<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masyarakat Harus Terbiasa dengan Harga Keekonomian BBM</title><description>Masyarakat Indonesia sepertinya memang harus membiasakan diri dengan harga keekonomisan minyak dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/01/12/19/1091229/masyarakat-harus-terbiasa-dengan-harga-keekonomian-bbm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/01/12/19/1091229/masyarakat-harus-terbiasa-dengan-harga-keekonomian-bbm"/><item><title>Masyarakat Harus Terbiasa dengan Harga Keekonomian BBM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/01/12/19/1091229/masyarakat-harus-terbiasa-dengan-harga-keekonomian-bbm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/01/12/19/1091229/masyarakat-harus-terbiasa-dengan-harga-keekonomian-bbm</guid><pubDate>Senin 12 Januari 2015 18:40 WIB</pubDate><dc:creator>Raisa Adila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/01/12/19/1091229/masyarakat-harus-terbiasa-dengan-harga-keekonomian-bbm-AuWAZw26Xn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Masyarakat Harus Terbiasa dengan Harga Keekonomian BBM (Ilustrasi: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/01/12/19/1091229/masyarakat-harus-terbiasa-dengan-harga-keekonomian-bbm-AuWAZw26Xn.jpg</image><title>Masyarakat Harus Terbiasa dengan Harga Keekonomian BBM (Ilustrasi: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Masyarakat Indonesia sepertinya memang harus membiasakan diri dengan harga keekonomisan minyak dunia. Saat ini, harga BBM naik turun mengikuti harga minyak dunia.

&quot;Kita biasakan masyarakat terbiasa dengan harga keekonomian,&quot; kata Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil saat ditemui di kantornya, Senin (12/1/2015).

Dengan naik turunnya harga, maka diharapkan harga-harga lain juga akan naik turun mengikuti BBM. Sebab, di belahan dunia mana pun akan terjadi fenomena seperti itu.

&quot;Kalau naik lebih mahal, turun lebih murah. Di mana-mana di belahan dunia begitu,&quot; kata dia.

Saat ini, memang hanya solar yang disubsidi pemerintah dengan harga Rp1.000 per liter. Sementara untuk premium dilepaskan pada harga keekonomisan.

&quot;Premium kita lepaskan pada harga keekonomisan. Supaya masyarakat terbiasa dan tetap berhemat. Meskipun murah tapi masyarakat harus hemat,&quot; tambah Sofyan.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Masyarakat Indonesia sepertinya memang harus membiasakan diri dengan harga keekonomisan minyak dunia. Saat ini, harga BBM naik turun mengikuti harga minyak dunia.

&quot;Kita biasakan masyarakat terbiasa dengan harga keekonomian,&quot; kata Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil saat ditemui di kantornya, Senin (12/1/2015).

Dengan naik turunnya harga, maka diharapkan harga-harga lain juga akan naik turun mengikuti BBM. Sebab, di belahan dunia mana pun akan terjadi fenomena seperti itu.

&quot;Kalau naik lebih mahal, turun lebih murah. Di mana-mana di belahan dunia begitu,&quot; kata dia.

Saat ini, memang hanya solar yang disubsidi pemerintah dengan harga Rp1.000 per liter. Sementara untuk premium dilepaskan pada harga keekonomisan.

&quot;Premium kita lepaskan pada harga keekonomisan. Supaya masyarakat terbiasa dan tetap berhemat. Meskipun murah tapi masyarakat harus hemat,&quot; tambah Sofyan.
</content:encoded></item></channel></rss>
