<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPPU Cium Indikasi Kartel di Premium</title><description>Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) menilai indikasi kartel pada bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/24/19/1083367/kppu-cium-indikasi-kartel-di-premium</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/12/24/19/1083367/kppu-cium-indikasi-kartel-di-premium"/><item><title>KPPU Cium Indikasi Kartel di Premium</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/24/19/1083367/kppu-cium-indikasi-kartel-di-premium</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/12/24/19/1083367/kppu-cium-indikasi-kartel-di-premium</guid><pubDate>Rabu 24 Desember 2014 13:02 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/12/24/19/1083367/kppu-cium-indikasi-kartel-di-premium-yitJdWbLBs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KPPU Cium Indikasi Kartel di Premium (Ilustrasi: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/12/24/19/1083367/kppu-cium-indikasi-kartel-di-premium-yitJdWbLBs.jpg</image><title>KPPU Cium Indikasi Kartel di Premium (Ilustrasi: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) menilai indikasi kartel pada bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium. Hal itu disebabkan lantaran Indonesia merupakan satu-satunya negara ASEAN yang mengimpor BBM dengan RON 88.

&quot;Untuk RON 88 suplainya di dunia internasional terbatas, pemainnya cuma 2-3 untuk yang besar-besar, pembelinya untuk ASEAN hanya Indonesia yang menggunakan, artinya Indonesia ini pembeli tunggal,&quot; kata Komisioner KPPU Syarkawi kepada Okezone, Jakarta, Rabu (24/12/2014).

Syarkawi menjelaskan, dengan kondisi Indonesia menjadi pembeli tunggal, seharusnya harga beli tersebut dapat ditekan menjadi lebih rendah lagi.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/11/27/17396/108349_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Idealnya Indonesia harus menentukan harga beli, karena punya bargain power, tapi Pertamina tidak bisa, padahal kan kalau pembeli tunggal Pertamina bisa bahwa barang tersebut tidak laku,&quot; tambahnya.

Oleh karena itu, dengan hanya menjadi pemain tunggal, PT Pertamina diindikasi melakukan kartel pula pada BBM subsidi jenis Premium.

&quot;Pertamina bisa saja menghadapi kartel di RON 88, karena ini menarik, KPPU juga mau fokus ke internasional kartel, kecenderungan ke sana akan makin kuat,&quot; tukas dia.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) menilai indikasi kartel pada bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium. Hal itu disebabkan lantaran Indonesia merupakan satu-satunya negara ASEAN yang mengimpor BBM dengan RON 88.

&quot;Untuk RON 88 suplainya di dunia internasional terbatas, pemainnya cuma 2-3 untuk yang besar-besar, pembelinya untuk ASEAN hanya Indonesia yang menggunakan, artinya Indonesia ini pembeli tunggal,&quot; kata Komisioner KPPU Syarkawi kepada Okezone, Jakarta, Rabu (24/12/2014).

Syarkawi menjelaskan, dengan kondisi Indonesia menjadi pembeli tunggal, seharusnya harga beli tersebut dapat ditekan menjadi lebih rendah lagi.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/11/27/17396/108349_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Idealnya Indonesia harus menentukan harga beli, karena punya bargain power, tapi Pertamina tidak bisa, padahal kan kalau pembeli tunggal Pertamina bisa bahwa barang tersebut tidak laku,&quot; tambahnya.

Oleh karena itu, dengan hanya menjadi pemain tunggal, PT Pertamina diindikasi melakukan kartel pula pada BBM subsidi jenis Premium.

&quot;Pertamina bisa saja menghadapi kartel di RON 88, karena ini menarik, KPPU juga mau fokus ke internasional kartel, kecenderungan ke sana akan makin kuat,&quot; tukas dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
