<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kura-Kura Moncong Babi di Bawah Ancaman</title><description>Pada 17 Januari, Badan Karantina Ikan, BKIMP menyita 2.350 kura-kura hidung babi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/01/30/320/1099224/kura-kura-moncong-babi-di-bawah-ancaman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/01/30/320/1099224/kura-kura-moncong-babi-di-bawah-ancaman"/><item><title>Kura-Kura Moncong Babi di Bawah Ancaman</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/01/30/320/1099224/kura-kura-moncong-babi-di-bawah-ancaman</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/01/30/320/1099224/kura-kura-moncong-babi-di-bawah-ancaman</guid><pubDate>Jum'at 30 Januari 2015 11:35 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/01/30/320/1099224/kura-kura-moncong-babi-di-bawah-ancaman-HUmiyu4k7r.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petugas memperlihatkan kura-kura moncong babi di Bandara Soetta. (Foto: AWSJ)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/01/30/320/1099224/kura-kura-moncong-babi-di-bawah-ancaman-HUmiyu4k7r.jpg</image><title>Petugas memperlihatkan kura-kura moncong babi di Bandara Soetta. (Foto: AWSJ)</title></images><description>
JAKARTA - Pada 17 Januari, Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIMP) menyita 2.350 kura-kura hidung babi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Berikutnya pada 22 Januari, BKIMP menyita 5.284 kura-kura moncong babi di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali.
&amp;ldquo;Kita tidak bisa membiarkan ini terus terjadi,&amp;rdquo; kata Narmoko Prasmadji, kepala BKIMP, kepada The Wall Street Journal.
Kura-kura moncong babi dilindungi undang-undang. Namun, larangan tetap tak menyurutkan gerakan penyelundup, yang mengambil keuntungan dari hasil penjualan ke toko-toko hewan atau untuk dimakan.
Dalam tiga tahun terakhir, menurut Narmoko, BKIMP menggagalkan paling tidak lima upaya penyelundupan kura-kura moncong babi, &amp;ldquo;dan masing-masing [upaya penyelundupan selalu melibatkan ribuan kura-kura.&amp;rdquo;
Traffic, kelompok antipenyelundup satwa, menyatakan ada 30 lebih penangkapan melibatkan lebih dari 80.000 kura-kura moncong babi pada 2003 hingga 2013. Dalam satu penangkapan di Timika, Papua, pada 2009, petugas mengevakuasi 12.249 kura-kura moncong babi.
Indonesia Real Time sempat berbincang dengan Chris R. Shepherd, direktur regional Traffic di Asia Tenggara. Shepherd, yang meriah gelar PhD dari Oxford Brookes University di Inggris merupakan kelahiran Kanada. Ia tinggal di Asia Tenggara selama lebih dari 20 tahun.
WSJ: Mengapa orang-orang menyelundupkan kura-kura moncong babi? Apa yang menyebabkan kura-kura ini bernilai? Siapa yang membeli dan untuk tujuan apa?
 
Shepherd: Kura-kura moncong babi dijual dalam perdagangan dunia sebagai hewan peliharaan. Makhluk ini memiliki karakter unik, semacam persilangan antara kura-kura air tawar dan kura-kura laut. Moncongnya pun unik, karena seperti hidung babi. Karena itulah mereka sangat populer.
Sejumlah besar pembeli barangkali tidak menyadari, kalau mereka membeli hewan yang secara ilegal diambil dari alam bebas, lalu diselundupkan dalam koper atau kargo, dijual&amp;mdash;kadang-kadang secara terbuka&amp;mdash;di toko-toko hewan peliharaan. Permintaan utama datang dari Cina. Di sana, kura-kura hidung babi dijual sebagai hewan peliharaan atau dikonsumsi sebagai daging mewah.
Apakah kura-kura hidung babi mudah ditemukan? Ataukah jumlah mereka menurun?
Kura-kura moncong babi ditemukan di Papua dan sejumlah kawasan utara Australia. Mayoritas pencurian ilegal dari alam bebas terjadi di Papua Barat. Habitat mereka terbatas di beberapa sungai. Malangnya, mereka bersarang secara musiman. Artinya, penyelundup tahu kapan mesti mengambil telur-telurnya. Menurut klaim setempat, jumlahnya terus berkurang. Melihat banyaknya kura-kura moncong babi yang dijual di pasar gelap, rasanya fenomena ini tak mengejutkan.
Pemerintah Indonesia berhasil menggagalkan penyelundupan kura-kura ini. Apa yang memicu kesuksesan ini?
Petugas di Bali dan Jakarta patut diacungi jempol atas penangkapan ini. Kewaspadaan, informan yang digunakan secara efektif, serta komitmen untuk memberantas perdagangan ilegal merupakan pendorong kesuksesan pemerintah. Bandara-bandara bersangkutan juga kerap dijadikan sebagai jalur ekspor dan impor pengiriman satwa ilegal.
Seberapa sering kura-kura ini berhasil diselundupkan?
 
