<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KAI Khawatir Jalur Selatan Rawan Longsor</title><description>PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyebut titik rawan di jalur Selatan akan diantisipasi dengan alat material untuk siaga (AMUS).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/19/320/1081440/kai-khawatir-jalur-selatan-rawan-longsor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/12/19/320/1081440/kai-khawatir-jalur-selatan-rawan-longsor"/><item><title>KAI Khawatir Jalur Selatan Rawan Longsor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/19/320/1081440/kai-khawatir-jalur-selatan-rawan-longsor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/12/19/320/1081440/kai-khawatir-jalur-selatan-rawan-longsor</guid><pubDate>Jum'at 19 Desember 2014 12:12 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/12/19/320/1081440/kai-khawatir-jalur-selatan-rawan-longsor-eX4lKvWXNR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KAI Khawatir Jalur Selatan Rawan Longsor (Ilustrasi: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/12/19/320/1081440/kai-khawatir-jalur-selatan-rawan-longsor-eX4lKvWXNR.jpg</image><title>KAI Khawatir Jalur Selatan Rawan Longsor (Ilustrasi: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyebut momentum Natal 2014 dan Tahun Baru 2015 bersamaan dengan musim penghujan. Di mana, titik-titik rawan di jalur Selatan akan diantisipasi dengan alat material untuk siaga (AMUS).

Direktur Utama PT KAI (Persero) Edi Sukmoro mengatakan, jalur Selatan lebih rawan terkena bencana dibandingkan dengan jalur Utara.

&quot;Secara umum yang kemungkinan rawan itu jalur selatan, karena beberapa titik memungkinkan kalau hujan terus longsoran,&quot; kata Edi di Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat (19/12/2014).
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/05/21/14761/92945_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Edi menambahkan, kondisi jalur yang lebih banyak berada ditebing dan juga berkelok ini patut dikhawatirkan jikalau terus terjadi hujan.

&quot;Tanahnya itu gembur, kalau tepatnya itu jalur selatan keluar Bandung mulai Melipir sampai Banjar, Ciamis juga, tapi kita pantau harian, orang kita ekstra mengeceknya,&quot; tambahnya.

Sedangkan untuk jalur Utara, sambung Edi, bukan tidak adanya rawan bencana. Jika di jalur tersebut yang ditakutkan adalah di wilayah-wilayah persimpangan.

&quot;Kalau utara itu bukan rawan karena alam, tetapi persimpangan, kita antisipasi dengan menurunkan banyak personil,&quot; tukas dia.
</description><content:encoded>JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyebut momentum Natal 2014 dan Tahun Baru 2015 bersamaan dengan musim penghujan. Di mana, titik-titik rawan di jalur Selatan akan diantisipasi dengan alat material untuk siaga (AMUS).

Direktur Utama PT KAI (Persero) Edi Sukmoro mengatakan, jalur Selatan lebih rawan terkena bencana dibandingkan dengan jalur Utara.

&quot;Secara umum yang kemungkinan rawan itu jalur selatan, karena beberapa titik memungkinkan kalau hujan terus longsoran,&quot; kata Edi di Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat (19/12/2014).
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/05/21/14761/92945_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Edi menambahkan, kondisi jalur yang lebih banyak berada ditebing dan juga berkelok ini patut dikhawatirkan jikalau terus terjadi hujan.

&quot;Tanahnya itu gembur, kalau tepatnya itu jalur selatan keluar Bandung mulai Melipir sampai Banjar, Ciamis juga, tapi kita pantau harian, orang kita ekstra mengeceknya,&quot; tambahnya.

Sedangkan untuk jalur Utara, sambung Edi, bukan tidak adanya rawan bencana. Jika di jalur tersebut yang ditakutkan adalah di wilayah-wilayah persimpangan.

&quot;Kalau utara itu bukan rawan karena alam, tetapi persimpangan, kita antisipasi dengan menurunkan banyak personil,&quot; tukas dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
