<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengusaha Tak Khawatir Harga BBM Naik Turun</title><description>Fluktuasi harga Premium tidak akan mempengaruhi kegiatan bisnis para pengusaha.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/01/01/320/1086759/pengusaha-tak-khawatir-harga-bbm-naik-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/01/01/320/1086759/pengusaha-tak-khawatir-harga-bbm-naik-turun"/><item><title>Pengusaha Tak Khawatir Harga BBM Naik Turun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/01/01/320/1086759/pengusaha-tak-khawatir-harga-bbm-naik-turun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/01/01/320/1086759/pengusaha-tak-khawatir-harga-bbm-naik-turun</guid><pubDate>Kamis 01 Januari 2015 21:38 WIB</pubDate><dc:creator>Danang Sugianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/01/01/320/1086759/pengusaha-tak-khawatir-harga-bbm-naik-turun-wPjqqITttz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi SPBU milik Pertamina. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/01/01/320/1086759/pengusaha-tak-khawatir-harga-bbm-naik-turun-wPjqqITttz.jpg</image><title>Ilustrasi SPBU milik Pertamina. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bersamaan dengan turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, Pemerintah juga mencabut subsidi premium untuk wilayah Jawa, Madura dan Bali. Dengan begitu harga premium akan mengikuti mekanisme pasar harga minyak dunia.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat, Dedi Wijaya, mengatakan fluktuasi harga Premium tidak akan mempengaruhi kegiatan bisnis para pengusaha. Menurutnya, kegiatan bisnis dapat menyesuaikan naik turunnya harga Premium tersebut.

&quot;Menurut saya tidak masalah, sekarang di dunia ini mayoritas mengikuti harga pasar,&quot; tuturnya saat dihubungi Okezone, Kamis (1/1/2015).

Dedi menerangkan, jika naik atau turunnya harga BBM sebesar 10 persen maka hal itu tidak akan mengganggu cost bisnis. Namun, jika kenaikannya di atas 20 persen maka perlu ada penyesuaian.

&quot;Tapi sebenarnya BBM itu terkait hanya distribusi dan pengiriman bahan baku saja. Pabrik sekarang kebanyakan sudah tidak pakai BBM, mereka mayoritas sudah menggunakan gas dan batu bara. Jadi pengaruhnya tidak begitu signifikan nantinya,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Bersamaan dengan turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, Pemerintah juga mencabut subsidi premium untuk wilayah Jawa, Madura dan Bali. Dengan begitu harga premium akan mengikuti mekanisme pasar harga minyak dunia.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat, Dedi Wijaya, mengatakan fluktuasi harga Premium tidak akan mempengaruhi kegiatan bisnis para pengusaha. Menurutnya, kegiatan bisnis dapat menyesuaikan naik turunnya harga Premium tersebut.

&quot;Menurut saya tidak masalah, sekarang di dunia ini mayoritas mengikuti harga pasar,&quot; tuturnya saat dihubungi Okezone, Kamis (1/1/2015).

Dedi menerangkan, jika naik atau turunnya harga BBM sebesar 10 persen maka hal itu tidak akan mengganggu cost bisnis. Namun, jika kenaikannya di atas 20 persen maka perlu ada penyesuaian.

&quot;Tapi sebenarnya BBM itu terkait hanya distribusi dan pengiriman bahan baku saja. Pabrik sekarang kebanyakan sudah tidak pakai BBM, mereka mayoritas sudah menggunakan gas dan batu bara. Jadi pengaruhnya tidak begitu signifikan nantinya,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
