<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Faktor yang Topang Ekonomi RI 2015</title><description>Ada tiga faktor yang akan menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2015.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/11/18/20/1067437/3-faktor-yang-topang-ekonomi-ri-2015</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/11/18/20/1067437/3-faktor-yang-topang-ekonomi-ri-2015"/><item><title>3 Faktor yang Topang Ekonomi RI 2015</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/11/18/20/1067437/3-faktor-yang-topang-ekonomi-ri-2015</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/11/18/20/1067437/3-faktor-yang-topang-ekonomi-ri-2015</guid><pubDate>Selasa 18 November 2014 21:43 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/11/18/20/1067437/3-faktor-yang-topang-ekonomi-ri-2015-80OQvpziJJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi kenaikan ekonomi. (Foto: Shuttershock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/11/18/20/1067437/3-faktor-yang-topang-ekonomi-ri-2015-80OQvpziJJ.jpg</image><title>Ilustrasi kenaikan ekonomi. (Foto: Shuttershock)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) optimis pertumbuhan ekonomi 2015 bisa mencapai level 5,4-5,8 persen. Pasalnya, dengan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi telah membuat pemerintah mempunyai banyak anggaran untuk membangun infrastruktur.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, ada beberapa faktor yang akan menopang pertumbuhan ekonomi tersebut. Pertama, pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tersebut adalah karena membaiknya ekspor. Dia memperkirakan ekspor Indonesia pada tahun depan bisa tumbuh sebesar 4 persen.

&quot;Kedua, program-program bantuan pemerintah itu bisa disalurkan, sehingga kenaikan harga atau penurunan daya beli itu bisa dikompensasi sehingga konsumsi swasta bisa tumbuh lebih tinggi,&quot; paparnya di Gedung BI, Jakarta, Selasa (18/11/2014).

Ketiga adalah karena relokasi anggaran yang tahun ini cukup sulit bisa mendorong belanja barang dan belanja operasional dari pemerintah, sehingga konsumsi dan investasi pemerintah bisa naik.&quot;Sehingga hal tersebut bisa mendorong investasi swasta,&quot; tambahnya.

&quot;Hal ini dengan cara menjaga likuiditas serta makroprudensialnya, sehingga bauran kebijakan untuk inflasi bisa terkendali, current account defisit bisa turun, dan pertumbuhan ekonominya bisa mencapai 5,4-5,8 persen,&quot; tukasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) optimis pertumbuhan ekonomi 2015 bisa mencapai level 5,4-5,8 persen. Pasalnya, dengan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi telah membuat pemerintah mempunyai banyak anggaran untuk membangun infrastruktur.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, ada beberapa faktor yang akan menopang pertumbuhan ekonomi tersebut. Pertama, pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tersebut adalah karena membaiknya ekspor. Dia memperkirakan ekspor Indonesia pada tahun depan bisa tumbuh sebesar 4 persen.

&quot;Kedua, program-program bantuan pemerintah itu bisa disalurkan, sehingga kenaikan harga atau penurunan daya beli itu bisa dikompensasi sehingga konsumsi swasta bisa tumbuh lebih tinggi,&quot; paparnya di Gedung BI, Jakarta, Selasa (18/11/2014).

Ketiga adalah karena relokasi anggaran yang tahun ini cukup sulit bisa mendorong belanja barang dan belanja operasional dari pemerintah, sehingga konsumsi dan investasi pemerintah bisa naik.&quot;Sehingga hal tersebut bisa mendorong investasi swasta,&quot; tambahnya.

&quot;Hal ini dengan cara menjaga likuiditas serta makroprudensialnya, sehingga bauran kebijakan untuk inflasi bisa terkendali, current account defisit bisa turun, dan pertumbuhan ekonominya bisa mencapai 5,4-5,8 persen,&quot; tukasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
