<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pesawat AirAsia Jatuh, Maskapai Harus Evaluasi Faktor Berikut</title><description>Jatuhnya pesawat AirAsia QZ 8501 disebabkan oleh manajemen waktu yang kurang baik yang diterapkan oleh maskapai terhadap kru.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/31/320/1086307/pesawat-airasia-jatuh-maskapai-harus-evaluasi-faktor-berikut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2014/12/31/320/1086307/pesawat-airasia-jatuh-maskapai-harus-evaluasi-faktor-berikut"/><item><title>Pesawat AirAsia Jatuh, Maskapai Harus Evaluasi Faktor Berikut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2014/12/31/320/1086307/pesawat-airasia-jatuh-maskapai-harus-evaluasi-faktor-berikut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2014/12/31/320/1086307/pesawat-airasia-jatuh-maskapai-harus-evaluasi-faktor-berikut</guid><pubDate>Rabu 31 Desember 2014 23:17 WIB</pubDate><dc:creator>Prabawati Sriningrum </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/12/31/320/1086307/pesawat-airasia-jatuh-maskapai-harus-evaluasi-faktor-berikut-Ff1VxBaDXh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pesawat AirAsia Jatuh, Maskapai Harus Evaluasi Faktor Berikut (Ilustrasi: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/12/31/320/1086307/pesawat-airasia-jatuh-maskapai-harus-evaluasi-faktor-berikut-Ff1VxBaDXh.jpg</image><title>Pesawat AirAsia Jatuh, Maskapai Harus Evaluasi Faktor Berikut (Ilustrasi: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Jatuhnya pesawat AirAsia QZ 8501 dirasa tidak akan mempengaruhi traffic penumpang maskapai tersebut. Namun, penerapan low cost yang mampu mempengaruhi terutama jika dikaitkan dengan manajemen waktu yang dirasa menjadi salah masalah sektor bisnis maskapai di Indonesia.

&quot;Low cost terkait manajemen waktu yang masih berantakan di industri penerbangan Indonesia. Sistem jadwal kerja awak pesawat belum maksimal, akibatnya kru letih tidak fokus sehingga traffic penerbangan mereka menjadi terbatas,&quot; papar praktisi bisnis Rhenald Kasali kepada Okezone di Jakarta,Rabu (31/12/2014).

Rhenald menjelaskan, peraturan di bandara yang juga tidak memberikan ketentuan manajemen waktu dengan baik kepada para pekerja maskapai turut mempengaruhi perkembangan industri penerbangan di Indonesia.

&quot;Maka pihak bandara seharusnya memberikan waktu bagi pihak manajemen maskapai agar para pekerja maskapai tidak mengalami keletihan. Hal tersebut karena seharusnya ada aturan batas maksimal pekerja maskapai itu hanya delapan jam, namun sekarang mereka bisa kerja selama 12 jam,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Jatuhnya pesawat AirAsia QZ 8501 dirasa tidak akan mempengaruhi traffic penumpang maskapai tersebut. Namun, penerapan low cost yang mampu mempengaruhi terutama jika dikaitkan dengan manajemen waktu yang dirasa menjadi salah masalah sektor bisnis maskapai di Indonesia.

&quot;Low cost terkait manajemen waktu yang masih berantakan di industri penerbangan Indonesia. Sistem jadwal kerja awak pesawat belum maksimal, akibatnya kru letih tidak fokus sehingga traffic penerbangan mereka menjadi terbatas,&quot; papar praktisi bisnis Rhenald Kasali kepada Okezone di Jakarta,Rabu (31/12/2014).

Rhenald menjelaskan, peraturan di bandara yang juga tidak memberikan ketentuan manajemen waktu dengan baik kepada para pekerja maskapai turut mempengaruhi perkembangan industri penerbangan di Indonesia.

&quot;Maka pihak bandara seharusnya memberikan waktu bagi pihak manajemen maskapai agar para pekerja maskapai tidak mengalami keletihan. Hal tersebut karena seharusnya ada aturan batas maksimal pekerja maskapai itu hanya delapan jam, namun sekarang mereka bisa kerja selama 12 jam,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
