<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Butuh Modal, Kertas Leces Cari Investor Asing</title><description>Salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara tengah di ambang krisis kehancuran.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/24/320/1083461/butuh-modal-kertas-leces-cari-investor-asing</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/12/24/320/1083461/butuh-modal-kertas-leces-cari-investor-asing"/><item><title>Butuh Modal, Kertas Leces Cari Investor Asing</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/24/320/1083461/butuh-modal-kertas-leces-cari-investor-asing</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/12/24/320/1083461/butuh-modal-kertas-leces-cari-investor-asing</guid><pubDate>Rabu 24 Desember 2014 16:20 WIB</pubDate><dc:creator>Athurtian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/12/24/320/1083461/butuh-modal-kertas-leces-cari-investor-asing-M3bg83v4bH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Butuh Modal, Kertas Leces Cari Investor Asing (Ilustrasi: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/12/24/320/1083461/butuh-modal-kertas-leces-cari-investor-asing-M3bg83v4bH.jpg</image><title>Butuh Modal, Kertas Leces Cari Investor Asing (Ilustrasi: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara tengah di ambang krisis kehancuran. Selama 9 tahun sejak tahun 2005-2013 PT Kertas Leces mengalami kerugian.

Menurut Direktur Utama PT Kertas Leces (Persero) Budi Kusmarwoto perusahaan sedang mencari dana segar sebagai modal tambahan untuk mengubah bisnis perseroan.

&quot;Kita ubah bisnis dari kertas konvensional ke kertas sekuriti yang lebih tinggi nilai marjin (jual)nya,&quot; ujar Dia di Kementerian BUMN Rabu (24/12/2014)

Dia menjelaskan bahwa untuk mengubah bisnis tersebut, memerlukan dana mencapai Rp300 miliar. Hal itu akan dilakukan dengan cara mencari pinjaman ke perbangkan atau mencari investor ke luar negeri.

&quot;Kita incar dua investor asal Amerika Serikat dan Tiongkok. Sistemnya patungan,&quot; katanya.

Pihaknya akan menandatangani MOU dengan pihak Tiongkok untuk kemungkinan kerja sama membentuk perusahaan patungan. Namun, untuk mewujudkan hal tersebut masih terkendala.

&quot;Kita akan realisasikan kerja sama ini setelah proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU),&quot; tandasnya.

Perlu diketahui PKPU akan dilaksanakan   pada tanggal 19 Januari 2015 di Pengadilan Negeri, Surabaya. Saat ini perseroan tengah menghadapi tuntutan penyelesaian utang terhadap 26 kreditur terdiri dari 21 concurrent, 3 preferences dan 2 separatis dengan total Rp2 triliun, sedangkan total aset hanya Rp1,2  triliun.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara tengah di ambang krisis kehancuran. Selama 9 tahun sejak tahun 2005-2013 PT Kertas Leces mengalami kerugian.

Menurut Direktur Utama PT Kertas Leces (Persero) Budi Kusmarwoto perusahaan sedang mencari dana segar sebagai modal tambahan untuk mengubah bisnis perseroan.

&quot;Kita ubah bisnis dari kertas konvensional ke kertas sekuriti yang lebih tinggi nilai marjin (jual)nya,&quot; ujar Dia di Kementerian BUMN Rabu (24/12/2014)

Dia menjelaskan bahwa untuk mengubah bisnis tersebut, memerlukan dana mencapai Rp300 miliar. Hal itu akan dilakukan dengan cara mencari pinjaman ke perbangkan atau mencari investor ke luar negeri.

&quot;Kita incar dua investor asal Amerika Serikat dan Tiongkok. Sistemnya patungan,&quot; katanya.

Pihaknya akan menandatangani MOU dengan pihak Tiongkok untuk kemungkinan kerja sama membentuk perusahaan patungan. Namun, untuk mewujudkan hal tersebut masih terkendala.

&quot;Kita akan realisasikan kerja sama ini setelah proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU),&quot; tandasnya.

Perlu diketahui PKPU akan dilaksanakan   pada tanggal 19 Januari 2015 di Pengadilan Negeri, Surabaya. Saat ini perseroan tengah menghadapi tuntutan penyelesaian utang terhadap 26 kreditur terdiri dari 21 concurrent, 3 preferences dan 2 separatis dengan total Rp2 triliun, sedangkan total aset hanya Rp1,2  triliun.
</content:encoded></item></channel></rss>
