<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Bahan Bangunan Naik, Laju Pasar Residensial Melambat</title><description>Kenaikan harga bahan bangunan disertai kenaikan upah pekerja membuat pasar residensial menurun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/11/12/470/1064321/harga-bahan-bangunan-naik-laju-pasar-residensial-melambat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/11/12/470/1064321/harga-bahan-bangunan-naik-laju-pasar-residensial-melambat"/><item><title>Harga Bahan Bangunan Naik, Laju Pasar Residensial Melambat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/11/12/470/1064321/harga-bahan-bangunan-naik-laju-pasar-residensial-melambat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/11/12/470/1064321/harga-bahan-bangunan-naik-laju-pasar-residensial-melambat</guid><pubDate>Rabu 12 November 2014 11:29 WIB</pubDate><dc:creator>Danang Sugianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/11/12/470/1064321/harga-bahan-bangunan-naik-laju-pasar-residensial-melambat-4HxKMKKQyZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi rumah. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/11/12/470/1064321/harga-bahan-bangunan-naik-laju-pasar-residensial-melambat-4HxKMKKQyZ.jpg</image><title>Ilustrasi rumah. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA -  Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia (BI) menunjukkan adanya perlambatan dalam laju harga properti baik secara triwulan maupun tahunan. Penurunan, disebabkan adanya peningkat harga di beberapa sektor.

Melansir keterangan tertulis BI, Rabu (12/11/2014), ada beberapa faktor yang diperkirakan menjadi penyebab lambatnya kenaikan harga properti rumah. Di antaranya adalah karena kenaikan harga bahan bangunan disertai kenaikan upah pekerja.

Secara triwulan indeks harga rumah hanya tumbuh 1,46 persen, lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 1,69 persen. Sedangkan secara tahunan. hanya tumbuh 6,53 persen, lebih rendah bila dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 7,40 persen.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/11/04/17047/106193_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Pengembangan properti

Berdasarkan faktor tersebut, tekanan kenaikan harga yang melambat diperkirakan masih akan berlanjut sampai triwulan IV tahun. Perlambatan tersebut akan lebih berdampak pada rumah tipe kecil.

Sementara itu, berdasarkan wilayah, Makasar tercatat mengalami perlambatan harga tertinggi, terutama untuk tipe menengah.
</description><content:encoded>JAKARTA -  Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia (BI) menunjukkan adanya perlambatan dalam laju harga properti baik secara triwulan maupun tahunan. Penurunan, disebabkan adanya peningkat harga di beberapa sektor.

Melansir keterangan tertulis BI, Rabu (12/11/2014), ada beberapa faktor yang diperkirakan menjadi penyebab lambatnya kenaikan harga properti rumah. Di antaranya adalah karena kenaikan harga bahan bangunan disertai kenaikan upah pekerja.

Secara triwulan indeks harga rumah hanya tumbuh 1,46 persen, lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 1,69 persen. Sedangkan secara tahunan. hanya tumbuh 6,53 persen, lebih rendah bila dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 7,40 persen.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/11/04/17047/106193_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Pengembangan properti

Berdasarkan faktor tersebut, tekanan kenaikan harga yang melambat diperkirakan masih akan berlanjut sampai triwulan IV tahun. Perlambatan tersebut akan lebih berdampak pada rumah tipe kecil.

Sementara itu, berdasarkan wilayah, Makasar tercatat mengalami perlambatan harga tertinggi, terutama untuk tipe menengah.
</content:encoded></item></channel></rss>
