<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alasan Subsidi BBM Harus Segera Dicabut</title><description>Subsidi bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia harus segera dicabut&amp;nbsp; karena Indonesia merupakan negara yang paling boros subsidi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/11/13/19/1065042/alasan-subsidi-bbm-harus-segera-dicabut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/11/13/19/1065042/alasan-subsidi-bbm-harus-segera-dicabut"/><item><title>Alasan Subsidi BBM Harus Segera Dicabut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/11/13/19/1065042/alasan-subsidi-bbm-harus-segera-dicabut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/11/13/19/1065042/alasan-subsidi-bbm-harus-segera-dicabut</guid><pubDate>Kamis 13 November 2014 16:00 WIB</pubDate><dc:creator>Meutia Febrina Anugrah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/11/13/19/1065042/alasan-subsidi-bbm-harus-segera-dicabut-R1UMoxyOFY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Alasan Subsidi BBM Harus Segera Dicabut (Ilustrasi: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/11/13/19/1065042/alasan-subsidi-bbm-harus-segera-dicabut-R1UMoxyOFY.jpg</image><title>Alasan Subsidi BBM Harus Segera Dicabut (Ilustrasi: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Subsidi bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia harus segera dicabut. Namun, hingga kini pemerintah belum menunjukkan tanda-tanda akan dicabutnya subsidi bbm tersebut.
&amp;nbsp;

Menurut Direktur Riset Katadata Heri Susanto ada beberapa alasan mengapa subsidi BBM harus segera dicabut, sekaligus mengakhiri era BBM murah.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/08/26/16031/100385_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Pertama,dibanding negara Asia lainnya, Indonesia merupakan negara yang paling boros subsidi,&quot; kata dia dalam diskusi yang bertema &quot;Arah Kebijakan Subsidi BBM Pemerintahan Baru&quot; di Warung Daun Cikini, Jakarta, Kamis (13/11/2014).
Heri menyebut, 19 persen APBN Indonesia digunakan untuk subsidi energi. Itu merupakan suatu pemborosan.  Yang kedua adalah murahnya harga BBM membuat konsumsinya menjadi meningkat. Akibatnya, terjadi defisit pada neraca pembayaran.
&quot;Konsumsi yang meningkat ini tidak dibarengi dengan produksi. Akibatnya kita harus impor bbm, dan menyebabkan neraca perdagangan kita menjadi defisit,&quot; ungkapnya.
Alasan yang ketiga adalah harusnya masyarakat mulai menyadari Indonesia bukanlah negara yang kaya minyak. Cadangan minyak di Indonesia saat ini hanya 3,7 miliar barel. Dengan produksi rata-rata 800 ribu barel per hari, cadangan tersebut hanya cukup untuk 12 tahun.
&quot;Alasan selanjutnya adalah penyaluran BBM bersubsidi saat ini tidak tepat. Lebih dari 53 persen dari total subsidi BBM Rp210 triliun pada 2013 dinikmati oleh kendaraan pribadi,&quot; ungkapnya.
Dan alasan yang terakhir adalah Indonesia saat ini bukan lagi negara net eksportir minyak, melainkan net importir minyak.
&quot;Ini bisa dilihat dari produksi minyak yang terus menurun dan konsumsi melonjak,&quot; tutup dia.
</description><content:encoded>JAKARTA - Subsidi bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia harus segera dicabut. Namun, hingga kini pemerintah belum menunjukkan tanda-tanda akan dicabutnya subsidi bbm tersebut.
&amp;nbsp;

Menurut Direktur Riset Katadata Heri Susanto ada beberapa alasan mengapa subsidi BBM harus segera dicabut, sekaligus mengakhiri era BBM murah.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/08/26/16031/100385_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Pertama,dibanding negara Asia lainnya, Indonesia merupakan negara yang paling boros subsidi,&quot; kata dia dalam diskusi yang bertema &quot;Arah Kebijakan Subsidi BBM Pemerintahan Baru&quot; di Warung Daun Cikini, Jakarta, Kamis (13/11/2014).
Heri menyebut, 19 persen APBN Indonesia digunakan untuk subsidi energi. Itu merupakan suatu pemborosan.  Yang kedua adalah murahnya harga BBM membuat konsumsinya menjadi meningkat. Akibatnya, terjadi defisit pada neraca pembayaran.
&quot;Konsumsi yang meningkat ini tidak dibarengi dengan produksi. Akibatnya kita harus impor bbm, dan menyebabkan neraca perdagangan kita menjadi defisit,&quot; ungkapnya.
Alasan yang ketiga adalah harusnya masyarakat mulai menyadari Indonesia bukanlah negara yang kaya minyak. Cadangan minyak di Indonesia saat ini hanya 3,7 miliar barel. Dengan produksi rata-rata 800 ribu barel per hari, cadangan tersebut hanya cukup untuk 12 tahun.
&quot;Alasan selanjutnya adalah penyaluran BBM bersubsidi saat ini tidak tepat. Lebih dari 53 persen dari total subsidi BBM Rp210 triliun pada 2013 dinikmati oleh kendaraan pribadi,&quot; ungkapnya.
Dan alasan yang terakhir adalah Indonesia saat ini bukan lagi negara net eksportir minyak, melainkan net importir minyak.
&quot;Ini bisa dilihat dari produksi minyak yang terus menurun dan konsumsi melonjak,&quot; tutup dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
