<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kilang Pertamina Sulit Penuhi Kebutuhan Pertamax</title><description>Pertamina tidak akan siap jika saat ini BBM Ron 88 (Premium) langsung dihentikan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/23/19/1082774/kilang-pertamina-sulit-penuhi-kebutuhan-pertamax</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/12/23/19/1082774/kilang-pertamina-sulit-penuhi-kebutuhan-pertamax"/><item><title>Kilang Pertamina Sulit Penuhi Kebutuhan Pertamax</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/23/19/1082774/kilang-pertamina-sulit-penuhi-kebutuhan-pertamax</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/12/23/19/1082774/kilang-pertamina-sulit-penuhi-kebutuhan-pertamax</guid><pubDate>Selasa 23 Desember 2014 10:09 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/12/23/19/1082774/kilang-pertamina-sulit-penuhi-kebutuhan-pertamax-XaUD9JpExp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi BBM premium. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/12/23/19/1082774/kilang-pertamina-sulit-penuhi-kebutuhan-pertamax-XaUD9JpExp.jpg</image><title>Ilustrasi BBM premium. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) siap menjalankan rekomendasi Tim Reformasi Tata Kelola Migas jika pemerintah menyetujuinya. Salah satu poin rekomendasi yang menjadi fokus Pertamina adalah penghapusan bensin RON 88.

&quot;Jika pemerintah menerima rekomendasi tersebut maka Pertamina akan mendukung ,&quot; kata Direktur Marketing and Trading Pertamina Ahmad Bambang di Jakarta, Selasa (23/12/2014).

Namun, Pertamina tidak akan siap jika saat ini BBM Ron 88 (Premium) langsung dihentikan. Pertamina akan siap penghapusan RON 88 diterapkan secara bertahap. &quot;Karenanya setahu kami rekomendasi TRTKM tentang penghapusan RON 88 itu dilakukan secara bertahap,&quot; sebutnya.

Menurut Ahmad, saat ini produksi kilang Pertamina untuk RON 92 hanya 200.000 barel per bulan sedangkan produksi Naphta lebih dari 3,5 juta barel per bulan. Naphta ini harganya murah dan mengandung Ron 60 sampai dengan 70-an, sehingga harus di blending dengan Ron 92 atau lebih agar bisa menjadi Premium.

&quot;Jika Ron 88 dihapus, maka Pertamina harus mengolah lagi Naphta tersebut agar menjadi Ron 92 bahkan lebih. Ini lah yang disiapkan Pertamina melalui proses di kilang TPPI di Tuban Jawa Timur serta menyiapkan infrastruktur lainnya seperti tangki dan menyiapkan alat angkutannya berupa kapal,&quot; lanjutnya.

Dia menjelaskan, jika kilang TPPI sudah operasi penuh, maka Pertamina bisa memproduksi lebih dari 5 juta barel per bulan Ron 92. Namun, ini masih belum dapat memenuhi kebutuhan sehingga masih perlu impor Ron 92. Kebutuhan baru bisa diatasi jika RDMP dan kilang GRR telah beroperasi.

&quot;Terkait kilang TPPI di Tuban. untuk operasional TPPI, ini urusan Pertamina dengan Pemerintah, proses ini diharapkan bisa selesai dalam tiga sampai enam bulan. Tetapi untuk RDMP dan kilang baru bisa selesai dalam empat sampai enam tahun,&quot; sambungnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) siap menjalankan rekomendasi Tim Reformasi Tata Kelola Migas jika pemerintah menyetujuinya. Salah satu poin rekomendasi yang menjadi fokus Pertamina adalah penghapusan bensin RON 88.

&quot;Jika pemerintah menerima rekomendasi tersebut maka Pertamina akan mendukung ,&quot; kata Direktur Marketing and Trading Pertamina Ahmad Bambang di Jakarta, Selasa (23/12/2014).

Namun, Pertamina tidak akan siap jika saat ini BBM Ron 88 (Premium) langsung dihentikan. Pertamina akan siap penghapusan RON 88 diterapkan secara bertahap. &quot;Karenanya setahu kami rekomendasi TRTKM tentang penghapusan RON 88 itu dilakukan secara bertahap,&quot; sebutnya.

Menurut Ahmad, saat ini produksi kilang Pertamina untuk RON 92 hanya 200.000 barel per bulan sedangkan produksi Naphta lebih dari 3,5 juta barel per bulan. Naphta ini harganya murah dan mengandung Ron 60 sampai dengan 70-an, sehingga harus di blending dengan Ron 92 atau lebih agar bisa menjadi Premium.

&quot;Jika Ron 88 dihapus, maka Pertamina harus mengolah lagi Naphta tersebut agar menjadi Ron 92 bahkan lebih. Ini lah yang disiapkan Pertamina melalui proses di kilang TPPI di Tuban Jawa Timur serta menyiapkan infrastruktur lainnya seperti tangki dan menyiapkan alat angkutannya berupa kapal,&quot; lanjutnya.

Dia menjelaskan, jika kilang TPPI sudah operasi penuh, maka Pertamina bisa memproduksi lebih dari 5 juta barel per bulan Ron 92. Namun, ini masih belum dapat memenuhi kebutuhan sehingga masih perlu impor Ron 92. Kebutuhan baru bisa diatasi jika RDMP dan kilang GRR telah beroperasi.

&quot;Terkait kilang TPPI di Tuban. untuk operasional TPPI, ini urusan Pertamina dengan Pemerintah, proses ini diharapkan bisa selesai dalam tiga sampai enam bulan. Tetapi untuk RDMP dan kilang baru bisa selesai dalam empat sampai enam tahun,&quot; sambungnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
