<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Daripada Naikkan Harga BBM, Lebih Baik Nasionalisasi Perusahaan Asing</title><description>Rencana pemerintah untuk mencabut subsidi BBM dinilai akibat adanya kepentingan pasar internasional.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/11/16/19/1066160/daripada-naikkan-harga-bbm-lebih-baik-nasionalisasi-perusahaan-asing</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/11/16/19/1066160/daripada-naikkan-harga-bbm-lebih-baik-nasionalisasi-perusahaan-asing"/><item><title>Daripada Naikkan Harga BBM, Lebih Baik Nasionalisasi Perusahaan Asing</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/11/16/19/1066160/daripada-naikkan-harga-bbm-lebih-baik-nasionalisasi-perusahaan-asing</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/11/16/19/1066160/daripada-naikkan-harga-bbm-lebih-baik-nasionalisasi-perusahaan-asing</guid><pubDate>Minggu 16 November 2014 13:49 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/11/16/19/1066160/daripada-naikkan-harga-bbm-lebih-baik-nasionalisasi-perusahaan-asing-rvSUM6KOSN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Daripada Naikkan Harga BBM, Lebih Baik Nasionalisasi Perusahaan Asing. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/11/16/19/1066160/daripada-naikkan-harga-bbm-lebih-baik-nasionalisasi-perusahaan-asing-rvSUM6KOSN.jpg</image><title>Daripada Naikkan Harga BBM, Lebih Baik Nasionalisasi Perusahaan Asing. (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Rencana pemerintah untuk mencabut subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) disebut lantaran adanya kepentingan pasar internasional.
&quot;Karena kepentingan pasar, ingin Indonesia cabut subsidi BBM. Kenapa? Karena energi komoditas sangat vital,&quot; ujar Peneliti Senior Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo, dalam diskusi bertajuk Menjawanb Rencana Kenaikan BBM di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (16/11/2014).
Dia menilai, ketimbang mencabut subsidi BBM, pemerintah sebaiknya melakukan nasionalisasi perusahaan-perusahaan asing, terutama yang bewrgerak di bidang migas.
&quot;Perlu ada nasionalisasi modern perusahaan asing. Kalau dulu kita menguasai pabrik, menguasai sumber daya yang ada. Sekarang waktunya perushaan asing harus dikuasai,&quot; terangnya.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNC8xMS8xNC8yMi81NzE4NS8zODkxMjU3NTA2MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Lantas, bagaimana cara nasionalisasi modern yang dimaksudnya? &quot;Seperti Julio chavez di Venezuela. Dia paksa perusahaan Spanyol dijual ke Venezuela. Kalau tidak mau silakan keluar dari Venezuela. Harganya sesuai pemerintah di sana,&quot; kata Karyono.
Namun, ia belum mengetahui secara pasti apakah keuangan negara mampu melakukan akuisisi perusahaan asing. &quot;Kalau kita ingin nasionalisasi dengan model membeli paksa, saya tidak tau dana fiskal kita sejauh mana, cukup atau tidak,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Rencana pemerintah untuk mencabut subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) disebut lantaran adanya kepentingan pasar internasional.
&quot;Karena kepentingan pasar, ingin Indonesia cabut subsidi BBM. Kenapa? Karena energi komoditas sangat vital,&quot; ujar Peneliti Senior Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo, dalam diskusi bertajuk Menjawanb Rencana Kenaikan BBM di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (16/11/2014).
Dia menilai, ketimbang mencabut subsidi BBM, pemerintah sebaiknya melakukan nasionalisasi perusahaan-perusahaan asing, terutama yang bewrgerak di bidang migas.
&quot;Perlu ada nasionalisasi modern perusahaan asing. Kalau dulu kita menguasai pabrik, menguasai sumber daya yang ada. Sekarang waktunya perushaan asing harus dikuasai,&quot; terangnya.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNC8xMS8xNC8yMi81NzE4NS8zODkxMjU3NTA2MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Lantas, bagaimana cara nasionalisasi modern yang dimaksudnya? &quot;Seperti Julio chavez di Venezuela. Dia paksa perusahaan Spanyol dijual ke Venezuela. Kalau tidak mau silakan keluar dari Venezuela. Harganya sesuai pemerintah di sana,&quot; kata Karyono.
Namun, ia belum mengetahui secara pasti apakah keuangan negara mampu melakukan akuisisi perusahaan asing. &quot;Kalau kita ingin nasionalisasi dengan model membeli paksa, saya tidak tau dana fiskal kita sejauh mana, cukup atau tidak,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
