<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Masih Lanjutkan Pelemahan dalam Sepekan</title><description>Selama satu minggu ke depan, Rupiah diperkirakan akan terus mengalami pelemahan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/15/278/1079102/rupiah-masih-lanjutkan-pelemahan-dalam-sepekan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/12/15/278/1079102/rupiah-masih-lanjutkan-pelemahan-dalam-sepekan"/><item><title>Rupiah Masih Lanjutkan Pelemahan dalam Sepekan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/15/278/1079102/rupiah-masih-lanjutkan-pelemahan-dalam-sepekan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/12/15/278/1079102/rupiah-masih-lanjutkan-pelemahan-dalam-sepekan</guid><pubDate>Senin 15 Desember 2014 06:33 WIB</pubDate><dc:creator>Raisa Adila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/12/14/278/1079102/rupiah-masih-lanjutkan-pelemahan-dalam-sepekan-npyhgm5k92.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah Masih Lanjutkan Pelemahan dalam Sepekan (Ilustrasi: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/12/14/278/1079102/rupiah-masih-lanjutkan-pelemahan-dalam-sepekan-npyhgm5k92.jpg</image><title>Rupiah Masih Lanjutkan Pelemahan dalam Sepekan (Ilustrasi: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Selama satu minggu ke depan, Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan terus mengalami pelemahan. Hal ini diakibatkan suplai yang tidak mencukupi permintaan yang merupakan dampak dari akhir tahun.

&quot;Secara ringkas, suplai kita tidak mencukupi untuk demand valuta asing,&quot; ungkap Direktur  Institute for Development of Economic and Finance (Indef), Enny Sri Hartati kepada Okezone, Jakarta, Senin (15/12/2014).

Menurut Enny, kebutuhan valuta asing (valas) Indonesia untuk membiayai impor sangat tinggi. Terlebih lagi banyak perusahaan yang melakukan Utang Luar Negeri (ULN), sehingga butuh membayar bunga yang tinggi di akhir periode.

&quot;Makanya akhir tahun sangat tinggi kebutuhan valasnya,&quot; tambah Enny.

Enny juga mengatakan prediksi rupiah di akhir tahun akan terus melemah. Namun, dirinya yakin akan ada perbaikan pada awal tahun 2015 nanti.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Selama satu minggu ke depan, Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan terus mengalami pelemahan. Hal ini diakibatkan suplai yang tidak mencukupi permintaan yang merupakan dampak dari akhir tahun.

&quot;Secara ringkas, suplai kita tidak mencukupi untuk demand valuta asing,&quot; ungkap Direktur  Institute for Development of Economic and Finance (Indef), Enny Sri Hartati kepada Okezone, Jakarta, Senin (15/12/2014).

Menurut Enny, kebutuhan valuta asing (valas) Indonesia untuk membiayai impor sangat tinggi. Terlebih lagi banyak perusahaan yang melakukan Utang Luar Negeri (ULN), sehingga butuh membayar bunga yang tinggi di akhir periode.

&quot;Makanya akhir tahun sangat tinggi kebutuhan valasnya,&quot; tambah Enny.

Enny juga mengatakan prediksi rupiah di akhir tahun akan terus melemah. Namun, dirinya yakin akan ada perbaikan pada awal tahun 2015 nanti.
</content:encoded></item></channel></rss>
