<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Masih Impor Garam dari Australia &amp; India</title><description>Kebutuhan garam nasional selama ini masih berasal dari luar negeri yakni Australia dan&amp;nbsp; India.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/09/320/1076576/ri-masih-impor-garam-dari-australia-india</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/12/09/320/1076576/ri-masih-impor-garam-dari-australia-india"/><item><title>RI Masih Impor Garam dari Australia &amp; India</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/09/320/1076576/ri-masih-impor-garam-dari-australia-india</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/12/09/320/1076576/ri-masih-impor-garam-dari-australia-india</guid><pubDate>Selasa 09 Desember 2014 10:42 WIB</pubDate><dc:creator>Athurtian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/12/09/320/1076576/ri-masih-impor-garam-dari-australia-india-FxWazNqAQo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI Masih Impor Garam dari Australia &amp; India (Ilustrasi: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/12/09/320/1076576/ri-masih-impor-garam-dari-australia-india-FxWazNqAQo.jpg</image><title>RI Masih Impor Garam dari Australia &amp; India (Ilustrasi: Reuters)</title></images><description>
JAKARTA- Kebutuhan garam nasional selama ini masih berasal dari luar negeri. Hal itu dikarenakan para petani garam belum mampu memenuhi kebutuhan garam secara nasional.

&quot;Kebutuhan garam industri itu masih cukup tinggi, sementara produksi dalam negeri juga masih sangat rendah,&quot; ujar Menteri Perindustrian Saleh Husein di Hotel Pullman Central Park Jakarta Selasa (9/12/2014)

Dia menambahkan bahwa selama ini kebutuhan garam di Indonesia masih diimpor dari Australia dan India.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/09/04/16158/101116_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Di sisi lain menurut Menteri Perdagangan untuk meningkatkan produktivitas garam dalam negeri, para petani membutuhkan teknologi yang canggih untuk mengelola garam secara massal.

&quot;Kita harus bangun industri garam, perlu sentuhan teknologi untuk produksi massal&quot; tukas Gobel.
</description><content:encoded>
JAKARTA- Kebutuhan garam nasional selama ini masih berasal dari luar negeri. Hal itu dikarenakan para petani garam belum mampu memenuhi kebutuhan garam secara nasional.

&quot;Kebutuhan garam industri itu masih cukup tinggi, sementara produksi dalam negeri juga masih sangat rendah,&quot; ujar Menteri Perindustrian Saleh Husein di Hotel Pullman Central Park Jakarta Selasa (9/12/2014)

Dia menambahkan bahwa selama ini kebutuhan garam di Indonesia masih diimpor dari Australia dan India.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/09/04/16158/101116_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Di sisi lain menurut Menteri Perdagangan untuk meningkatkan produktivitas garam dalam negeri, para petani membutuhkan teknologi yang canggih untuk mengelola garam secara massal.

&quot;Kita harus bangun industri garam, perlu sentuhan teknologi untuk produksi massal&quot; tukas Gobel.
</content:encoded></item></channel></rss>
