<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BBM Naik, Pertumbuhan Ekonomi Masih Stabil</title><description>Meskipun harga BBM bersubsidi naik, namun pertumbuhan ekonomi diyakini masih akan stabil.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/11/18/19/1067276/bbm-naik-pertumbuhan-ekonomi-masih-stabil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/11/18/19/1067276/bbm-naik-pertumbuhan-ekonomi-masih-stabil"/><item><title>BBM Naik, Pertumbuhan Ekonomi Masih Stabil</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/11/18/19/1067276/bbm-naik-pertumbuhan-ekonomi-masih-stabil</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/11/18/19/1067276/bbm-naik-pertumbuhan-ekonomi-masih-stabil</guid><pubDate>Selasa 18 November 2014 16:58 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyudi Aulia Siregar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/11/18/19/1067276/bbm-naik-pertumbuhan-ekonomi-masih-stabil-GNmzbaIdE3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi SPBU milik Pertamina. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/11/18/19/1067276/bbm-naik-pertumbuhan-ekonomi-masih-stabil-GNmzbaIdE3.jpg</image><title>Ilustrasi SPBU milik Pertamina. (Foto: Okezone)</title></images><description>MEDAN &amp;ndash; Laju Inflasi di Sumatera Utara diperkirakan akan meningkat sekitar 2,5 persen. Hal ini akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium dan solar, yang diberlakukan pemerintah mulai hari ini.

Pengamat Ekonomi, Gunawan Benjamin, memperkirakan bahwa laju inflasi Sumut secara Year on Year hingga akhir tahun ini sekitar 7,2-7,7 persen. Angka ini terutama disumbangkan dari kenaikan harga komoditi pangan, tarif angkutan serta tarif jasa.

Namun, Gunawan menambahkan kenaikan harga BBM ini diperkirakan tidak akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi sumut pada kuartal IV ini, Karena adanya penguatan pertumbuhan ekonomi di sektor hotel, restoran dan jasa.

&amp;ldquo;Saya pikir pertumbuhan masih akan stabil, soalnya konsumsi masyarakat kita di Sumut masih tinggi. Apalagi ada rencana peningkatan pembangunan infrastruktur,&amp;rdquo; jelasnya, Selasa (18/11/2014).

Sementara itu, Koordinator Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Utara, Difi Ahmad Johansyah mengatakan, dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi di sumut diperkirakan hanya sekitar 2 persen. Sehingga target inflasi secara YOY berkisar 6,5 plus minus satu. &amp;ldquo;Masih dalam range kita lah,&amp;rdquo; katanya.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/11/18/17266/107575_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Dia menjelaskan, yang paling mengkhawatirkan adalah jika ada gangguan distribusi BBM. Pasalnya, pemerintah sudah mendorong kenaikan harga BBM bersubsidi.

&quot;Untuk itu kita berharap proses transisi pasca-kenaikan BBM ini dapat dilalui dengan baik. Sehingga dalam dua bulan bisa kembali normal, dan target inflasi kita di 2015 yang sebesar 4,5 persen plus minus satu, tidak terganggu,&quot; tutupnya.

&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNC8xMS8xOC8yMi81NzI2NS8zODk2MjE1NTczMDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
</description><content:encoded>MEDAN &amp;ndash; Laju Inflasi di Sumatera Utara diperkirakan akan meningkat sekitar 2,5 persen. Hal ini akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium dan solar, yang diberlakukan pemerintah mulai hari ini.

Pengamat Ekonomi, Gunawan Benjamin, memperkirakan bahwa laju inflasi Sumut secara Year on Year hingga akhir tahun ini sekitar 7,2-7,7 persen. Angka ini terutama disumbangkan dari kenaikan harga komoditi pangan, tarif angkutan serta tarif jasa.

Namun, Gunawan menambahkan kenaikan harga BBM ini diperkirakan tidak akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi sumut pada kuartal IV ini, Karena adanya penguatan pertumbuhan ekonomi di sektor hotel, restoran dan jasa.

&amp;ldquo;Saya pikir pertumbuhan masih akan stabil, soalnya konsumsi masyarakat kita di Sumut masih tinggi. Apalagi ada rencana peningkatan pembangunan infrastruktur,&amp;rdquo; jelasnya, Selasa (18/11/2014).

Sementara itu, Koordinator Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Utara, Difi Ahmad Johansyah mengatakan, dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi di sumut diperkirakan hanya sekitar 2 persen. Sehingga target inflasi secara YOY berkisar 6,5 plus minus satu. &amp;ldquo;Masih dalam range kita lah,&amp;rdquo; katanya.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/11/18/17266/107575_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Dia menjelaskan, yang paling mengkhawatirkan adalah jika ada gangguan distribusi BBM. Pasalnya, pemerintah sudah mendorong kenaikan harga BBM bersubsidi.

&quot;Untuk itu kita berharap proses transisi pasca-kenaikan BBM ini dapat dilalui dengan baik. Sehingga dalam dua bulan bisa kembali normal, dan target inflasi kita di 2015 yang sebesar 4,5 persen plus minus satu, tidak terganggu,&quot; tutupnya.

&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNC8xMS8xOC8yMi81NzI2NS8zODk2MjE1NTczMDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
</content:encoded></item></channel></rss>
