<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jelang MEA 2015, Kontraktor Indonesia Mampu Bersaing</title><description>Ketua LPJKN Tri Widjayanto mengatakan dalam  menghadapi pasar bebas, kontraktor Indonesia dinilai mampu bersaing  dengan asing.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/23/320/1083136/jelang-mea-2015-kontraktor-indonesia-mampu-bersaing</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/12/23/320/1083136/jelang-mea-2015-kontraktor-indonesia-mampu-bersaing"/><item><title>Jelang MEA 2015, Kontraktor Indonesia Mampu Bersaing</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/23/320/1083136/jelang-mea-2015-kontraktor-indonesia-mampu-bersaing</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/12/23/320/1083136/jelang-mea-2015-kontraktor-indonesia-mampu-bersaing</guid><pubDate>Selasa 23 Desember 2014 19:32 WIB</pubDate><dc:creator>Meutia Febrina Anugrah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/12/23/320/1083136/jelang-mea-2015-kontraktor-indonesia-mampu-bersaing-dpP6w8skKZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jelang MEA 2015, Kontraktor Indonesia Mampu Bersaing (Ilustrasi: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/12/23/320/1083136/jelang-mea-2015-kontraktor-indonesia-mampu-bersaing-dpP6w8skKZ.jpg</image><title>Jelang MEA 2015, Kontraktor Indonesia Mampu Bersaing (Ilustrasi: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Menyambut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sejumlah persiapan dilakukan, termasuk dari sektor konstruksi. Pembenahan yang dilakukan dalam sektor ini adalah melakukan sertifikasi terhadap tenaga kerja di Indonesia.
Menurut Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJKN) Tri Widjayanto dalam menghadapi pasar bebas, kontraktor Indonesia dinilai mampu bersaing dengan asing.
&quot;Kontraktor kita dengan asing dalam daya saing tidak kalah sebenarnya. Daya saing itu sendiri terdiri atas beberapa faktor. Pertama sumber daya manusia (SDM). SDM kita secara relatifly tidak kalah. Kedua teknologi. Kita enggak ketinggalan kok, dalam arti kita menguasai teknologi yang mereka aplikasikan,&quot; kata dia di Gedung Kementerian PUPR di Jakarta, Selasa (23/12/2014).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/12/22/17729/110444_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Bahkan, lanjut Tri, para tenaga kerja Indonesia ini dilengkapi dengan sertifikat untuk enginer dan konsultan dalam menyambut MEA.
Berdasarkan data dari Kementerian PUPR, pertambahan tenaga terampil selama enam tahun terakhir mencapai 389 ribu jiwa dengan rata-rata 65 ribu per tahun. Pertambahan tenaga ahli selama enam tahun terakhir sebanyak 51 ribu jiwa dengan rata-rata 8.500 orang per tahun.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Menyambut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sejumlah persiapan dilakukan, termasuk dari sektor konstruksi. Pembenahan yang dilakukan dalam sektor ini adalah melakukan sertifikasi terhadap tenaga kerja di Indonesia.
Menurut Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJKN) Tri Widjayanto dalam menghadapi pasar bebas, kontraktor Indonesia dinilai mampu bersaing dengan asing.
&quot;Kontraktor kita dengan asing dalam daya saing tidak kalah sebenarnya. Daya saing itu sendiri terdiri atas beberapa faktor. Pertama sumber daya manusia (SDM). SDM kita secara relatifly tidak kalah. Kedua teknologi. Kita enggak ketinggalan kok, dalam arti kita menguasai teknologi yang mereka aplikasikan,&quot; kata dia di Gedung Kementerian PUPR di Jakarta, Selasa (23/12/2014).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/12/22/17729/110444_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Bahkan, lanjut Tri, para tenaga kerja Indonesia ini dilengkapi dengan sertifikat untuk enginer dan konsultan dalam menyambut MEA.
Berdasarkan data dari Kementerian PUPR, pertambahan tenaga terampil selama enam tahun terakhir mencapai 389 ribu jiwa dengan rata-rata 65 ribu per tahun. Pertambahan tenaga ahli selama enam tahun terakhir sebanyak 51 ribu jiwa dengan rata-rata 8.500 orang per tahun.
</content:encoded></item></channel></rss>
