<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alasan Jokowi Naikkan Harga BBM Bersubsidi</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempunyai alasan tersendiri bagaimana pemerintah menaikan BBM bersubsidi hingga Rp2.000 per liter.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/11/18/20/1067171/alasan-jokowi-naikkan-harga-bbm-bersubsidi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/11/18/20/1067171/alasan-jokowi-naikkan-harga-bbm-bersubsidi"/><item><title>Alasan Jokowi Naikkan Harga BBM Bersubsidi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/11/18/20/1067171/alasan-jokowi-naikkan-harga-bbm-bersubsidi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/11/18/20/1067171/alasan-jokowi-naikkan-harga-bbm-bersubsidi</guid><pubDate>Selasa 18 November 2014 14:30 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/11/18/20/1067171/alasan-jokowi-naikkan-harga-bbm-bersubsidi-9TMi1gJyWC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Alasan Jokowi Naikkan Harga BBM Bersubsidi (Joko Widodo: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/11/18/20/1067171/alasan-jokowi-naikkan-harga-bbm-bersubsidi-9TMi1gJyWC.jpg</image><title>Alasan Jokowi Naikkan Harga BBM Bersubsidi (Joko Widodo: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempunyai alasan tersendiri bagaimana pemerintah menaikan BBM bersubsidi hingga Rp2.000 per liter.

&quot;Karena tadi malam BBM naik, saya mau cerita. APBN kita tahun 2015 Rp2.039 triliun. Di dalam APBN itu, ada subsidi Rp443 triliun dan untuk  BBM Rp303 triliun,&quot; kata Jokowi di Istana Negara,  Jakarta, Selasa (18/11/2014).

Jokowi menjelaskan, jika dalam lima tahun kepemimpinannya, pemerintah mengeluarkan Rp714 triliun untuk subsidi BBM.

&quot;Sedangkan untuk membangun infrastruktur hanya Rp507 triliun dan untuk anggaran kesehatan Rp202 triiun,&quot; terangnya.

Oleh karena itu, dia tidak sependapat jika subsidi BBM yang cukup besar itu,  dimanfaatkan bagi orang-orang yang mampu.

&quot;Bener enggak? Tiap hari kita bakar Rp717 triliun. Kalau dibuat waduk harganya Rp400-500 miliar, bisa jadi 1.400 waduk,&quot; ungkapnya.

Postur anggaran tersebut kata dia sangat boros. Dan hanya menghabiskan APBN, tetapi manfaat yang didapat sangat kurang bagi masyarakat.

&quot;Kalau saya melihat postur itu harus kita ubah. Dari yang boros, harus ke produktif, konsumtif ke produktif. Tidak ada yang lain. Tidak mungkin kita terus-terusan seperti itu (subsidi BBM) dalam lima tahun,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempunyai alasan tersendiri bagaimana pemerintah menaikan BBM bersubsidi hingga Rp2.000 per liter.

&quot;Karena tadi malam BBM naik, saya mau cerita. APBN kita tahun 2015 Rp2.039 triliun. Di dalam APBN itu, ada subsidi Rp443 triliun dan untuk  BBM Rp303 triliun,&quot; kata Jokowi di Istana Negara,  Jakarta, Selasa (18/11/2014).

Jokowi menjelaskan, jika dalam lima tahun kepemimpinannya, pemerintah mengeluarkan Rp714 triliun untuk subsidi BBM.

&quot;Sedangkan untuk membangun infrastruktur hanya Rp507 triliun dan untuk anggaran kesehatan Rp202 triiun,&quot; terangnya.

Oleh karena itu, dia tidak sependapat jika subsidi BBM yang cukup besar itu,  dimanfaatkan bagi orang-orang yang mampu.

&quot;Bener enggak? Tiap hari kita bakar Rp717 triliun. Kalau dibuat waduk harganya Rp400-500 miliar, bisa jadi 1.400 waduk,&quot; ungkapnya.

Postur anggaran tersebut kata dia sangat boros. Dan hanya menghabiskan APBN, tetapi manfaat yang didapat sangat kurang bagi masyarakat.

&quot;Kalau saya melihat postur itu harus kita ubah. Dari yang boros, harus ke produktif, konsumtif ke produktif. Tidak ada yang lain. Tidak mungkin kita terus-terusan seperti itu (subsidi BBM) dalam lima tahun,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
