<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Premium Tak Bisa Dihapus Begitu Saja!</title><description>Usulan Tim Reformasi Tata Kelola Migas untuk menghapus premium tidak akan bisa dilaksanakan dalam waktu dekat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/31/19/1086025/premium-tak-bisa-dihapus-begitu-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/12/31/19/1086025/premium-tak-bisa-dihapus-begitu-saja"/><item><title>Premium Tak Bisa Dihapus Begitu Saja!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/31/19/1086025/premium-tak-bisa-dihapus-begitu-saja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/12/31/19/1086025/premium-tak-bisa-dihapus-begitu-saja</guid><pubDate>Rabu 31 Desember 2014 08:58 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/12/31/19/1086025/premium-tak-bisa-dihapus-begitu-saja-ZP7vpvrhbu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Premium Tak Bisa Dihapus Begitu Saja! (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/12/31/19/1086025/premium-tak-bisa-dihapus-begitu-saja-ZP7vpvrhbu.jpg</image><title>Premium Tak Bisa Dihapus Begitu Saja! (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Usulan Tim Reformasi Tata Kelola Migas untuk menghapus RON 88 (premium) dan diganti dengan RON 92 (pertamax) dinilai tidak akan bisa dilaksanakan dalam waktu dekat.
Pengamat energi Marwan Batubara berpendapat, jika kilang minyak di Indonesia dipaksakan untuk memproduksi RON 92 akan menghabiskan biaya mahal.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/11/18/17264/107565_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Soal siap itu siap, cuma biayanya bisa lebih tinggi, misalnya di Singapura biaya harganya 94 persen terhadap harga jual, nah di kilang kita bisa saja 104 atau 110 persen, karena kilang kita banyak yang tua,&quot; papar Marwan kepada Okezone, Rabu (31/12/2014).
Dia mengatakan bahwa biaya tersebut bisa diturunkan dengan cara memodernisasi kilang minyak yang ada. Namun sayangnya Marwan menyebutkan butuh waktu empat tahun untuk menunggu modernisasi kilang tua.
&quot;Artinya buat apa RON 88 dihapus kalau kilang kita belum siap,&quot; jelasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Usulan Tim Reformasi Tata Kelola Migas untuk menghapus RON 88 (premium) dan diganti dengan RON 92 (pertamax) dinilai tidak akan bisa dilaksanakan dalam waktu dekat.
Pengamat energi Marwan Batubara berpendapat, jika kilang minyak di Indonesia dipaksakan untuk memproduksi RON 92 akan menghabiskan biaya mahal.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/11/18/17264/107565_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Soal siap itu siap, cuma biayanya bisa lebih tinggi, misalnya di Singapura biaya harganya 94 persen terhadap harga jual, nah di kilang kita bisa saja 104 atau 110 persen, karena kilang kita banyak yang tua,&quot; papar Marwan kepada Okezone, Rabu (31/12/2014).
Dia mengatakan bahwa biaya tersebut bisa diturunkan dengan cara memodernisasi kilang minyak yang ada. Namun sayangnya Marwan menyebutkan butuh waktu empat tahun untuk menunggu modernisasi kilang tua.
&quot;Artinya buat apa RON 88 dihapus kalau kilang kita belum siap,&quot; jelasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
