<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Empat Negara Jajah Pasar Properti London</title><description>Menurut catatan dari Perusahaan Real Estat Knight Frank, ada empat negara asal Asia yang menguasai pasar properti London.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/26/470/1084237/empat-negara-jajah-pasar-properti-london</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/12/26/470/1084237/empat-negara-jajah-pasar-properti-london"/><item><title>Empat Negara Jajah Pasar Properti London</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/26/470/1084237/empat-negara-jajah-pasar-properti-london</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/12/26/470/1084237/empat-negara-jajah-pasar-properti-london</guid><pubDate>Jum'at 26 Desember 2014 21:13 WIB</pubDate><dc:creator>Meutia Febrina Anugrah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/12/26/470/1084237/empat-negara-jajah-pasar-properti-london-UTDgMgE2lc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Empat Negara Jajah Pasar Properti London (Foto : Ilustrasi/World Property Channel)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/12/26/470/1084237/empat-negara-jajah-pasar-properti-london-UTDgMgE2lc.jpg</image><title>Empat Negara Jajah Pasar Properti London (Foto : Ilustrasi/World Property Channel)</title></images><description>
LONDON - Pasar properti London kian dianggap seksi oleh pembeli asing. Menurut catatan dari Perusahaan Real Estat Knight Frank, ada empat negara asal Asia yang menguasai pasar properti London.
&quot;Pembeli asing pertama yang menguasai pasar properti London adalah China dengan persentase 11,5 persen. Diikuti oleh Hong Kong dan Rusia masing-masing dengan 5,2 persen, dan terakhir adalah Singapura dengan 3 persen,&quot; demikian dilansir dari laman CNBC, Jumat (26/12/2014).
Sementara itu, menurut konsultan properti Savills, ramainya pembeli asing asal Asia tersebut akhirnya ikut menaikkan inflasi harga rumah di London hingga 15 persen hingga akhir tahun. Dan diperkirakan akan terus melejit hingga 8,5 persen pada awal 2014.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/11/14/17218/107241_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Analis dari Battersea, Liew Kee Sin mengungkapkan, ramainya investor asal Asia menguasai pasar properti London disebabkan oleh pembeli Asia ingin mencoba peruntungan di pasar internasional.
&quot;Mereka sebelumnya banyak berinvestasi di Malaysia, Singapura, Australia juga. Tapi sudah waktunya bagi merkea untuk membuka diri dan melihat dunia dan melihat apakah bisa bersaing secara internasional,&quot; ujar dia.
</description><content:encoded>
LONDON - Pasar properti London kian dianggap seksi oleh pembeli asing. Menurut catatan dari Perusahaan Real Estat Knight Frank, ada empat negara asal Asia yang menguasai pasar properti London.
&quot;Pembeli asing pertama yang menguasai pasar properti London adalah China dengan persentase 11,5 persen. Diikuti oleh Hong Kong dan Rusia masing-masing dengan 5,2 persen, dan terakhir adalah Singapura dengan 3 persen,&quot; demikian dilansir dari laman CNBC, Jumat (26/12/2014).
Sementara itu, menurut konsultan properti Savills, ramainya pembeli asing asal Asia tersebut akhirnya ikut menaikkan inflasi harga rumah di London hingga 15 persen hingga akhir tahun. Dan diperkirakan akan terus melejit hingga 8,5 persen pada awal 2014.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/11/14/17218/107241_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Analis dari Battersea, Liew Kee Sin mengungkapkan, ramainya investor asal Asia menguasai pasar properti London disebabkan oleh pembeli Asia ingin mencoba peruntungan di pasar internasional.
&quot;Mereka sebelumnya banyak berinvestasi di Malaysia, Singapura, Australia juga. Tapi sudah waktunya bagi merkea untuk membuka diri dan melihat dunia dan melihat apakah bisa bersaing secara internasional,&quot; ujar dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
