan lebih mahal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/11/11/20/1063874/kenaikan-bbm-hanya-beratkan-ongkos-logistik-industri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/11/11/20/1063874/kenaikan-bbm-hanya-beratkan-ongkos-logistik-industri"/><item><title>Kenaikan BBM Hanya Beratkan Ongkos Logistik Industri</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/11/11/20/1063874/kenaikan-bbm-hanya-beratkan-ongkos-logistik-industri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/11/11/20/1063874/kenaikan-bbm-hanya-beratkan-ongkos-logistik-industri</guid><pubDate>Selasa 11 November 2014 13:33 WIB</pubDate><dc:creator>Prabawati Sriningrum </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/11/11/20/1063874/kenaikan-bbm-hanya-beratkan-ongkos-logistik-industri-dJJzNvV4zy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi SPBU milik Pertamina. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/11/11/20/1063874/kenaikan-bbm-hanya-beratkan-ongkos-logistik-industri-dJJzNvV4zy.jpg</image><title>Ilustrasi SPBU milik Pertamina. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Rencana Pemerintah untuk menaikkan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam waktu dekat dianggap tidak terlalu berpengaruh terhadap sektor industri. Pasalnya, industri sudah menggunakan BBM non-subsidi.

Menteri Perindustrian Saleh Husin menjelaskan, ongkos produksi industri-industri besar tidak akan terpengaruh secara langsung dengan adanya kenaikan BBM bersubsidi ini. Namun, dia membenarkan kenaikan harga BBM akan mengerek ongkos produksi.

&quot;Sebenarnya industri itu enggak terlalu berpengaruh besar pada kenaikan BBM. Hanya ada masalah di logistik,&quot; kata dia usai Rapat Koordinasi dengan Menteri Perekonomian Koordinator Maritim dan Menteri Keuangan di Kemenperin, Jakarta, Selasa (11/11/2014).

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/12/16684/104032_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Lebih lanjut dia menjelaskan, kenaikan harga BBM bersubsidi tidak akan terlalu berdampak secara signifikan, meskipun ada beberapa kenaikan. &quot;Kalau pun berpengaruh hanya sekitar keseluruhan 3-4 persen bagi industri padat karya,&quot; ungkapnya.

Selain itu, dia mengungkapkan penyelewengan BBM bagi sektor industri kelautan dan perikanan masih diproses kementerian terkait. Pasalnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan hendak menghapuskan subsidi bagi nelayan. &quot;Di kementerian sana (Kelautan dan Perikanan), yang akan mengurus,&quot; tukas dia.
</description><content:encoded>JAKARTA - Rencana Pemerintah untuk menaikkan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam waktu dekat dianggap tidak terlalu berpengaruh terhadap sektor industri. Pasalnya, industri sudah menggunakan BBM non-subsidi.

Menteri Perindustrian Saleh Husin menjelaskan, ongkos produksi industri-industri besar tidak akan terpengaruh secara langsung dengan adanya kenaikan BBM bersubsidi ini. Namun, dia membenarkan kenaikan harga BBM akan mengerek ongkos produksi.

&quot;Sebenarnya industri itu enggak terlalu berpengaruh besar pada kenaikan BBM. Hanya ada masalah di logistik,&quot; kata dia usai Rapat Koordinasi dengan Menteri Perekonomian Koordinator Maritim dan Menteri Keuangan di Kemenperin, Jakarta, Selasa (11/11/2014).

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/12/16684/104032_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Lebih lanjut dia menjelaskan, kenaikan harga BBM bersubsidi tidak akan terlalu berdampak secara signifikan, meskipun ada beberapa kenaikan. &quot;Kalau pun berpengaruh hanya sekitar keseluruhan 3-4 persen bagi industri padat karya,&quot; ungkapnya.

Selain itu, dia mengungkapkan penyelewengan BBM bagi sektor industri kelautan dan perikanan masih diproses kementerian terkait. Pasalnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan hendak menghapuskan subsidi bagi nelayan. &quot;Di kementerian sana (Kelautan dan Perikanan), yang akan mengurus,&quot; tukas dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
