<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Terus Anjlok Dekati Rp12.900</title><description>Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus meluncur. Pagi ini Rupiah anjlok hampir menyentuh Rp12.900.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/16/278/1079761/rupiah-terus-anjlok-dekati-rp12-900</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/12/16/278/1079761/rupiah-terus-anjlok-dekati-rp12-900"/><item><title>Rupiah Terus Anjlok Dekati Rp12.900</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/16/278/1079761/rupiah-terus-anjlok-dekati-rp12-900</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/12/16/278/1079761/rupiah-terus-anjlok-dekati-rp12-900</guid><pubDate>Selasa 16 Desember 2014 08:23 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/12/16/278/1079761/rupiah-terus-anjlok-dekati-rp12-900-eTUh795fQM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah Terus Anjlok Dekati Rp12.900 (Ilustrasi: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/12/16/278/1079761/rupiah-terus-anjlok-dekati-rp12-900-eTUh795fQM.jpg</image><title>Rupiah Terus Anjlok Dekati Rp12.900 (Ilustrasi: Okezone)</title></images><description>&amp;nbsp;
JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus meluncur. Pagi ini Rupiah anjlok hampir menyentuh Rp12.900.
Melansir Bloomberg, Selasa (16/12/2014), Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah 172 poin ke Rp12.885 per USD dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp12.713 per USD.
Dalam pergerakan awal, Rupiah bergerak cukup dalam di kisaran Rp12.743-Rp12.885 per USD. Sementara itu, Rupiah selama 52 minggu berada di kisaran Rp11.254-Rp12.885 per USD.
Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, Rupiah kemarin telah anjlok 2 persen karena adanya aksi jual asing. Rupiah melemah tajam bersama mata uang lain di Asia hingga Senin sore dan juga pelemahan IHSG sebesar 1 persen.
&amp;nbsp;
&quot;Kombinasi antara aksi jual asing di pasar modal, harapan kenaikan suku bunga the Fed serta besarnya kebutuhan dollar domestik menjadi penyebab utama pelemahan rupiah,&quot; ujarnya.
Menurutnya, Rupiah diperkirakan masih akan berada dalam tren pelemahan hingga kuartal I 2015. Namun, akan membaik setelahnya hingga akhir tahun 2015.
&quot;Walaupun dengan potensi pelemahan tajam saat atau menjelang kenaikan suku bunga the Fed yang diperkirakan terjadi di tahun depan,&quot; ujarnya.
Menurutnya, hari ini rupiah masih akan berada di dalam tren pelemahan walaupun derajat pelemahannya akan berkurang dibandingkan Senin kemarin.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;
JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus meluncur. Pagi ini Rupiah anjlok hampir menyentuh Rp12.900.
Melansir Bloomberg, Selasa (16/12/2014), Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah 172 poin ke Rp12.885 per USD dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp12.713 per USD.
Dalam pergerakan awal, Rupiah bergerak cukup dalam di kisaran Rp12.743-Rp12.885 per USD. Sementara itu, Rupiah selama 52 minggu berada di kisaran Rp11.254-Rp12.885 per USD.
Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, Rupiah kemarin telah anjlok 2 persen karena adanya aksi jual asing. Rupiah melemah tajam bersama mata uang lain di Asia hingga Senin sore dan juga pelemahan IHSG sebesar 1 persen.
&amp;nbsp;
&quot;Kombinasi antara aksi jual asing di pasar modal, harapan kenaikan suku bunga the Fed serta besarnya kebutuhan dollar domestik menjadi penyebab utama pelemahan rupiah,&quot; ujarnya.
Menurutnya, Rupiah diperkirakan masih akan berada dalam tren pelemahan hingga kuartal I 2015. Namun, akan membaik setelahnya hingga akhir tahun 2015.
&quot;Walaupun dengan potensi pelemahan tajam saat atau menjelang kenaikan suku bunga the Fed yang diperkirakan terjadi di tahun depan,&quot; ujarnya.
Menurutnya, hari ini rupiah masih akan berada di dalam tren pelemahan walaupun derajat pelemahannya akan berkurang dibandingkan Senin kemarin.

</content:encoded></item></channel></rss>
