<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kinerja Tim Antimafia Migas Dinilai Belum Efektif</title><description>Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai kinerja Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (Migas) belum maksimal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/01/06/19/1088538/kinerja-tim-antimafia-migas-dinilai-belum-efektif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/01/06/19/1088538/kinerja-tim-antimafia-migas-dinilai-belum-efektif"/><item><title>Kinerja Tim Antimafia Migas Dinilai Belum Efektif</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/01/06/19/1088538/kinerja-tim-antimafia-migas-dinilai-belum-efektif</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/01/06/19/1088538/kinerja-tim-antimafia-migas-dinilai-belum-efektif</guid><pubDate>Selasa 06 Januari 2015 15:16 WIB</pubDate><dc:creator>Prabawati Sriningrum </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/01/06/19/1088538/kinerja-tim-antimafia-migas-dinilai-belum-efektif-0ShwSob1Fq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kinerja Tim Antimafia Migas Dinilai Belum Efektif. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/01/06/19/1088538/kinerja-tim-antimafia-migas-dinilai-belum-efektif-0ShwSob1Fq.jpg</image><title>Kinerja Tim Antimafia Migas Dinilai Belum Efektif. (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai kinerja Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (Migas) belum maksimal.
Koordinator Divisi Monitoring dan Analisis Angry ICW Firdaus Ilyas menjelaskan, hal tersebut lantaran rekomendasi berdasarkan temuan yang diberlakukan tim antimafia migas tidak menggunakan data primer.
&quot;Kalau kita lihat, hampir tiga bulan dari 18 November, sudah ada temuan minor. Sudah beberapa rilis formal dan informal. Tapi catatan kami belum efektif,&quot; ungkapnya di Jakarta, Selasa (6/1/2015).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/11/17/17240/107384_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Firdaus mengatakan, jika adanya penyebab kurang efektifnya data yang disajikan tim di bawah pimpinan Faisal Basri ini dikarenakan belum adanya keterbukaan yang membuat tugas Tim Reformasi  menjadi berat.
&quot;Terlebih dalam mewujudkan misi Tim Reformasi mulai dari perbaikan regulasi, tata kelola migas serta memberantas mafia migas,&quot; imbuhnya.
Firdaus  mengungkapkan, perlunya Tim Reformasi melibatkan bantuan publik dalam melakukan tanggung jawabnya.
&quot;Bisa jadi tim tak akan menemukan apa-apa dengan catatan pemerintah dan badan usaha tak memberi data cukup. Perlu melibatkan publik dan pihak ketiga dengan tim reformasi,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai kinerja Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (Migas) belum maksimal.
Koordinator Divisi Monitoring dan Analisis Angry ICW Firdaus Ilyas menjelaskan, hal tersebut lantaran rekomendasi berdasarkan temuan yang diberlakukan tim antimafia migas tidak menggunakan data primer.
&quot;Kalau kita lihat, hampir tiga bulan dari 18 November, sudah ada temuan minor. Sudah beberapa rilis formal dan informal. Tapi catatan kami belum efektif,&quot; ungkapnya di Jakarta, Selasa (6/1/2015).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/11/17/17240/107384_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Firdaus mengatakan, jika adanya penyebab kurang efektifnya data yang disajikan tim di bawah pimpinan Faisal Basri ini dikarenakan belum adanya keterbukaan yang membuat tugas Tim Reformasi  menjadi berat.
&quot;Terlebih dalam mewujudkan misi Tim Reformasi mulai dari perbaikan regulasi, tata kelola migas serta memberantas mafia migas,&quot; imbuhnya.
Firdaus  mengungkapkan, perlunya Tim Reformasi melibatkan bantuan publik dalam melakukan tanggung jawabnya.
&quot;Bisa jadi tim tak akan menemukan apa-apa dengan catatan pemerintah dan badan usaha tak memberi data cukup. Perlu melibatkan publik dan pihak ketiga dengan tim reformasi,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
