<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AirAsia Kecelakaan, Citilink Bisa Mulai Bersinar   </title><description>Akademisi dan praktisi bisnis, Rhenald Khasali, mengatakan dengan  kejadian AirAsia patut mewaspadai persaingan para maskapai lain.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/01/01/320/1086583/airasia-kecelakaan-citilink-bisa-mulai-bersinar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/01/01/320/1086583/airasia-kecelakaan-citilink-bisa-mulai-bersinar"/><item><title>AirAsia Kecelakaan, Citilink Bisa Mulai Bersinar   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/01/01/320/1086583/airasia-kecelakaan-citilink-bisa-mulai-bersinar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/01/01/320/1086583/airasia-kecelakaan-citilink-bisa-mulai-bersinar</guid><pubDate>Kamis 01 Januari 2015 12:34 WIB</pubDate><dc:creator>Prabawati Sriningrum </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/01/01/320/1086583/airasia-kecelakaan-citilink-bisa-mulai-bersinar-Z0MyGT20X3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">AirAsia Kecelakaan, Citilink Bisa Mulai Bersinar (Ilustrasi: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/01/01/320/1086583/airasia-kecelakaan-citilink-bisa-mulai-bersinar-Z0MyGT20X3.jpg</image><title>AirAsia Kecelakaan, Citilink Bisa Mulai Bersinar (Ilustrasi: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kecelakaan yang menimpa maskapai AirAsia di penerbangan QZ8501 diyakini cukup membuat shock pada para penumpangnya. Padahal, saat ini penumpang AirAsia sudah cukup banyak.
&amp;nbsp;

Akademisi dan praktisi bisnis, Rhenald Khasali, mengatakan bahwa dengan kejadian ini AirAsia patut mewaspadai persaingan para maskapai lain yang juga menerapkan strategi low cost bagi bisnisnya.
&quot;AirAsia tetap memiliki pelanggan yang baik namun, bila dilihat pihak maskapai Citilink yang akan diperbesar oleh Garuda Indonesia dengan disuntikkan modal sekira USD20 juta,&amp;rdquo; kata dia kala dihubungi Okezone di Jakarta, Kamis (1/1/2015).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/12/28/17812/110962_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;ldquo;Citilink sudah mulai melangkah dengan mengembangkan armada untuk masuk ke rute daerah-daerah terpencil yang sedang tumbuh,&quot; pungkasnya.
Sekedar informasi, pesawat AirAsia untuk penerbangan dari Surabaya menuju Singapura menghilang akibat cuaca buruk. Pesawat yang hilang adalah Airbus A320-200. Usia pesawat ini adalah enam tahun, dan dioperasikan oleh AirAsia.
Sebanyak 155 penumpang hilang. Di mana tiga merupakan warga Korea Selatan, dan satu warga negara Singapura, Inggris, Malaysia dan Prancis.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kecelakaan yang menimpa maskapai AirAsia di penerbangan QZ8501 diyakini cukup membuat shock pada para penumpangnya. Padahal, saat ini penumpang AirAsia sudah cukup banyak.
&amp;nbsp;

Akademisi dan praktisi bisnis, Rhenald Khasali, mengatakan bahwa dengan kejadian ini AirAsia patut mewaspadai persaingan para maskapai lain yang juga menerapkan strategi low cost bagi bisnisnya.
&quot;AirAsia tetap memiliki pelanggan yang baik namun, bila dilihat pihak maskapai Citilink yang akan diperbesar oleh Garuda Indonesia dengan disuntikkan modal sekira USD20 juta,&amp;rdquo; kata dia kala dihubungi Okezone di Jakarta, Kamis (1/1/2015).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/12/28/17812/110962_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;ldquo;Citilink sudah mulai melangkah dengan mengembangkan armada untuk masuk ke rute daerah-daerah terpencil yang sedang tumbuh,&quot; pungkasnya.
Sekedar informasi, pesawat AirAsia untuk penerbangan dari Surabaya menuju Singapura menghilang akibat cuaca buruk. Pesawat yang hilang adalah Airbus A320-200. Usia pesawat ini adalah enam tahun, dan dioperasikan oleh AirAsia.
Sebanyak 155 penumpang hilang. Di mana tiga merupakan warga Korea Selatan, dan satu warga negara Singapura, Inggris, Malaysia dan Prancis.
</content:encoded></item></channel></rss>
