<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cabai Mahal, Mendag Disebut Bodoh</title><description>Mendag Rachmat Gobel mengaku dirinya diserang keluhan sampai hinaan dari masyarakat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/01/08/320/1089748/cabai-mahal-mendag-disebut-bodoh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/01/08/320/1089748/cabai-mahal-mendag-disebut-bodoh"/><item><title>Cabai Mahal, Mendag Disebut Bodoh</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/01/08/320/1089748/cabai-mahal-mendag-disebut-bodoh</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/01/08/320/1089748/cabai-mahal-mendag-disebut-bodoh</guid><pubDate>Kamis 08 Januari 2015 20:05 WIB</pubDate><dc:creator>Prabawati Sriningrum </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/01/08/320/1089748/cabai-mahal-mendag-disebut-bodoh-ypxcJAwoPv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cabai Mahal, Mendag Disebut Bodoh. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/01/08/320/1089748/cabai-mahal-mendag-disebut-bodoh-ypxcJAwoPv.jpg</image><title>Cabai Mahal, Mendag Disebut Bodoh. (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel mengaku dirinya diserang keluhan sampai hinaan dari masyarakat. Hal ini akibat kenaikan harga cabai beberapa waktu yang lalu.
&quot;Kemarin ada yang bilang saya tidak tahu rasanya tinggal di desa, ada yang bilang saya bodoh. Saya tanya lagi, &amp;lsquo;memang yang ngomong, pernah tinggal di desa&amp;rsquo;. Saya ketawa saja, tidak masalah. Itu benar ceritanya, tapi biasa saja buat saya,&quot; tuturnya di Jakarta, Kamis (8/1/2015).
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wMS8wNS80LzU4MjIxLzM5NzE0OTU2NzAwMDE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Namun, selanjutnya  Rachmat mempertanyakan harga cabai yang masih tinggi. Rachmat berpendapat, jika kenaikan ini merupakan permainan dari para pedagang lantaran suplai di Bulog sendiri terpantau cukup.
&quot;Stok cukup, kalau stok kurang tidak masalah, wajar naik. Tapi stok ada, kita cek ke Bulog ada. Kalau seperti begini, tinggal satu tahun untuk bertarung sama masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) supaya kita siap swasembada pangan,&quot; tandasnya.

</description><content:encoded>
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel mengaku dirinya diserang keluhan sampai hinaan dari masyarakat. Hal ini akibat kenaikan harga cabai beberapa waktu yang lalu.
&quot;Kemarin ada yang bilang saya tidak tahu rasanya tinggal di desa, ada yang bilang saya bodoh. Saya tanya lagi, &amp;lsquo;memang yang ngomong, pernah tinggal di desa&amp;rsquo;. Saya ketawa saja, tidak masalah. Itu benar ceritanya, tapi biasa saja buat saya,&quot; tuturnya di Jakarta, Kamis (8/1/2015).
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wMS8wNS80LzU4MjIxLzM5NzE0OTU2NzAwMDE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Namun, selanjutnya  Rachmat mempertanyakan harga cabai yang masih tinggi. Rachmat berpendapat, jika kenaikan ini merupakan permainan dari para pedagang lantaran suplai di Bulog sendiri terpantau cukup.
&quot;Stok cukup, kalau stok kurang tidak masalah, wajar naik. Tapi stok ada, kita cek ke Bulog ada. Kalau seperti begini, tinggal satu tahun untuk bertarung sama masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) supaya kita siap swasembada pangan,&quot; tandasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
