<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penurunan Harga BBM Subsidi Tekan Inflasi di Jateng</title><description>Penurunan inflasi diakibatkan penurunan harga BBM subsidi yang mulai diterapkan per 1 Januari 2015 lalu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/01/06/19/1088729/penurunan-harga-bbm-subsidi-tekan-inflasi-di-jateng</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/01/06/19/1088729/penurunan-harga-bbm-subsidi-tekan-inflasi-di-jateng"/><item><title>Penurunan Harga BBM Subsidi Tekan Inflasi di Jateng</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/01/06/19/1088729/penurunan-harga-bbm-subsidi-tekan-inflasi-di-jateng</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/01/06/19/1088729/penurunan-harga-bbm-subsidi-tekan-inflasi-di-jateng</guid><pubDate>Selasa 06 Januari 2015 23:20 WIB</pubDate><dc:creator>Timotius Aprianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/01/06/19/1088729/penurunan-harga-bbm-subsidi-tekan-inflasi-di-jateng-LenM3c1mGk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penurunan Harga BBM Subsidi Tekan Inflasi di Jateng (Ilustrasi: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/01/06/19/1088729/penurunan-harga-bbm-subsidi-tekan-inflasi-di-jateng-LenM3c1mGk.jpg</image><title>Penurunan Harga BBM Subsidi Tekan Inflasi di Jateng (Ilustrasi: Reuters)</title></images><description>SEMARANG &amp;ndash; Bank Indonesia (BI) memprediksi inflasi pada Januari 2015 lebih rendah dibandingkan inflasi Desember 2014 yang mencapai 2,25 persen. Penurunan inflasi diakibatkan penurunan harga BBM subsidi yang mulai diterapkan per 1 Januari 2015 lalu.
&amp;nbsp;

Menurut Deputi Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia Jawa tengah, Ananda Pulungan, penurunan harga BBM bersubsidi akan berpengaruh pada penurunan harga pangan. Selain itu upaya pemerintah yang terus menjaga pasokan persediaan barang di pasar.
&amp;ldquo;Administered prices diperkirakan menurun, didorong kebijakan pemerintah terkait penurunan harga BBM. Inflasi volatile foods juga diperkirakan akan menurun, sejalan dengan adanya tambahan pasokan yang diusahakan pemerintah,&amp;rdquo;ungkapnya selasa (6/1/2015)
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/11/18/17264/107563_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sementara itu menurutnya  dari sisi permintaan atau inflasi inti, ekspektasi inflasi masyarakat juga diperkirakan menurun, sebagai respon dari turunnya harga BBM. Ke depan, beberapa risiko inflasi masih harus dicermati seperti kenaikan tarif listrik, kenaikan harga Elpiji, dan faktor musiman.
&amp;ldquo;Dalam rangka menjaga inflasi, Bank Indonesia akan memperkuat koordinasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,&amp;rdquo;ujarnya
Ia menambahkan, pada tahun 2014 lalu Jawa Tengah mengalami  inflasi sebesar 8,22 persen, akibat adanya kenaikan harga BBM November 2014. Namun capaian inflasi Jawa Tengah masih berada di bawah capaian inflasi nasional yang sebesar   8,36  persen.
&amp;ldquo;Kenaikan inflasi   lebih disebabkan oleh peningkatan inflasi kelompok barang yang diatur pemerintah, dan inflasi kelompok pangan. Melonjaknya inflasi   merupakan dampak lanjutan dari kenaikan harga BBM bersubsidi, terlihat dari sumbangan inflasi komoditas BBM yang sebesar 0,54 persen,&amp;rdquo;ujarnya
</description><content:encoded>SEMARANG &amp;ndash; Bank Indonesia (BI) memprediksi inflasi pada Januari 2015 lebih rendah dibandingkan inflasi Desember 2014 yang mencapai 2,25 persen. Penurunan inflasi diakibatkan penurunan harga BBM subsidi yang mulai diterapkan per 1 Januari 2015 lalu.
&amp;nbsp;

Menurut Deputi Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia Jawa tengah, Ananda Pulungan, penurunan harga BBM bersubsidi akan berpengaruh pada penurunan harga pangan. Selain itu upaya pemerintah yang terus menjaga pasokan persediaan barang di pasar.
&amp;ldquo;Administered prices diperkirakan menurun, didorong kebijakan pemerintah terkait penurunan harga BBM. Inflasi volatile foods juga diperkirakan akan menurun, sejalan dengan adanya tambahan pasokan yang diusahakan pemerintah,&amp;rdquo;ungkapnya selasa (6/1/2015)
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/11/18/17264/107563_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sementara itu menurutnya  dari sisi permintaan atau inflasi inti, ekspektasi inflasi masyarakat juga diperkirakan menurun, sebagai respon dari turunnya harga BBM. Ke depan, beberapa risiko inflasi masih harus dicermati seperti kenaikan tarif listrik, kenaikan harga Elpiji, dan faktor musiman.
&amp;ldquo;Dalam rangka menjaga inflasi, Bank Indonesia akan memperkuat koordinasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,&amp;rdquo;ujarnya
Ia menambahkan, pada tahun 2014 lalu Jawa Tengah mengalami  inflasi sebesar 8,22 persen, akibat adanya kenaikan harga BBM November 2014. Namun capaian inflasi Jawa Tengah masih berada di bawah capaian inflasi nasional yang sebesar   8,36  persen.
&amp;ldquo;Kenaikan inflasi   lebih disebabkan oleh peningkatan inflasi kelompok barang yang diatur pemerintah, dan inflasi kelompok pangan. Melonjaknya inflasi   merupakan dampak lanjutan dari kenaikan harga BBM bersubsidi, terlihat dari sumbangan inflasi komoditas BBM yang sebesar 0,54 persen,&amp;rdquo;ujarnya
</content:encoded></item></channel></rss>
