<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenaikan BI Rate &amp; LTV Makin &quot;Cekik&quot; Pengembang Properti</title><description>Kenaikan BI rate menjadi 7,75 ditambah kebijakan Loan To Value (LTV) dirasa sangat memukul pengembang</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/11/20/470/1068350/kenaikan-bi-rate-ltv-makin-cekik-pengembang-properti</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/11/20/470/1068350/kenaikan-bi-rate-ltv-makin-cekik-pengembang-properti"/><item><title>Kenaikan BI Rate &amp; LTV Makin &quot;Cekik&quot; Pengembang Properti</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/11/20/470/1068350/kenaikan-bi-rate-ltv-makin-cekik-pengembang-properti</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/11/20/470/1068350/kenaikan-bi-rate-ltv-makin-cekik-pengembang-properti</guid><pubDate>Kamis 20 November 2014 14:41 WIB</pubDate><dc:creator>Meutia Febrina Anugrah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/11/20/470/1068350/kenaikan-bi-rate-ltv-makin-cekik-pengembang-properti-nIkMWMFe8P.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kenaikan BI Rate &amp; LTV Makin &quot;Cekik&quot; Pengembang Properti (Ilustrasi: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/11/20/470/1068350/kenaikan-bi-rate-ltv-makin-cekik-pengembang-properti-nIkMWMFe8P.jpg</image><title>Kenaikan BI Rate &amp; LTV Makin &quot;Cekik&quot; Pengembang Properti (Ilustrasi: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kenaikan BI rate menjadi 7,75 ditambah kebijakan Loan To Value (LTV) dirasa sangat memukul pengembang dan konsumen. Seperti diketahui, Bank Indonesia menaikkan suku bunganya baru-baru ini dari 7,5 menjadi 7,75.

&quot;Kenaikan BI Rate sudah pasti akan membebankan. Tidak hanya pengembang, tapi juga konsumen,&quot; kata Wakil Ketua Bidang Hukum dan Perundang-Undangan Real Estat Indonesia (REI) Ignesjz Kemalawarta di Rakernas REI di Hotel Borobudur di Jakarta, Kamis (20/11/2014).
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2012/10/13/7419/45810_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dari segi pengembang, kenaikan BI rate tentu makin akan makin memperlambat penjualan. Banyaknya sentimen negatif seperti kenaikan harga BBM, kenaikan BI Rate maupun kebijakan LTV semakin memberatkan pengembang.

&amp;ldquo;Sementara kalau untuk konsumen pastilah harga menjadi naik, terutama untuk KPR rumah kedua, dan daya beli menurun. Paling kita dari sisi pengembang bakal menyiasatinya dengan memperpanjang cicilan,&quot; tambahnya.

Dia menyarankan, ke depan sebaiknya KPR baik untuk rumah baik rumah pertama, kedua dan ketiga inden by progress. Seperti diketahui, KPR inden hanya boleh diberikan hanya untuk rumah pertama saja.

&quot;Kalau bisa KPR pertama, kedua dan ketiga boleh inden saja,&quot; harapnya
</description><content:encoded>JAKARTA - Kenaikan BI rate menjadi 7,75 ditambah kebijakan Loan To Value (LTV) dirasa sangat memukul pengembang dan konsumen. Seperti diketahui, Bank Indonesia menaikkan suku bunganya baru-baru ini dari 7,5 menjadi 7,75.

&quot;Kenaikan BI Rate sudah pasti akan membebankan. Tidak hanya pengembang, tapi juga konsumen,&quot; kata Wakil Ketua Bidang Hukum dan Perundang-Undangan Real Estat Indonesia (REI) Ignesjz Kemalawarta di Rakernas REI di Hotel Borobudur di Jakarta, Kamis (20/11/2014).
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2012/10/13/7419/45810_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dari segi pengembang, kenaikan BI rate tentu makin akan makin memperlambat penjualan. Banyaknya sentimen negatif seperti kenaikan harga BBM, kenaikan BI Rate maupun kebijakan LTV semakin memberatkan pengembang.

&amp;ldquo;Sementara kalau untuk konsumen pastilah harga menjadi naik, terutama untuk KPR rumah kedua, dan daya beli menurun. Paling kita dari sisi pengembang bakal menyiasatinya dengan memperpanjang cicilan,&quot; tambahnya.

Dia menyarankan, ke depan sebaiknya KPR baik untuk rumah baik rumah pertama, kedua dan ketiga inden by progress. Seperti diketahui, KPR inden hanya boleh diberikan hanya untuk rumah pertama saja.

&quot;Kalau bisa KPR pertama, kedua dan ketiga boleh inden saja,&quot; harapnya
</content:encoded></item></channel></rss>