Kura-kura ini hanyalah puncak gunung es. Ada lebih banyak yang sudah, atau akan sukses diselundupkan dari Indonesia. Penyelundup tak akan mengupayakan jalur pengiriman besar lewat bandara, jika mereka tak yakin bakal lolos. Penangkapan penyelundup di Hong Kong serta keberadaan satwa malang ini di pasar adalah bukti bahwa penyelundup sukses melewati keamanan di Indonesia.
&amp;nbsp;

More In Asia

Menjelang Jatuhnya AirAsia QZ8501
TNI Hentikan Evakuasi Badan Pesawat QZ8501
Di Indonesia, Stigma terhadap Kusta Masih Tinggi
Penyelam Evakuasi 4 Korban QZ8501, 93 Belum Ditemukan
Bareskrim Bebaskan Bambang Widjojanto


&amp;nbsp;
Langkah apa yang mesti diambil pemerintah guna menghentikan perdagangan ilegal ini? 

&amp;nbsp;

Tidak hanya menggunakan informan seefektif mungkin, pemerintah juga harus melakukan penyelidikan terpimpin intelijen untuk melacak jaringan penyelundup, sebelum menangkap mereka. Perburuan terhadap perencana dan pendonor penyelundupan akan menjadi kuncinya. Melacak dalang yang mengontrol semuanya dari balik meja merupakan akan membuat perbedaan besar.
Apa yang dilakukan organisasi Anda untuk menghentikan penyelundupan kura-kura moncong babi?
 
Traffic Asia Tenggara telah mengadakan penelitian atas perdagangan spesies ini. Kami juga memiliki sejumlah rekomendasi yang bisa membantu petugas memberantas perdagangan ilegal satwa, termasuk mengingatkan bahwa Januari hingga Maret adalah &amp;ldquo;Musim penyelundupan kura-kura moncong babi!&amp;rdquo;
Kami mengembangkan identifikasi spesies serta panduan dalam bahasa lokal untuk membantu petugas dalam inspeksi. Kami juga melobi pemerintah Indonesia untuk secara keras melawan perdagangan ilegal terhadap kura-kura ini dan jenis lain. Sayangnya, Indonesia masih bertahan sebagai salah satu sumber terbesar penyelundupan kura-kura ilegal sedunia.
Bagaimana Anda bisa terjun ke bisnis antipenyelundupan? Bagaimana Anda bisa tetap termotivasi ketika banyak satwa dijual secara ilegal dan dibunuh?
 
Bekerja untuk menyelamatkan satwa liar adalah cita-cita saya sejak kecil. Saya tak pernah ingin melakukan sesuatu yang lain. Perdagangan satwa ilegal merupakan salah satu ancaman besar konservasi. Saya tidak bisa menerima ini. Butuh lebih banyak orang yang peduli dan terlibat, bertindak nyata demi menghentikan perdagangan satwa ilegal. Saat ini, perdagangan satwa ilegal menjadi masalah besar. Kami ingin menjamin upaya penyelamatannya terwujud di lapangan. (Oleh Anita Rachman)
Berita ini pertama kali dipublikasikan di Wall Street Journal. 
</description><content:encoded>
JAKARTA - Pada 17 Januari, Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIMP) menyita 2.350 kura-kura hidung babi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Berikutnya pada 22 Januari, BKIMP menyita 5.284 kura-kura moncong babi di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali.
&amp;ldquo;Kita tidak bisa membiarkan ini terus terjadi,&amp;rdquo; kata Narmoko Prasmadji, kepala BKIMP, kepada The Wall Street Journal.
Kura-kura moncong babi dilindungi undang-undang. Namun, larangan tetap tak menyurutkan gerakan penyelundup, yang mengambil keuntungan dari hasil penjualan ke toko-toko hewan atau untuk dimakan.
Dalam tiga tahun terakhir, menurut Narmoko, BKIMP menggagalkan paling tidak lima upaya penyelundupan kura-kura moncong babi, &amp;ldquo;dan masing-masing [upaya penyelundupan selalu melibatkan ribuan kura-kura.&amp;rdquo;
Traffic, kelompok antipenyelundup satwa, menyatakan ada 30 lebih penangkapan melibatkan lebih dari 80.000 kura-kura moncong babi pada 2003 hingga 2013. Dalam satu penangkapan di Timika, Papua, pada 2009, petugas mengevakuasi 12.249 kura-kura moncong babi.
Indonesia Real Time sempat berbincang dengan Chris R. Shepherd, direktur regional Traffic di Asia Tenggara. Shepherd, yang meriah gelar PhD dari Oxford Brookes University di Inggris merupakan kelahiran Kanada. Ia tinggal di Asia Tenggara selama lebih dari 20 tahun.
WSJ: Mengapa orang-orang menyelundupkan kura-kura moncong babi? Apa yang menyebabkan kura-kura ini bernilai? Siapa yang membeli dan untuk tujuan apa?
 
