<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KAI Siap Tangani Pembangunan Kereta Pelabuhan</title><description>PT Kreta Api Indonesia (KAI) siap mengambil alih proyek pembangunan kereta api di Pelabuhan Tanjung Priok.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/01/14/320/1092150/kai-siap-tangani-pembangunan-kereta-pelabuhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/01/14/320/1092150/kai-siap-tangani-pembangunan-kereta-pelabuhan"/><item><title>KAI Siap Tangani Pembangunan Kereta Pelabuhan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/01/14/320/1092150/kai-siap-tangani-pembangunan-kereta-pelabuhan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/01/14/320/1092150/kai-siap-tangani-pembangunan-kereta-pelabuhan</guid><pubDate>Rabu 14 Januari 2015 15:16 WIB</pubDate><dc:creator>Danang Sugianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/01/14/320/1092150/kai-siap-tangani-pembangunan-kereta-pelabuhan-ZIH2yXrIjT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi kereta api. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/01/14/320/1092150/kai-siap-tangani-pembangunan-kereta-pelabuhan-ZIH2yXrIjT.jpg</image><title>Ilustrasi kereta api. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Kreta Api Indonesia (KAI) siap mengambil alih proyek pembangunan kereta api di Pelabuhan Tanjung Priok. Namun, saat ini belum ada arahan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menangani proyek tersebut.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukrono menjelaskan, proyek yang tengah ditangani oleh PT Pelindo II tersebut belakangan ini memang menemukan jalan buntu. Menurut Edi proyek tersebut mandek hanya karena masalah pembebasan tanah yang masih terhambat.

&quot;Kami sudah siap manakala itu diserahkan pada KAI untuk diambil alih, dan itu real tracknya tidak jauh. Jadi mungkin minggu-minggu ini akan diberikan informasi kepada kami bahwa itu sudah selesai atau belum. Karena itu notok ke (makam) Mbah Priok,&quot; jelas dia di Jakarta, Rabu (14/1/2015).

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengakui, proyek kereta pelabuhan masih tersendat pembebasan lahan. Padahal, proyek tersebut untuk menunjang pelayanan moda transportasi pengangkutan barang.

Jika masalah tersebut belum dapat terselesaikan hingga akhir tahun ini, maka pihak Kemenhub akan menghanguskan anggaran. Kemudian akan melimpahkan izin pembebasan lahan serta pembangunan proyek tersebut kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI).
</description><content:encoded>JAKARTA - PT Kreta Api Indonesia (KAI) siap mengambil alih proyek pembangunan kereta api di Pelabuhan Tanjung Priok. Namun, saat ini belum ada arahan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menangani proyek tersebut.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukrono menjelaskan, proyek yang tengah ditangani oleh PT Pelindo II tersebut belakangan ini memang menemukan jalan buntu. Menurut Edi proyek tersebut mandek hanya karena masalah pembebasan tanah yang masih terhambat.

&quot;Kami sudah siap manakala itu diserahkan pada KAI untuk diambil alih, dan itu real tracknya tidak jauh. Jadi mungkin minggu-minggu ini akan diberikan informasi kepada kami bahwa itu sudah selesai atau belum. Karena itu notok ke (makam) Mbah Priok,&quot; jelas dia di Jakarta, Rabu (14/1/2015).

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengakui, proyek kereta pelabuhan masih tersendat pembebasan lahan. Padahal, proyek tersebut untuk menunjang pelayanan moda transportasi pengangkutan barang.

Jika masalah tersebut belum dapat terselesaikan hingga akhir tahun ini, maka pihak Kemenhub akan menghanguskan anggaran. Kemudian akan melimpahkan izin pembebasan lahan serta pembangunan proyek tersebut kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI).
</content:encoded></item></channel></rss>
