<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Petral, Dirut Pertamina Tunggu Arahan Faisal Basri</title><description>Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) merupakan pekerjaan rumah paling  besar Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/11/29/19/1072282/soal-petral-dirut-pertamina-tunggu-arahan-faisal-basri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/11/29/19/1072282/soal-petral-dirut-pertamina-tunggu-arahan-faisal-basri"/><item><title>Soal Petral, Dirut Pertamina Tunggu Arahan Faisal Basri</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/11/29/19/1072282/soal-petral-dirut-pertamina-tunggu-arahan-faisal-basri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/11/29/19/1072282/soal-petral-dirut-pertamina-tunggu-arahan-faisal-basri</guid><pubDate>Sabtu 29 November 2014 11:41 WIB</pubDate><dc:creator>Rani Hardjanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/11/29/19/1072282/soal-petral-dirut-pertamina-tunggu-arahan-faisal-basri-VhOrQanvB1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Soal Petral, Dirut Pertamina Tunggu Arahan Faisal Basri. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/11/29/19/1072282/soal-petral-dirut-pertamina-tunggu-arahan-faisal-basri-VhOrQanvB1.jpg</image><title>Soal Petral, Dirut Pertamina Tunggu Arahan Faisal Basri. (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) merupakan pekerjaan rumah paling besar Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto. Namun dalam menanganinya, Dwi tinggal menunggu arahan dari Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang dipimpin Faisal Basri.
Saran tersebut diutarakan oleh mantan Sekretaris Menteri BUMN Said Didu. Ia mengomentari pergantian total direksi Pertamina oleh Menteri BUMN. Menurutnya, direksi Pertamina tinggal menunggu hasil kajian Faisal Basri cs dalam mengambil keputusan mengenai Petral.
&quot;Direksi itu tinggal menunggu arahan, bagaimana Faisal Basri saja. Petral mau diapakan?&quot; ujar Said kepada Okezone di Jakarta, Sabtu (29/11/2014).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/11/28/17428/108531_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Selain itu, dia juga menyebutkan langkah awal yang perlu dilakukan oleh Dwi Soetjipto dengan perubahan formasi sembilan direksi menjadi empat direksi adalah segera melakukan transformasi ke anak perusahaan. Maksudnya, lanjut dia, membagi beban Pertamina ke anak perusahaan. Sehingga, beban tidak hanya menumpuk di induk usaha.
&quot;Kan soal gas, Pertamina punya Pertagas. Soal hulu ada Pertamina Hulu. Untuk sementara direksi Pertamina salah satunya bisa fokus ke BBM,&quot; ujar dia.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNC8xMS8xNy80LzU3MjI5LzM4OTQ3NDkxNzAwMDE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Selain itu, beban kerja Pertamina yang tidak kalah penting adalah melakukan eksplorasi, logistik, pembangunan dan perbaikan kilang, serta sektor keuangan. &quot;Jadi, Pertamina juga harus jago soal keuangan, jangan hanya jago distribusi saja,&quot; tutup dia.

</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) merupakan pekerjaan rumah paling besar Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto. Namun dalam menanganinya, Dwi tinggal menunggu arahan dari Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang dipimpin Faisal Basri.
Saran tersebut diutarakan oleh mantan Sekretaris Menteri BUMN Said Didu. Ia mengomentari pergantian total direksi Pertamina oleh Menteri BUMN. Menurutnya, direksi Pertamina tinggal menunggu hasil kajian Faisal Basri cs dalam mengambil keputusan mengenai Petral.
&quot;Direksi itu tinggal menunggu arahan, bagaimana Faisal Basri saja. Petral mau diapakan?&quot; ujar Said kepada Okezone di Jakarta, Sabtu (29/11/2014).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/11/28/17428/108531_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Selain itu, dia juga menyebutkan langkah awal yang perlu dilakukan oleh Dwi Soetjipto dengan perubahan formasi sembilan direksi menjadi empat direksi adalah segera melakukan transformasi ke anak perusahaan. Maksudnya, lanjut dia, membagi beban Pertamina ke anak perusahaan. Sehingga, beban tidak hanya menumpuk di induk usaha.
&quot;Kan soal gas, Pertamina punya Pertagas. Soal hulu ada Pertamina Hulu. Untuk sementara direksi Pertamina salah satunya bisa fokus ke BBM,&quot; ujar dia.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNC8xMS8xNy80LzU3MjI5LzM4OTQ3NDkxNzAwMDE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Selain itu, beban kerja Pertamina yang tidak kalah penting adalah melakukan eksplorasi, logistik, pembangunan dan perbaikan kilang, serta sektor keuangan. &quot;Jadi, Pertamina juga harus jago soal keuangan, jangan hanya jago distribusi saja,&quot; tutup dia.

</content:encoded></item></channel></rss>
