<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Sofyan Tak Ingin APBN Tersandera Subsidi BBM</title><description>Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil mengungkapkan tak ingin APBN tersandera subsidi BBM.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/22/20/1082388/menko-sofyan-tak-ingin-apbn-tersandera-subsidi-bbm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/12/22/20/1082388/menko-sofyan-tak-ingin-apbn-tersandera-subsidi-bbm"/><item><title>Menko Sofyan Tak Ingin APBN Tersandera Subsidi BBM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/22/20/1082388/menko-sofyan-tak-ingin-apbn-tersandera-subsidi-bbm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/12/22/20/1082388/menko-sofyan-tak-ingin-apbn-tersandera-subsidi-bbm</guid><pubDate>Senin 22 Desember 2014 14:09 WIB</pubDate><dc:creator>Raisa Adila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/12/22/20/1082388/menko-sofyan-tak-ingin-apbn-tersandera-subsidi-bbm-tdnddfMWwo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Sofyan Tak Ingin APBN Tersandera Subsidi BBM (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/12/22/20/1082388/menko-sofyan-tak-ingin-apbn-tersandera-subsidi-bbm-tdnddfMWwo.jpg</image><title>Menko Sofyan Tak Ingin APBN Tersandera Subsidi BBM (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah siap memasukkan subsidi tetap untuk Premium dan Solar ke dalam revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBNP) 2015. Kebijakan ini dianggap baik karena selama ini APBN tersandera dengan hal-hal di luar kontrol pemerintah.
&amp;nbsp;

&quot;Kita ingin APBNP kita tidak tersandera dengan hal-hal di luar kontrol. Kalau dulu harga minyak dunia naik jadi beban,&quot; ungkap Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil saat ditemui di kantornya, Senin (22/12/2014).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/11/18/17264/107562_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Penerapan subsidi tetap nantinya akan membuat harga Premium dan Solar menjadi naik turun sesuai dengan harga minyak dunia. Namun, APBN akan menjadi lebih terkontrol dengan adanya subsidi tersebut.
&quot;Makanya dulu pemerintah tidak bisa alokasikan dana yang cukup seperti untuk infrastruktur, karena harga minyak yang naik turun,&quot; kata dia.
Sofyan menambahkan, dengan adanya subsidi tetap ini pemerintah akan lebih mudah memperkirakan berapa maksimum subsidi yang dikeluarkan. Sehingga perubahan harga minyak dunia dan kurs tidak akan menyandera APBN lagi.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah siap memasukkan subsidi tetap untuk Premium dan Solar ke dalam revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBNP) 2015. Kebijakan ini dianggap baik karena selama ini APBN tersandera dengan hal-hal di luar kontrol pemerintah.
&amp;nbsp;

&quot;Kita ingin APBNP kita tidak tersandera dengan hal-hal di luar kontrol. Kalau dulu harga minyak dunia naik jadi beban,&quot; ungkap Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil saat ditemui di kantornya, Senin (22/12/2014).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/11/18/17264/107562_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Penerapan subsidi tetap nantinya akan membuat harga Premium dan Solar menjadi naik turun sesuai dengan harga minyak dunia. Namun, APBN akan menjadi lebih terkontrol dengan adanya subsidi tersebut.
&quot;Makanya dulu pemerintah tidak bisa alokasikan dana yang cukup seperti untuk infrastruktur, karena harga minyak yang naik turun,&quot; kata dia.
Sofyan menambahkan, dengan adanya subsidi tetap ini pemerintah akan lebih mudah memperkirakan berapa maksimum subsidi yang dikeluarkan. Sehingga perubahan harga minyak dunia dan kurs tidak akan menyandera APBN lagi.
</content:encoded></item></channel></rss>
