<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Anjlok, Sofjan Wanandi Tak Perlu Tanya Menkeu</title><description>Sofjan Wanandi mengetahui kenapa Rupiah melemah, dirinya bahkan menyebut tak perlu penjelasan dari Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/16/278/1080058/rupiah-anjlok-sofjan-wanandi-tak-perlu-tanya-menkeu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/12/16/278/1080058/rupiah-anjlok-sofjan-wanandi-tak-perlu-tanya-menkeu"/><item><title>Rupiah Anjlok, Sofjan Wanandi Tak Perlu Tanya Menkeu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/16/278/1080058/rupiah-anjlok-sofjan-wanandi-tak-perlu-tanya-menkeu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/12/16/278/1080058/rupiah-anjlok-sofjan-wanandi-tak-perlu-tanya-menkeu</guid><pubDate>Selasa 16 Desember 2014 16:55 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/12/16/278/1080058/rupiah-anjlok-sofjan-wanandi-tak-perlu-tanya-menkeu-jt5QQufXqY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah Anjlok, Sofjan Wanandi Tak Perlu Tanya Menkeu (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/12/16/278/1080058/rupiah-anjlok-sofjan-wanandi-tak-perlu-tanya-menkeu-jt5QQufXqY.jpg</image><title>Rupiah Anjlok, Sofjan Wanandi Tak Perlu Tanya Menkeu (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Tim Ahli Wapres Jusuf Kalla (JK) Sofjan Wanandi sudah mengetahui kenapa nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini sangat melemah. Tercatat, mata uang Garuda ini terpuruk nyaris menembus Rp12.900 per USD.

Bahkan dirinya menyebut, tidak perlu Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro untuk memberikan penjelasan akan hal tersebut.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/27/16925/105437_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Maka itu kalau kita tanya kenapa nilai tukar Rupiah terhadap dolar kita begitu. Saya bisa jawab tanpa pak Menkeu jawab,&quot; kata Sofjan di Gedung Permata Kuningan, Jakarta, Selasa (16/12/2014).

Sofjan menjelaskan, pelemahan Rupiah ini dikarenakan sudah menjelang akhir tahun, banyak yang mau liburan keluar negeri, sehingga kebutuhan dolar AS pun meningkat.

&quot;Hal ini pun ditambah dengan perbaikan pertumbuhan ekonomi AS,&quot; ucapnya.

Melansir Bloomberg, Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah 172 poin ke Rp12.885 per USD dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp12.713 per USD.

Dalam pergerakan awal, Rupiah bergerak cukup dalam di kisaran Rp12.743-Rp12.885 per USD. Sementara itu, Rupiah selama 52 Minggu berada di kisaran Rp11.254-Rp12.885 per USD.
</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Tim Ahli Wapres Jusuf Kalla (JK) Sofjan Wanandi sudah mengetahui kenapa nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini sangat melemah. Tercatat, mata uang Garuda ini terpuruk nyaris menembus Rp12.900 per USD.

Bahkan dirinya menyebut, tidak perlu Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro untuk memberikan penjelasan akan hal tersebut.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/27/16925/105437_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Maka itu kalau kita tanya kenapa nilai tukar Rupiah terhadap dolar kita begitu. Saya bisa jawab tanpa pak Menkeu jawab,&quot; kata Sofjan di Gedung Permata Kuningan, Jakarta, Selasa (16/12/2014).

Sofjan menjelaskan, pelemahan Rupiah ini dikarenakan sudah menjelang akhir tahun, banyak yang mau liburan keluar negeri, sehingga kebutuhan dolar AS pun meningkat.

&quot;Hal ini pun ditambah dengan perbaikan pertumbuhan ekonomi AS,&quot; ucapnya.

Melansir Bloomberg, Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah 172 poin ke Rp12.885 per USD dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp12.713 per USD.

Dalam pergerakan awal, Rupiah bergerak cukup dalam di kisaran Rp12.743-Rp12.885 per USD. Sementara itu, Rupiah selama 52 Minggu berada di kisaran Rp11.254-Rp12.885 per USD.
</content:encoded></item></channel></rss>
