<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Basuki Dibanjiri Keluhan dari Jalanan Rusak Hingga Anggaran</title><description>Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuldjono dibanjiri keluhan dari anggota Komisi V DPR RI.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/02/02/320/1100364/menteri-basuki-dibanjiri-keluhan-dari-jalanan-rusak-hingga-anggaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/02/02/320/1100364/menteri-basuki-dibanjiri-keluhan-dari-jalanan-rusak-hingga-anggaran"/><item><title>Menteri Basuki Dibanjiri Keluhan dari Jalanan Rusak Hingga Anggaran</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/02/02/320/1100364/menteri-basuki-dibanjiri-keluhan-dari-jalanan-rusak-hingga-anggaran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/02/02/320/1100364/menteri-basuki-dibanjiri-keluhan-dari-jalanan-rusak-hingga-anggaran</guid><pubDate>Senin 02 Februari 2015 17:32 WIB</pubDate><dc:creator>Meutia Febrina Anugrah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/02/02/320/1100364/menteri-basuki-dibanjiri-keluhan-dari-jalanan-rusak-hingga-anggaran-ZSHqmSwl2a.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Basuki Dibanjiri Keluhan dari Jalanan Rusak Hingga Anggaran (Rapat Komisi V dengan Kementerian PUPR: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/02/02/320/1100364/menteri-basuki-dibanjiri-keluhan-dari-jalanan-rusak-hingga-anggaran-ZSHqmSwl2a.jpg</image><title>Menteri Basuki Dibanjiri Keluhan dari Jalanan Rusak Hingga Anggaran (Rapat Komisi V dengan Kementerian PUPR: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuldjono dibanjiri keluhan dari anggota Komisi V DPR RI. Pasalnya, dari masalah jalanan rusak hingga persoalan anggaran yang cukup besar.

Salah satu anggota Komisi V DPR RI dari Sulawesi Tengah, Ridwan Bae, mengeluhkan soal penggunaan dana APBN yang tidak merata. Dia menilai anggaran ini tidak sampai menyentuh pada tingkat kabupaten.

&quot;Untuk memperbaiki jalan-jalan rusak itu tidak ada anggaran dari Bina Marga. Kosong,&quot; kata dia di ruang Komisi V DPR RI, Jakarta, Senin (2/2/2015).

Selain masalah pembangunan jalan, keluhan lain dari anggota Komisi V DPR, Thamrin, yaitu mengenai pembangunan bendungan. Dirinya mempertanyakan, mengapa Menteri Basuki tidak memfokuskan saja memperbaiki bendungan-bendungan yang sudah terbengkalai, ketimbang membangun bendungan baru.

&quot;Banyak bendungan-bendungan yang tinggal kenangan, kenapa tidak itu saja yang diperbaiki?&quot; tanyanya.

Selain itu, para anggota Komisi V juga mempertanyakan masalah besarnya anggaran yang diterima oleh Kementerian PUPR dalam RAPBN. Mereka juga mempertanyakan bagaimana dengan anggaran sebanyak itu bisa memberi kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

&quot;Melihat banyaknya keluhan ini mohon bapak tidak alergi menghadapi keluhan dan masukan dari kami,&quot; kata dia.
</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuldjono dibanjiri keluhan dari anggota Komisi V DPR RI. Pasalnya, dari masalah jalanan rusak hingga persoalan anggaran yang cukup besar.

Salah satu anggota Komisi V DPR RI dari Sulawesi Tengah, Ridwan Bae, mengeluhkan soal penggunaan dana APBN yang tidak merata. Dia menilai anggaran ini tidak sampai menyentuh pada tingkat kabupaten.

&quot;Untuk memperbaiki jalan-jalan rusak itu tidak ada anggaran dari Bina Marga. Kosong,&quot; kata dia di ruang Komisi V DPR RI, Jakarta, Senin (2/2/2015).

Selain masalah pembangunan jalan, keluhan lain dari anggota Komisi V DPR, Thamrin, yaitu mengenai pembangunan bendungan. Dirinya mempertanyakan, mengapa Menteri Basuki tidak memfokuskan saja memperbaiki bendungan-bendungan yang sudah terbengkalai, ketimbang membangun bendungan baru.

&quot;Banyak bendungan-bendungan yang tinggal kenangan, kenapa tidak itu saja yang diperbaiki?&quot; tanyanya.

Selain itu, para anggota Komisi V juga mempertanyakan masalah besarnya anggaran yang diterima oleh Kementerian PUPR dalam RAPBN. Mereka juga mempertanyakan bagaimana dengan anggaran sebanyak itu bisa memberi kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

&quot;Melihat banyaknya keluhan ini mohon bapak tidak alergi menghadapi keluhan dan masukan dari kami,&quot; kata dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
