<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Anjlok, Pemerintah Salahkan Yunani</title><description>Menko Perekonomian Sofyan Djalil menjelaskan,  pelemahan Rupiah ini lebih karena faktor eksternal yakni gejolak yang  terjadi di Yunani.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/01/07/278/1088921/rupiah-anjlok-pemerintah-salahkan-yunani</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/01/07/278/1088921/rupiah-anjlok-pemerintah-salahkan-yunani"/><item><title>Rupiah Anjlok, Pemerintah Salahkan Yunani</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/01/07/278/1088921/rupiah-anjlok-pemerintah-salahkan-yunani</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/01/07/278/1088921/rupiah-anjlok-pemerintah-salahkan-yunani</guid><pubDate>Rabu 07 Januari 2015 11:16 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/01/07/278/1088921/rupiah-anjlok-pemerintah-salahkan-yunani-djzQagGjgl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah Anjlok, Pemerintah Salahkan Yunani (Ilustrasi: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/01/07/278/1088921/rupiah-anjlok-pemerintah-salahkan-yunani-djzQagGjgl.jpg</image><title>Rupiah Anjlok, Pemerintah Salahkan Yunani (Ilustrasi: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terus menunjukkan pelemahannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada pembukaan perdagangan pagi tadi, mata uang Garuda tersebut terkapar di level Rp12.740 per USD.

Padahal, pemerintah Indonesia sudah melakukan berbagai kebijakan guna memperbaiki ruang fiskal, salah satunya menyesuaikan harga BBM mengikuti harga pasar.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil menjelaskan, pelemahan Rupiah ini lebih karena faktor eksternal terutama gejolak yang terjadi di Yunani.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/27/16925/105438_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Jadi ada persoalan faktor eksternal, terutama kemarin gara-gara Yunani (Greece) itu, partai kiri yang keliatan votingnya Greece menakutkan orang karena restrukturisasi ekonomi Uni Eropa, jadi terganggu,&quot; ucap Sofyan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (7/1/2015).

Di tempat yang sama, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan hal yang sama. Pelemahan Rupiah ini dikarenakan lebih karena pengaruh dari Eropa, Yunani.

Menurut dia, walaupun pemerintah sudah menyesuaikan harga BBM, tetap tidak bisa menahan gejolak dari faktor eksternal. &quot;Ya itu sudah gejala global, kalau dolar AS sudah menguat semua kena,&quot; tegasnya.

Bambang memperkirakan pelemahan ini akan terus terjadi jika tidak ada permasalahan atau gejolak dari luar negeri. &quot;Selama itu permasalahan itu terjadi,&quot; tukasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terus menunjukkan pelemahannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada pembukaan perdagangan pagi tadi, mata uang Garuda tersebut terkapar di level Rp12.740 per USD.

Padahal, pemerintah Indonesia sudah melakukan berbagai kebijakan guna memperbaiki ruang fiskal, salah satunya menyesuaikan harga BBM mengikuti harga pasar.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil menjelaskan, pelemahan Rupiah ini lebih karena faktor eksternal terutama gejolak yang terjadi di Yunani.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/27/16925/105438_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Jadi ada persoalan faktor eksternal, terutama kemarin gara-gara Yunani (Greece) itu, partai kiri yang keliatan votingnya Greece menakutkan orang karena restrukturisasi ekonomi Uni Eropa, jadi terganggu,&quot; ucap Sofyan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (7/1/2015).

Di tempat yang sama, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan hal yang sama. Pelemahan Rupiah ini dikarenakan lebih karena pengaruh dari Eropa, Yunani.

Menurut dia, walaupun pemerintah sudah menyesuaikan harga BBM, tetap tidak bisa menahan gejolak dari faktor eksternal. &quot;Ya itu sudah gejala global, kalau dolar AS sudah menguat semua kena,&quot; tegasnya.

Bambang memperkirakan pelemahan ini akan terus terjadi jika tidak ada permasalahan atau gejolak dari luar negeri. &quot;Selama itu permasalahan itu terjadi,&quot; tukasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
