<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Skotlandia Siap Bantu Kembangkan Energi Terbarukan di RI</title><description>Pemerintah diharapkan mendorong berdirinya pembangkit listrik dengan sumber energi terbarukan atau ramah lingkungan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/11/28/19/1071689/skotlandia-siap-bantu-kembangkan-energi-terbarukan-di-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/11/28/19/1071689/skotlandia-siap-bantu-kembangkan-energi-terbarukan-di-ri"/><item><title>Skotlandia Siap Bantu Kembangkan Energi Terbarukan di RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/11/28/19/1071689/skotlandia-siap-bantu-kembangkan-energi-terbarukan-di-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/11/28/19/1071689/skotlandia-siap-bantu-kembangkan-energi-terbarukan-di-ri</guid><pubDate>Jum'at 28 November 2014 03:23 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/11/27/19/1071689/skotlandia-siap-bantu-kembangkan-energi-terbarukan-di-ri-OXc9nMwYkh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Skotlandia Siap Bantu Kembangkan Energi Terbarukan di RI. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/11/27/19/1071689/skotlandia-siap-bantu-kembangkan-energi-terbarukan-di-ri-OXc9nMwYkh.jpg</image><title>Skotlandia Siap Bantu Kembangkan Energi Terbarukan di RI. (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Pemerintah diharapkan mendorong berdirinya pembangkit listrik dengan sumber energi terbarukan atau ramah lingkungan sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah, khususnya untuk kepulauan terpencil dan pulau kecil.
&amp;ldquo;Kita akan melakukan pemetaan potensi dan United Nation-Sustainable Development Solution Network (UN-SDSN) telah mendapat komitmen dari Skotlandia sebagai negara yang mempunyai pengalaman luas di bidang ini siap membantu Indonesia,&amp;rdquo; kata leader council UN-SDSN Mari Elka Pangestu dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (28/11/2014).
Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini mengatakan, selain penggunaan energi terbarukan, Indonesia juga berpeluang untuk menurunkan emisi karbondioksida melalui penataan perkotaan dan sumber energi di pulau-pulau kecil.
Sampai saat ini misalnya, Indonesia belum mempunyai standarisasi penggunaan listrik di perkantoran atau gedung-gedung seperti negara lain. Padahal di kota-kota besar, 30 persen konsumsi listrik untuk perkantoran dan gedung-gedung.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNC8xMS8yNy80LzU3NTQ5LzM5MTIzNDQ0MjkwMDE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
&amp;ldquo;Kita harus menekan konsumsi listrik dengan mendorong menerapkan standarisasi untuk gedung-gedung melalui sistim sertfikasi. Bagi mereka yang bisa mencapai standar tertentu akan diberi insentif, sementara yang tidak bisa mencapai standar minimal dikenakan sanksi,&amp;rdquo; katanya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Pemerintah diharapkan mendorong berdirinya pembangkit listrik dengan sumber energi terbarukan atau ramah lingkungan sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah, khususnya untuk kepulauan terpencil dan pulau kecil.
&amp;ldquo;Kita akan melakukan pemetaan potensi dan United Nation-Sustainable Development Solution Network (UN-SDSN) telah mendapat komitmen dari Skotlandia sebagai negara yang mempunyai pengalaman luas di bidang ini siap membantu Indonesia,&amp;rdquo; kata leader council UN-SDSN Mari Elka Pangestu dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (28/11/2014).
Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini mengatakan, selain penggunaan energi terbarukan, Indonesia juga berpeluang untuk menurunkan emisi karbondioksida melalui penataan perkotaan dan sumber energi di pulau-pulau kecil.
Sampai saat ini misalnya, Indonesia belum mempunyai standarisasi penggunaan listrik di perkantoran atau gedung-gedung seperti negara lain. Padahal di kota-kota besar, 30 persen konsumsi listrik untuk perkantoran dan gedung-gedung.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNC8xMS8yNy80LzU3NTQ5LzM5MTIzNDQ0MjkwMDE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
&amp;ldquo;Kita harus menekan konsumsi listrik dengan mendorong menerapkan standarisasi untuk gedung-gedung melalui sistim sertfikasi. Bagi mereka yang bisa mencapai standar tertentu akan diberi insentif, sementara yang tidak bisa mencapai standar minimal dikenakan sanksi,&amp;rdquo; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
