<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Akan Terimbas Penguatan Dolar</title><description>Pergerakan nilai tukar Rupiah diperkirakan kembali melemah, seiring  dengan berbalik positifnya nilai tukar dolar Amerika Serikat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/24/278/1083233/rupiah-akan-terimbas-penguatan-dolar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/12/24/278/1083233/rupiah-akan-terimbas-penguatan-dolar"/><item><title>Rupiah Akan Terimbas Penguatan Dolar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/24/278/1083233/rupiah-akan-terimbas-penguatan-dolar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/12/24/278/1083233/rupiah-akan-terimbas-penguatan-dolar</guid><pubDate>Rabu 24 Desember 2014 08:02 WIB</pubDate><dc:creator>Prabawati Sriningrum </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/12/24/278/1083233/rupiah-akan-terimbas-penguatan-dolar-0pr5TUgBfc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah Akan Terimbas Penguatan Dolar (Ilustrasi: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/12/24/278/1083233/rupiah-akan-terimbas-penguatan-dolar-0pr5TUgBfc.jpg</image><title>Rupiah Akan Terimbas Penguatan Dolar (Ilustrasi: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Pergerakan nilai tukar Rupiah diperkirakan kembali melemah, seiring dengan berbalik positifnya nilai tukar dolar Amerika Serikat. Masih adanya imbas dari rilis data-data ekonomi AS yang kian naik, membuat sentimen negatif masih akan  menyelimuti.

Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menyatakan, harus diwaspadai potensi pelemahan lanjutan Rp12.468-12.448 per USD(kurs tengah BI).

Dirinya mengatakan, laju Rupiah yang berada di bawah target level support Rp12.475 lantaran didukung beredarnya perkiraan akan membaiknya rilis data-data Amerika Serikat (AS) yang membuat laju dolar kembali mengalami peningkatan.

&quot;Terutama untuk rilis data GDP AS yang akan diperkirakan akan meningkat. Ekspektasi itu, membuat pelaku pasar kembali memilih mentransaksikan USD dan tentu saja nilainya menguat,&quot; Reza dalam risetnya di Jakarta, Rabu (24/12/2014).

Reza menilai, adanya ekspektasi rilis data-data ekonomi Inggris yang masih melambat membuat laju poundsterling akan melemah. Sehingga potensi Rupiah menguat menjadi berkurang.

&quot;Membuat pergerakan Rupiah kembali melemah seiring berbalik naiknya Dolar AS. Tentu saja masih adanya imbas dari rilis data-data ekonomi AS yang kian naik itu, membuat sentimen negatif berimbas pada adanya potensi pelemahan berkelanjutan,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Pergerakan nilai tukar Rupiah diperkirakan kembali melemah, seiring dengan berbalik positifnya nilai tukar dolar Amerika Serikat. Masih adanya imbas dari rilis data-data ekonomi AS yang kian naik, membuat sentimen negatif masih akan  menyelimuti.

Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menyatakan, harus diwaspadai potensi pelemahan lanjutan Rp12.468-12.448 per USD(kurs tengah BI).

Dirinya mengatakan, laju Rupiah yang berada di bawah target level support Rp12.475 lantaran didukung beredarnya perkiraan akan membaiknya rilis data-data Amerika Serikat (AS) yang membuat laju dolar kembali mengalami peningkatan.

&quot;Terutama untuk rilis data GDP AS yang akan diperkirakan akan meningkat. Ekspektasi itu, membuat pelaku pasar kembali memilih mentransaksikan USD dan tentu saja nilainya menguat,&quot; Reza dalam risetnya di Jakarta, Rabu (24/12/2014).

Reza menilai, adanya ekspektasi rilis data-data ekonomi Inggris yang masih melambat membuat laju poundsterling akan melemah. Sehingga potensi Rupiah menguat menjadi berkurang.

&quot;Membuat pergerakan Rupiah kembali melemah seiring berbalik naiknya Dolar AS. Tentu saja masih adanya imbas dari rilis data-data ekonomi AS yang kian naik itu, membuat sentimen negatif berimbas pada adanya potensi pelemahan berkelanjutan,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
