<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Juga Rugi akibat Pelemahan Harga Minyak</title><description>Penurunan harga minyak mentah juga menimbulkan dampak negatif terhadap penerimaan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/08/20/1076264/indonesia-juga-rugi-akibat-pelemahan-harga-minyak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/12/08/20/1076264/indonesia-juga-rugi-akibat-pelemahan-harga-minyak"/><item><title>Indonesia Juga Rugi akibat Pelemahan Harga Minyak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/08/20/1076264/indonesia-juga-rugi-akibat-pelemahan-harga-minyak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/12/08/20/1076264/indonesia-juga-rugi-akibat-pelemahan-harga-minyak</guid><pubDate>Senin 08 Desember 2014 17:20 WIB</pubDate><dc:creator>Prabawati Sriningrum </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/12/08/20/1076264/indonesia-juga-rugi-akibat-pelemahan-harga-minyak-UTArkuR420.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi minyak mentah. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/12/08/20/1076264/indonesia-juga-rugi-akibat-pelemahan-harga-minyak-UTArkuR420.jpg</image><title>Ilustrasi minyak mentah. (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Pelemahan harga minyak mentah yang telah terjadi sejak Juni 2014 akan memberikan dampak positif bagi Indonesia. Pasalnya, saat ini Indonesia telah bertransformasi negara pengimpor bersih minyak mentah.

Akan tetapi, Kepala Perwakilan Bank Dunia Untuk Indonesia Rodrigo Chaves mengatakan penurunan harga minyak mentah juga menimbulkan dampak negatif terhadap penerimaan. Pasalnya, penerimaan minyak memberikan sumbangan besar bagi ekonomi Indonesia.

&quot;Prospek pertumbuhan dunia menurun dan harga komoditas tetap lemah. Dengan jatuhnya harga minyak pada beberapa bulan terakhir,&quot; ujar dia di Ritz Carlton, Jakarta, Senin (8/12/2014).

Menurutnya, ekonomi Indonesia kembali mencatat pertumbuhan kuartalan yang moderat karena pelemahan investasi dan ekspor. Dia mengungkapkan, penerimaan ekspor yang tetap lemah pada paruh II-2014. &quot;Berarti defisit neraca berjalan Indonesia, sejauh ini hanya sedikit menyempit. Walau berada di bawah tekanan impor yang signifikan,&quot; pungkasnya.

Sekedar informasi, laju pertumbuhan ekonomi di Indonesia tetap moderat yang dipengaruhi belanja investasi dan pelemahan ekspor yang berlanjut. Pada kuartal ketiga, PDB riil tumbuh sebesar 5,0 persen dari tahun ke tahun (year on year).

Sedangkan,defisit neraca berjalan turun menjadi USD6,8 miliar atau 3,1 persen dari PDB pada kuartal ketiga. Atau lebih rendah sebesar 1,0 poin persentase dari sebesar 0,8 poin persentase dari PDB dibandingkan tahun lalu.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Pelemahan harga minyak mentah yang telah terjadi sejak Juni 2014 akan memberikan dampak positif bagi Indonesia. Pasalnya, saat ini Indonesia telah bertransformasi negara pengimpor bersih minyak mentah.

Akan tetapi, Kepala Perwakilan Bank Dunia Untuk Indonesia Rodrigo Chaves mengatakan penurunan harga minyak mentah juga menimbulkan dampak negatif terhadap penerimaan. Pasalnya, penerimaan minyak memberikan sumbangan besar bagi ekonomi Indonesia.

&quot;Prospek pertumbuhan dunia menurun dan harga komoditas tetap lemah. Dengan jatuhnya harga minyak pada beberapa bulan terakhir,&quot; ujar dia di Ritz Carlton, Jakarta, Senin (8/12/2014).

Menurutnya, ekonomi Indonesia kembali mencatat pertumbuhan kuartalan yang moderat karena pelemahan investasi dan ekspor. Dia mengungkapkan, penerimaan ekspor yang tetap lemah pada paruh II-2014. &quot;Berarti defisit neraca berjalan Indonesia, sejauh ini hanya sedikit menyempit. Walau berada di bawah tekanan impor yang signifikan,&quot; pungkasnya.

Sekedar informasi, laju pertumbuhan ekonomi di Indonesia tetap moderat yang dipengaruhi belanja investasi dan pelemahan ekspor yang berlanjut. Pada kuartal ketiga, PDB riil tumbuh sebesar 5,0 persen dari tahun ke tahun (year on year).

Sedangkan,defisit neraca berjalan turun menjadi USD6,8 miliar atau 3,1 persen dari PDB pada kuartal ketiga. Atau lebih rendah sebesar 1,0 poin persentase dari sebesar 0,8 poin persentase dari PDB dibandingkan tahun lalu.
</content:encoded></item></channel></rss>
