<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Obligasi Masih Jadi Anak Tiri</title><description>OJK melihat sumber unformasi untuk pasar obligasi masih sangat minim.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/11/21/278/1068865/obligasi-masih-jadi-anak-tiri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/11/21/278/1068865/obligasi-masih-jadi-anak-tiri"/><item><title>Obligasi Masih Jadi Anak Tiri</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/11/21/278/1068865/obligasi-masih-jadi-anak-tiri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/11/21/278/1068865/obligasi-masih-jadi-anak-tiri</guid><pubDate>Jum'at 21 November 2014 13:32 WIB</pubDate><dc:creator>Prabawati Sriningrum </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/11/21/278/1068865/obligasi-masih-jadi-anak-tiri-iH5Zu5SPMW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi obligasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/11/21/278/1068865/obligasi-masih-jadi-anak-tiri-iH5Zu5SPMW.jpg</image><title>Ilustrasi obligasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat sumber informasi untuk pasar obligasi masih sangat minim. Padahal, informasi tentang obligasi cukup penting, mengingat obligasi adalah salah satu sumber alternatif pembiayaan.

&quot;Instrumen obligasi secara perlahan pasti ke ekonomi kita. Untuk mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi, membutuhkan sumber pendanaan,&quot; tutur Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Jumat (21/11/2014).

Lebih lanjut dia menambahkan, perlakuan pasar obligasi berbeda dengan pasar uang atau valuta asing (valas), yang bisa memanfaatkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) sebagai sumber informasi.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/13/16701/104123_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Selain itu, pasar modal untuk instrumen saham BEI secara masif, memberikan berbagai informasi indeks saham untuk pelaku pasar. Muliaman menjelaskan, adanya Indobex ini diharapkan dapat memberikan informasi dan referensi terhadap perkembangan pasar obligasi tanah air. Indobex, diharapkan juga untuk mengantisipasi risiko di sektor keuangan.

&quot;Kita cermati kejadian penting, sentimen domestik dan global, BBM, peningkatan suku bunga acuan BI, resesi Jepang, dan kebijakan suku bunga The Fed. Perkembangan teknologi informasi, perkembangan dalam hitungan detik, industri keuangan bagian integral ekonomi Indonesia  tidak terkecuali imbas perkembangan tadi,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat sumber informasi untuk pasar obligasi masih sangat minim. Padahal, informasi tentang obligasi cukup penting, mengingat obligasi adalah salah satu sumber alternatif pembiayaan.

&quot;Instrumen obligasi secara perlahan pasti ke ekonomi kita. Untuk mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi, membutuhkan sumber pendanaan,&quot; tutur Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Jumat (21/11/2014).

Lebih lanjut dia menambahkan, perlakuan pasar obligasi berbeda dengan pasar uang atau valuta asing (valas), yang bisa memanfaatkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) sebagai sumber informasi.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/13/16701/104123_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Selain itu, pasar modal untuk instrumen saham BEI secara masif, memberikan berbagai informasi indeks saham untuk pelaku pasar. Muliaman menjelaskan, adanya Indobex ini diharapkan dapat memberikan informasi dan referensi terhadap perkembangan pasar obligasi tanah air. Indobex, diharapkan juga untuk mengantisipasi risiko di sektor keuangan.

&quot;Kita cermati kejadian penting, sentimen domestik dan global, BBM, peningkatan suku bunga acuan BI, resesi Jepang, dan kebijakan suku bunga The Fed. Perkembangan teknologi informasi, perkembangan dalam hitungan detik, industri keuangan bagian integral ekonomi Indonesia  tidak terkecuali imbas perkembangan tadi,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
