<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Dinilai Tidak Jaga Nilai Rupiah</title><description>Rupiah tertekan ke Rp12.600 per USD. Salah satu yang membuat Rupiah anjlok lantaran BI yang tidak menjaga Rupiah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/15/278/1079282/bi-dinilai-tidak-jaga-nilai-rupiah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/12/15/278/1079282/bi-dinilai-tidak-jaga-nilai-rupiah"/><item><title>BI Dinilai Tidak Jaga Nilai Rupiah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/15/278/1079282/bi-dinilai-tidak-jaga-nilai-rupiah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/12/15/278/1079282/bi-dinilai-tidak-jaga-nilai-rupiah</guid><pubDate>Senin 15 Desember 2014 10:24 WIB</pubDate><dc:creator>Prabawati Sriningrum </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/12/15/278/1079282/bi-dinilai-tidak-jaga-nilai-rupiah-wbDANY47aF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BI Dinilai Tidak Jaga Nilai Rupiah. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/12/15/278/1079282/bi-dinilai-tidak-jaga-nilai-rupiah-wbDANY47aF.jpg</image><title>BI Dinilai Tidak Jaga Nilai Rupiah. (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Rupiah semakin tertekan di 12.600 per USD pada perdagangan hari ini. Salah satu yang membuat Rupiah kian anjlok diduga lantaran Bank Indonesia (BI) yang tidak lagi menjaga Rupiah.
&quot;BI tidak lagi menjaga Rupiah, karena sekarang kan lebih diserahkan ke pasar. Rupiah tidak lagi dijaga oleh BI, seperti dulu. Itu juga salah satu faktor cukup mempengaruhi,&quot; ujar analis First Asia Capital David Sutyanto kepada Okezone di Jakarta, Senin (15/12/2014).
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNC8xMi8wOC80LzU3Nzc4LzM5Mjk1NTkyNzgwMDE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
David memperkirakan, Rupiah bakal berada pada batas Rp12.650 pada perdagangan hari ini, dengan batas bawah Rp12.500-Rp12.600.
Selain itu, beberapa faktor global dan domestik masih mempengaruhi pelemahan rupiah. Menurut David, pelemahan Rupiah selain dipicu faktor global, juga karena dolar AS terus menguat atas sejumlah mata uang dunia lainnya.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/13/16701/104123_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Selain itu juga turut dipicu meningkatnya risiko perekonomian domestik menyusul, meningkatnya ekspektasi inflasi hingga akhir tahun yang diperkirakan Bank Indonesia (BI) bisa mencapai 7,7-8,1 persen. Kemudian akhir tahun banyak portofolio yang memang terdepresi dari dolar, sehingga memang menjadi semacam tradisi kalau akhir tahun meningkat,&quot; paparnya.
Dirinya menjelaskan, bahwa banyaknya pula beberapa pihak yang mencoba membayar utang akhir tempo. Serta kebijakan the Fed yang akan menaikkan tingkat suku bunga.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Rupiah semakin tertekan di 12.600 per USD pada perdagangan hari ini. Salah satu yang membuat Rupiah kian anjlok diduga lantaran Bank Indonesia (BI) yang tidak lagi menjaga Rupiah.
&quot;BI tidak lagi menjaga Rupiah, karena sekarang kan lebih diserahkan ke pasar. Rupiah tidak lagi dijaga oleh BI, seperti dulu. Itu juga salah satu faktor cukup mempengaruhi,&quot; ujar analis First Asia Capital David Sutyanto kepada Okezone di Jakarta, Senin (15/12/2014).
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNC8xMi8wOC80LzU3Nzc4LzM5Mjk1NTkyNzgwMDE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
David memperkirakan, Rupiah bakal berada pada batas Rp12.650 pada perdagangan hari ini, dengan batas bawah Rp12.500-Rp12.600.
Selain itu, beberapa faktor global dan domestik masih mempengaruhi pelemahan rupiah. Menurut David, pelemahan Rupiah selain dipicu faktor global, juga karena dolar AS terus menguat atas sejumlah mata uang dunia lainnya.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/13/16701/104123_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Selain itu juga turut dipicu meningkatnya risiko perekonomian domestik menyusul, meningkatnya ekspektasi inflasi hingga akhir tahun yang diperkirakan Bank Indonesia (BI) bisa mencapai 7,7-8,1 persen. Kemudian akhir tahun banyak portofolio yang memang terdepresi dari dolar, sehingga memang menjadi semacam tradisi kalau akhir tahun meningkat,&quot; paparnya.
Dirinya menjelaskan, bahwa banyaknya pula beberapa pihak yang mencoba membayar utang akhir tempo. Serta kebijakan the Fed yang akan menaikkan tingkat suku bunga.
</content:encoded></item></channel></rss>
