<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menkeu: Arab Saudi Itu Negara Kaya, Bukan Negara Maju</title><description>Tidak ada negara maju yang hanya bergantung pada ekspor bahan baku komoditas. Kalau Arab itu negara kaya bukan negara maju.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/01/27/20/1097675/menkeu-arab-saudi-itu-negara-kaya-bukan-negara-maju</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/01/27/20/1097675/menkeu-arab-saudi-itu-negara-kaya-bukan-negara-maju"/><item><title>Menkeu: Arab Saudi Itu Negara Kaya, Bukan Negara Maju</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/01/27/20/1097675/menkeu-arab-saudi-itu-negara-kaya-bukan-negara-maju</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/01/27/20/1097675/menkeu-arab-saudi-itu-negara-kaya-bukan-negara-maju</guid><pubDate>Selasa 27 Januari 2015 11:52 WIB</pubDate><dc:creator>Danang Sugianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/01/27/20/1097675/menkeu-arab-saudi-itu-negara-kaya-bukan-negara-maju-Rd2FhqZZRi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu: Arab Saudi Itu Negara Kaya, Bukan Negara Maju (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/01/27/20/1097675/menkeu-arab-saudi-itu-negara-kaya-bukan-negara-maju-Rd2FhqZZRi.jpg</image><title>Menkeu: Arab Saudi Itu Negara Kaya, Bukan Negara Maju (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro berharap, Indonesia tidak selamanya menjadi negara pengekspor komoditas bahan mentah. Menurutnya tidak ada negara maju yang hanya bergantung pada pendapatan ekspor komoditas bahan baku.

&quot;Tidak ada negara maju yang hanya bergantung pada ekspor bahan baku komoditas. Kalau Arab itu negara kaya bukan negara maju. Tapi negara maju lainnya pasti menjadi produsen,&quot; ujar Bambang di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (27/1/2015).
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/11/13/17193/107098_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Oleh karena itu, menurut Bambang sangat penting dibentuk hilirisasi untuk semua komoditas, khususnya karet karena Indonesia merupakan salah satu negara yang terbesar pengekspor bahan baku karet.

Bambang mengatakan, sebenarnya saat ini ranah komoditas karet juga sedang dalam kondisi tergerus. Hal itu dikarenakan ada komoditas karet yang dibuat menggunakan minyak, sehingga turut menarik turun harag ekspor karet tersebut.

&quot;Nah ironisnya kita terlambat untuk melakukan hilirisasi. Dulu kita kenakan Bea keluar untuk karet ditentang habis-habisan,&quot; tukasnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, Pemerintah saat ini tengah mendorong hilirisasi untuk memperkuat manufaktur dari hasil tambang maupun perkebunan.

&quot;Indonesia tidak boleh selamanya mengekspor bahan mentah, harus menjadi produsen bahan jadi,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro berharap, Indonesia tidak selamanya menjadi negara pengekspor komoditas bahan mentah. Menurutnya tidak ada negara maju yang hanya bergantung pada pendapatan ekspor komoditas bahan baku.

&quot;Tidak ada negara maju yang hanya bergantung pada ekspor bahan baku komoditas. Kalau Arab itu negara kaya bukan negara maju. Tapi negara maju lainnya pasti menjadi produsen,&quot; ujar Bambang di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (27/1/2015).
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/11/13/17193/107098_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Oleh karena itu, menurut Bambang sangat penting dibentuk hilirisasi untuk semua komoditas, khususnya karet karena Indonesia merupakan salah satu negara yang terbesar pengekspor bahan baku karet.

Bambang mengatakan, sebenarnya saat ini ranah komoditas karet juga sedang dalam kondisi tergerus. Hal itu dikarenakan ada komoditas karet yang dibuat menggunakan minyak, sehingga turut menarik turun harag ekspor karet tersebut.

&quot;Nah ironisnya kita terlambat untuk melakukan hilirisasi. Dulu kita kenakan Bea keluar untuk karet ditentang habis-habisan,&quot; tukasnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, Pemerintah saat ini tengah mendorong hilirisasi untuk memperkuat manufaktur dari hasil tambang maupun perkebunan.

&quot;Indonesia tidak boleh selamanya mengekspor bahan mentah, harus menjadi produsen bahan jadi,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