Shepherd: Kura-kura moncong babi dijual dalam perdagangan dunia sebagai hewan peliharaan. Makhluk ini memiliki karakter unik, semacam persilangan antara kura-kura air tawar dan kura-kura laut. Moncongnya pun unik, karena seperti hidung babi. Karena itulah mereka sangat populer.
Sejumlah besar pembeli barangkali tidak menyadari, kalau mereka membeli hewan yang secara ilegal diambil dari alam bebas, lalu diselundupkan dalam koper atau kargo, dijual&amp;mdash;kadang-kadang secara terbuka&amp;mdash;di toko-toko hewan peliharaan. Permintaan utama datang dari Cina. Di sana, kura-kura hidung babi dijual sebagai hewan peliharaan atau dikonsumsi sebagai daging mewah.
Apakah kura-kura hidung babi mudah ditemukan? Ataukah jumlah mereka menurun?
Kura-kura moncong babi ditemukan di Papua dan sejumlah kawasan utara Australia. Mayoritas pencurian ilegal dari alam bebas terjadi di Papua Barat. Habitat mereka terbatas di beberapa sungai. Malangnya, mereka bersarang secara musiman. Artinya, penyelundup tahu kapan mesti mengambil telur-telurnya. Menurut klaim setempat, jumlahnya terus berkurang. Melihat banyaknya kura-kura moncong babi yang dijual di pasar gelap, rasanya fenomena ini tak mengejutkan.
Pemerintah Indonesia berhasil menggagalkan penyelundupan kura-kura ini. Apa yang memicu kesuksesan ini?
Petugas di Bali dan Jakarta patut diacungi jempol atas penangkapan ini. Kewaspadaan, informan yang digunakan secara efektif, serta komitmen untuk memberantas perdagangan ilegal merupakan pendorong kesuksesan pemerintah. Bandara-bandara bersangkutan juga kerap dijadikan sebagai jalur ekspor dan impor pengiriman satwa ilegal.
Seberapa sering kura-kura ini berhasil diselundupkan?
 
Kura-kura ini hanyalah puncak gunung es. Ada lebih banyak yang sudah, atau akan sukses diselundupkan dari Indonesia. Penyelundup tak akan mengupayakan jalur pengiriman besar lewat bandara, jika mereka tak yakin bakal lolos. Penangkapan penyelundup di Hong Kong serta keberadaan satwa malang ini di pasar adalah bukti bahwa penyelundup sukses melewati keamanan di Indonesia.
&amp;nbsp;

More In Asia

Menjelang Jatuhnya AirAsia QZ8501
TNI Hentikan Evakuasi Badan Pesawat QZ8501
Di Indonesia, Stigma terhadap Kusta Masih Tinggi
Penyelam Evakuasi 4 Korban QZ8501, 93 Belum Ditemukan
Bareskrim Bebaskan Bambang Widjojanto


&amp;nbsp;
Langkah apa yang mesti diambil pemerintah guna menghentikan perdagangan ilegal ini? 

&amp;nbsp;

Tidak hanya menggunakan informan seefektif mungkin, pemerintah juga harus melakukan penyelidikan terpimpin intelijen untuk melacak jaringan penyelundup, sebelum menangkap mereka. Perburuan terhadap perencana dan pendonor penyelundupan akan menjadi kuncinya. Melacak dalang yang mengontrol semuanya dari balik meja merupakan akan membuat perbedaan besar.
Apa yang dilakukan organisasi Anda untuk menghentikan penyelundupan kura-kura moncong babi?
 
Traffic Asia Tenggara telah mengadakan penelitian atas perdagangan spesies ini. Kami juga memiliki sejumlah rekomendasi yang bisa membantu petugas memberantas perdagangan ilegal satwa, termasuk mengingatkan bahwa Januari hingga Maret adalah &amp;ldquo;Musim penyelundupan kura-kura moncong babi!&amp;rdquo;
Kami mengembangkan identifikasi spesies serta panduan dalam bahasa lokal untuk membantu petugas dalam inspeksi. Kami juga melobi pemerintah Indonesia untuk secara keras melawan perdagangan ilegal terhadap kura-kura ini dan jenis lain. Sayangnya, Indonesia masih bertahan sebagai salah satu sumber terbesar penyelundupan kura-kura ilegal sedunia.
Bagaimana Anda bisa terjun ke bisnis antipenyelundupan? Bagaimana Anda bisa tetap termotivasi ketika banyak satwa dijual secara ilegal dan dibunuh?
 
Bekerja untuk menyelamatkan satwa liar adalah cita-cita saya sejak kecil. Saya tak pernah ingin melakukan sesuatu yang lain. Perdagangan satwa ilegal merupakan salah satu ancaman besar konservasi. Saya tidak bisa menerima ini. Butuh lebih banyak orang yang peduli dan terlibat, bertindak nyata demi menghentikan perdagangan satwa ilegal. Saat ini, perdagangan satwa ilegal menjadi masalah besar. Kami ingin menjamin upaya penyelamatannya terwujud di lapangan. (Oleh Anita Rachman)
Berita ini pertama kali dipublikasikan di Wall Street Journal. 
</content:encoded></item></channel></rss>
