<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Targetkan Bangun 900 Ribu Rumah Murah/Tahun</title><description>Kementerian PU-Pera menargetkan pembangunan rumah murah 900 ribu unit per tahun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/11/27/470/1071475/pemerintah-targetkan-bangun-900-ribu-rumah-murah-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/11/27/470/1071475/pemerintah-targetkan-bangun-900-ribu-rumah-murah-tahun"/><item><title>Pemerintah Targetkan Bangun 900 Ribu Rumah Murah/Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/11/27/470/1071475/pemerintah-targetkan-bangun-900-ribu-rumah-murah-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/11/27/470/1071475/pemerintah-targetkan-bangun-900-ribu-rumah-murah-tahun</guid><pubDate>Kamis 27 November 2014 15:56 WIB</pubDate><dc:creator>Meutia Febrina Anugrah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/11/27/470/1071475/pemerintah-targetkan-bangun-900-ribu-rumah-murah-tahun-KDDDvilR6D.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi rumah tapak. (Foto: Dailymail)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/11/27/470/1071475/pemerintah-targetkan-bangun-900-ribu-rumah-murah-tahun-KDDDvilR6D.jpg</image><title>Ilustrasi rumah tapak. (Foto: Dailymail)</title></images><description>BOGOR - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) akan membuat program perumahan rakyat yang lebih difokuskan pada pengurangan backlog atau angka kebutuhan rumah. Pasalnya, kekurangan rumah di Indonesia telah mencapai 13 juta unit rumah.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuldjono memaparkan, program yang akan dilakukannya dalam lima tahun ke depan terkait perumahan rakyat. Dia menjelaskan, program perumahan rakyat 2015 dianggarkan sebesar Rp4,6 triliun.

&quot;2015 ini dari APBN kita dapat Rp4,6 triliun dari usulan Rp15 triliun. Sedangkan dari subsidi BBM adalah Rp1 triliun,&quot; jelas dia dalam acara media gathering di Bogor, Kamis (27/11/2014).

&quot;Program pertama adalah membangun 900 ribu unit rumah yang bisa diakses dengan KPR FLPP (rumah murah) per tahun. Lalu mengadakan program bedah rumah sebanyak 700 ribu unit, dan pembangunan rusunawa 500 ribu unit,&quot; tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Deputi Perumahan Swadaya Khalawi menambahkan, hal ini sesuai dengan program presiden Jokowi yang membangun dari perbatasan, akan membangun 50 ribu unit rumah untuk empat lokasi.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/11/11/17161/106899_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Menurut dia, berdasarkan Peraturan Menteri No.3/2014, pasal 12, KPR untuk rumah tapak dapat diterbitkan bank pelaksana paling lambat 31 Maret 2015, sudah ada draft perubahannya. Sehingga, KPR FLPP untuk rumah tapak masih bisa dilanjutkan di berbagai daerah kecuali kota besar.

&quot;Tadi sudah ada draft perubahan permennya terkait FLPP. Rumah tapak masih bisa pakai FLPP tapi untuk regional tertentu saja. Tetap di Jakarta memang tidak boleh lagi pakai FLPP,&quot; kata Menteri Basuki.
</description><content:encoded>BOGOR - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) akan membuat program perumahan rakyat yang lebih difokuskan pada pengurangan backlog atau angka kebutuhan rumah. Pasalnya, kekurangan rumah di Indonesia telah mencapai 13 juta unit rumah.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuldjono memaparkan, program yang akan dilakukannya dalam lima tahun ke depan terkait perumahan rakyat. Dia menjelaskan, program perumahan rakyat 2015 dianggarkan sebesar Rp4,6 triliun.

&quot;2015 ini dari APBN kita dapat Rp4,6 triliun dari usulan Rp15 triliun. Sedangkan dari subsidi BBM adalah Rp1 triliun,&quot; jelas dia dalam acara media gathering di Bogor, Kamis (27/11/2014).

&quot;Program pertama adalah membangun 900 ribu unit rumah yang bisa diakses dengan KPR FLPP (rumah murah) per tahun. Lalu mengadakan program bedah rumah sebanyak 700 ribu unit, dan pembangunan rusunawa 500 ribu unit,&quot; tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Deputi Perumahan Swadaya Khalawi menambahkan, hal ini sesuai dengan program presiden Jokowi yang membangun dari perbatasan, akan membangun 50 ribu unit rumah untuk empat lokasi.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/11/11/17161/106899_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Menurut dia, berdasarkan Peraturan Menteri No.3/2014, pasal 12, KPR untuk rumah tapak dapat diterbitkan bank pelaksana paling lambat 31 Maret 2015, sudah ada draft perubahannya. Sehingga, KPR FLPP untuk rumah tapak masih bisa dilanjutkan di berbagai daerah kecuali kota besar.

&quot;Tadi sudah ada draft perubahan permennya terkait FLPP. Rumah tapak masih bisa pakai FLPP tapi untuk regional tertentu saja. Tetap di Jakarta memang tidak boleh lagi pakai FLPP,&quot; kata Menteri Basuki.
</content:encoded></item></channel></rss>
