<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bisnis Gas Pertamina Diminta Jangan Dialihkan ke PGN</title><description>Pertamina menghapus jabatan direktur pengelolaan gas. Hal ini menimbulkan spekulasi bisnis gasnya akan dialihkan ke PGN.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/09/19/1076680/bisnis-gas-pertamina-diminta-jangan-dialihkan-ke-pgn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/12/09/19/1076680/bisnis-gas-pertamina-diminta-jangan-dialihkan-ke-pgn"/><item><title>Bisnis Gas Pertamina Diminta Jangan Dialihkan ke PGN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/09/19/1076680/bisnis-gas-pertamina-diminta-jangan-dialihkan-ke-pgn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/12/09/19/1076680/bisnis-gas-pertamina-diminta-jangan-dialihkan-ke-pgn</guid><pubDate>Selasa 09 Desember 2014 13:16 WIB</pubDate><dc:creator>Meutia Febrina Anugrah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/12/09/19/1076680/bisnis-gas-pertamina-diminta-jangan-dialihkan-ke-pgn-cFOjiG3Fzc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bisnis Gas Pertamina Diminta Jangan Dialihkan ke PGN. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/12/09/19/1076680/bisnis-gas-pertamina-diminta-jangan-dialihkan-ke-pgn-cFOjiG3Fzc.jpg</image><title>Bisnis Gas Pertamina Diminta Jangan Dialihkan ke PGN. (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) memang telah menambah tiga direksi baru. Alhasil, direksi BUMN migas tersebut saat ini berjumlah tujuh orang. Sebagai perbandingan, saat Karen Agustiawan menjabat dirut, direksinya ada sembilan orang.
Pertamina pun menghapus jabatan direktur pengelolaan gas. Hal ini menimbulkan spekulasi bisnis gas Pertamina akan dialihkan ke PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).
Menurut Direktur Energy Watch Mamit setiawan, penghapusan direktur gas dan pengelolaannya diberikan kepada PGN ini harus dikaji ulang oleh pemerintah.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/12/08/17545/109330_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Kalau semua dikasih ke PGN, kita tahu saham PGN sebagian dikuasai oleh umum dan masyarakat. Kita takutnya jika asing masuk mereka semena-mena. Selain itu, harusnya jabatan ini enggak dihapus sama Pertamina, kan tugas Pertamina bukan ngurusin minyak saja, tapi juga gas,&quot; kata dia pada Okezone di Jakarta, Selasa (9/12/2014).
Menurut data BEI, 43,04 persen saham PGAS dimiliki oleh masyarakat luas. Sementara 56,96 persen dikuasai pemerintah.
Mamit menyebut, jika benar nantinya pengelolaan gas diberikan sepenuhnya ke PGN, ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap curiga dan waspada.
&quot;Takutnya nanti sisa sahamnya dicaplok oleh asing. Dan jangan sampai terjadi lagi seperti Indosat kedua,&quot; tutupnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) memang telah menambah tiga direksi baru. Alhasil, direksi BUMN migas tersebut saat ini berjumlah tujuh orang. Sebagai perbandingan, saat Karen Agustiawan menjabat dirut, direksinya ada sembilan orang.
Pertamina pun menghapus jabatan direktur pengelolaan gas. Hal ini menimbulkan spekulasi bisnis gas Pertamina akan dialihkan ke PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).
Menurut Direktur Energy Watch Mamit setiawan, penghapusan direktur gas dan pengelolaannya diberikan kepada PGN ini harus dikaji ulang oleh pemerintah.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/12/08/17545/109330_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Kalau semua dikasih ke PGN, kita tahu saham PGN sebagian dikuasai oleh umum dan masyarakat. Kita takutnya jika asing masuk mereka semena-mena. Selain itu, harusnya jabatan ini enggak dihapus sama Pertamina, kan tugas Pertamina bukan ngurusin minyak saja, tapi juga gas,&quot; kata dia pada Okezone di Jakarta, Selasa (9/12/2014).
Menurut data BEI, 43,04 persen saham PGAS dimiliki oleh masyarakat luas. Sementara 56,96 persen dikuasai pemerintah.
Mamit menyebut, jika benar nantinya pengelolaan gas diberikan sepenuhnya ke PGN, ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap curiga dan waspada.
&quot;Takutnya nanti sisa sahamnya dicaplok oleh asing. Dan jangan sampai terjadi lagi seperti Indosat kedua,&quot; tutupnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
