<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>100 Hari Kerja Jokowi, Menko Sofyan: So Far So Good</title><description>Menurut Sofyan, kondisi ekonomi RI saat ini dalam situasi yang aman, sehingga tidak ada kondisi yang mengkhawatirkan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/01/28/20/1098255/100-hari-kerja-jokowi-menko-sofyan-so-far-so-good</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/01/28/20/1098255/100-hari-kerja-jokowi-menko-sofyan-so-far-so-good"/><item><title>100 Hari Kerja Jokowi, Menko Sofyan: So Far So Good</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/01/28/20/1098255/100-hari-kerja-jokowi-menko-sofyan-so-far-so-good</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/01/28/20/1098255/100-hari-kerja-jokowi-menko-sofyan-so-far-so-good</guid><pubDate>Rabu 28 Januari 2015 12:02 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/01/28/20/1098255/100-hari-kerja-jokowi-menko-sofyan-so-far-so-good-45TyY9kzBT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/01/28/20/1098255/100-hari-kerja-jokowi-menko-sofyan-so-far-so-good-45TyY9kzBT.jpg</image><title>Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Para menteri ekonomi menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka. Adapun yang turut hadir dalam pertemuan adalah Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo serta Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad.

Menko Sofyan menjelaskan, rapat tersebut untuk koordinasi antara sektor moneter, fiskal dan OJK mengenai kondisi ekonomi saat ini.

&quot;Presiden ingin mendengar apa kebijakan moneter BI dan OJK. Bagaimana kondisi pasar, bagaimana assessment BI terhadap kondisi ekonomi,&quot; kata Sofyan, Jakarta, Rabu (28/1/2015).

Menurut Sofyan, kondisi ekonomi RI saat ini dalam situasi yang aman, sehingga tidak ada kondisi yang mengkhawatirkan.

&quot;Enggak ada. Semua so far so good,&quot; sebutnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengungkapkan bahwa, pertemuan ini untuk melakukan dan penguatan koordinasi antar-kementerian/lembaga di sektor keuangan.

&quot;Ini kita koordinasi saja dan inginnya setiap bulan adanya pertemuan rutin dengan BI, OJK mengenai stabilitas sistem keuangan, mengenai kebijakan moneter,&quot; imbuh Bambang.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Para menteri ekonomi menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka. Adapun yang turut hadir dalam pertemuan adalah Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo serta Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad.

Menko Sofyan menjelaskan, rapat tersebut untuk koordinasi antara sektor moneter, fiskal dan OJK mengenai kondisi ekonomi saat ini.

&quot;Presiden ingin mendengar apa kebijakan moneter BI dan OJK. Bagaimana kondisi pasar, bagaimana assessment BI terhadap kondisi ekonomi,&quot; kata Sofyan, Jakarta, Rabu (28/1/2015).

Menurut Sofyan, kondisi ekonomi RI saat ini dalam situasi yang aman, sehingga tidak ada kondisi yang mengkhawatirkan.

&quot;Enggak ada. Semua so far so good,&quot; sebutnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengungkapkan bahwa, pertemuan ini untuk melakukan dan penguatan koordinasi antar-kementerian/lembaga di sektor keuangan.

&quot;Ini kita koordinasi saja dan inginnya setiap bulan adanya pertemuan rutin dengan BI, OJK mengenai stabilitas sistem keuangan, mengenai kebijakan moneter,&quot; imbuh Bambang.
</content:encoded></item></channel></rss>
