<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sofjan Wanandi Pendam Unek-Unek Sampai Tak Bisa Tidur</title><description>Sofjan Wanandi, menceritakan unek-uneknya ketika baru pertama kali masuk ke pemerintahan hingga tidak bisa tidur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/16/320/1080063/sofjan-wanandi-pendam-unek-unek-sampai-tak-bisa-tidur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/12/16/320/1080063/sofjan-wanandi-pendam-unek-unek-sampai-tak-bisa-tidur"/><item><title>Sofjan Wanandi Pendam Unek-Unek Sampai Tak Bisa Tidur</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/16/320/1080063/sofjan-wanandi-pendam-unek-unek-sampai-tak-bisa-tidur</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/12/16/320/1080063/sofjan-wanandi-pendam-unek-unek-sampai-tak-bisa-tidur</guid><pubDate>Selasa 16 Desember 2014 17:26 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/12/16/320/1080063/sofjan-wanandi-pendam-unek-unek-sampai-tak-bisa-tidur-h2EeZqLsbQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sofjan Wanandi Pendam Unek-Unek Sampai Tak Bisa Tidur (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/12/16/320/1080063/sofjan-wanandi-pendam-unek-unek-sampai-tak-bisa-tidur-h2EeZqLsbQ.jpg</image><title>Sofjan Wanandi Pendam Unek-Unek Sampai Tak Bisa Tidur (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Ketua Tim Ahli Wapres Jusuf Kalla (JK), Sofjan Wanandi, menceritakan keluh kesahnya ketika baru pertama kali masuk ke pemerintahan. Sebelumnya Sofjan adalah ketua umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Menurutnya, baru pertama kali dirinya absen ketika masuk ke pemerintahan. Padahal ketika menjadi pengusaha, dirinya tidak pernah absen.

&quot;Ini saya selalu diledek, masuk ke pemerintahan baru 1 atau 1,5 bulan. Seumur hidup enggak pernah absen, tapi ini absensi tiga kali sehari biar enggak lari ke mana-mana,&quot; ucap Sofjan sambil diikuti gelak tawa peserta di Gedung Permata Kuningan, Jakarta, Selasa (16/12/2014).

Menurut dia, pengalaman pertama kalinya masuk ke pemerintahan belum tahu apakah disukai atau tidak. Tapi secara umum, masuk ke pemerintahan merupakan hal yang berbeda saat menjadi pengusaha.

&quot;Saya pernah sebagai parlemen, sampai jadi buronan, dan saya baru di pemerintah. Masuk ke sini bagaimana tingginya kompleksnya untuk selesaikan prioritas-prioritas. Saya ikuti mulai kenaikan harga BBM. Saya dilibatkan dengan Pak JK, lalu program &amp;lsquo;kartu sakti&amp;rsquo; itu,&quot; ucapnya.

Sofyan mengakui, ketika dirinya masuk ke pemerintahan banyak sekali hal-hal yang harus diselesaikan, seperti tingkat kesenjangan sosial yang semakin tinggi, harga komoditi ekspor yang turun, dan masalah lainnya.

&quot;Ini saya pusing, kalau dulu (jadi pengusaha) saya gampang sekali kritisi, tapi sekarang saya lebih banyak diam. Diminta TV, radio, koran untuk berkomentar, tapi saya bilang suruh cari Pak Hariyadi atau yang lainnya saja,&quot; ungkapnya.

Bahkan, dirinya mengungkapkan menjadi jadi susah tidur karena tidak dapat mengeluarkan unek-unek yang ada di dalam pikiran.

&quot;Kadang-kadang saja jadi susah tidur, unek-uneknya enggak bisa dikeluarkan. Enggak kaya dulu yang gampang kritisi,&quot; jelasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Ketua Tim Ahli Wapres Jusuf Kalla (JK), Sofjan Wanandi, menceritakan keluh kesahnya ketika baru pertama kali masuk ke pemerintahan. Sebelumnya Sofjan adalah ketua umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Menurutnya, baru pertama kali dirinya absen ketika masuk ke pemerintahan. Padahal ketika menjadi pengusaha, dirinya tidak pernah absen.

&quot;Ini saya selalu diledek, masuk ke pemerintahan baru 1 atau 1,5 bulan. Seumur hidup enggak pernah absen, tapi ini absensi tiga kali sehari biar enggak lari ke mana-mana,&quot; ucap Sofjan sambil diikuti gelak tawa peserta di Gedung Permata Kuningan, Jakarta, Selasa (16/12/2014).

Menurut dia, pengalaman pertama kalinya masuk ke pemerintahan belum tahu apakah disukai atau tidak. Tapi secara umum, masuk ke pemerintahan merupakan hal yang berbeda saat menjadi pengusaha.

&quot;Saya pernah sebagai parlemen, sampai jadi buronan, dan saya baru di pemerintah. Masuk ke sini bagaimana tingginya kompleksnya untuk selesaikan prioritas-prioritas. Saya ikuti mulai kenaikan harga BBM. Saya dilibatkan dengan Pak JK, lalu program &amp;lsquo;kartu sakti&amp;rsquo; itu,&quot; ucapnya.

Sofyan mengakui, ketika dirinya masuk ke pemerintahan banyak sekali hal-hal yang harus diselesaikan, seperti tingkat kesenjangan sosial yang semakin tinggi, harga komoditi ekspor yang turun, dan masalah lainnya.

&quot;Ini saya pusing, kalau dulu (jadi pengusaha) saya gampang sekali kritisi, tapi sekarang saya lebih banyak diam. Diminta TV, radio, koran untuk berkomentar, tapi saya bilang suruh cari Pak Hariyadi atau yang lainnya saja,&quot; ungkapnya.

Bahkan, dirinya mengungkapkan menjadi jadi susah tidur karena tidak dapat mengeluarkan unek-unek yang ada di dalam pikiran.

&quot;Kadang-kadang saja jadi susah tidur, unek-uneknya enggak bisa dikeluarkan. Enggak kaya dulu yang gampang kritisi,&quot; jelasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
