<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jika Rupiah Terus seperti Ini Dampaknya Luar Biasa</title><description>Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani mengatakan, jika Rupiah dibiarkan saja, sesuatu yang luar biasa akan menimpa perekonomian Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/16/278/1079989/jika-rupiah-terus-seperti-ini-dampaknya-luar-biasa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/12/16/278/1079989/jika-rupiah-terus-seperti-ini-dampaknya-luar-biasa"/><item><title>Jika Rupiah Terus seperti Ini Dampaknya Luar Biasa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/16/278/1079989/jika-rupiah-terus-seperti-ini-dampaknya-luar-biasa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/12/16/278/1079989/jika-rupiah-terus-seperti-ini-dampaknya-luar-biasa</guid><pubDate>Selasa 16 Desember 2014 15:32 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/12/16/278/1079989/jika-rupiah-terus-seperti-ini-dampaknya-luar-biasa-vm7aXp5Lme.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jika Rupiah Terus seperti Ini Dampaknya Luar Biasa (Ilustrasi: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/12/16/278/1079989/jika-rupiah-terus-seperti-ini-dampaknya-luar-biasa-vm7aXp5Lme.jpg</image><title>Jika Rupiah Terus seperti Ini Dampaknya Luar Biasa (Ilustrasi: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta kepada pemerintah dan Bank Indonesia (BI) agar mengantisipasi pelemahan yang terjadi pada Rupiah. Seperti diketahui, Rupiah semakin terpuruk mendekati level Rp12.900 per USD.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan, jika hal ini dibiarkan saja, sesuatu yang luar biasa akan menimpa perekonomian Indonesia.

&quot;Mudah-mudahan waktu ke depan bisa diantisipasi, kalau terus-terusan begini, dampaknya akan luar biasa,&quot; tegas Hariyadi di Gedung Permata Kuningan, Selasa (16/12/2014).

Hariyadi pun bercerita, sempat berdiskusi dengan ekonom Standard Chartered Fauzi Ichsan mengenai kondisi nilai tukar Rupiah yang sangat melemah saat ini.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/27/16925/105438_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Saya komunikasi dengan pak Fauzi, kata dia pelemahan ini karena banyak utang luar negeri yang akan jatuh tempo tahun ini dengan bunga tinggi, dan suku bunga kita (BI Rate) yang hanya 7,75 persen,&quot; jelasnya.

Sebagai pengusaha nasional, Hariyadi pun mengutus rekan dari Kadin untuk mengikuti rapat dengan pemerintah dan BI mengenai situasi terakhir Rupiah.

&quot;Ada laporan, BI bilang fundamental ekonomi kita di atas Rp12.000 per USD. Jangan sampai salah ambil keputusan, mudah-mudahan ke depan akan lebih baik,&quot; harap Hariyadi.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta kepada pemerintah dan Bank Indonesia (BI) agar mengantisipasi pelemahan yang terjadi pada Rupiah. Seperti diketahui, Rupiah semakin terpuruk mendekati level Rp12.900 per USD.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan, jika hal ini dibiarkan saja, sesuatu yang luar biasa akan menimpa perekonomian Indonesia.

&quot;Mudah-mudahan waktu ke depan bisa diantisipasi, kalau terus-terusan begini, dampaknya akan luar biasa,&quot; tegas Hariyadi di Gedung Permata Kuningan, Selasa (16/12/2014).

Hariyadi pun bercerita, sempat berdiskusi dengan ekonom Standard Chartered Fauzi Ichsan mengenai kondisi nilai tukar Rupiah yang sangat melemah saat ini.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/27/16925/105438_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Saya komunikasi dengan pak Fauzi, kata dia pelemahan ini karena banyak utang luar negeri yang akan jatuh tempo tahun ini dengan bunga tinggi, dan suku bunga kita (BI Rate) yang hanya 7,75 persen,&quot; jelasnya.

Sebagai pengusaha nasional, Hariyadi pun mengutus rekan dari Kadin untuk mengikuti rapat dengan pemerintah dan BI mengenai situasi terakhir Rupiah.

&quot;Ada laporan, BI bilang fundamental ekonomi kita di atas Rp12.000 per USD. Jangan sampai salah ambil keputusan, mudah-mudahan ke depan akan lebih baik,&quot; harap Hariyadi.
</content:encoded></item></channel></rss>
