<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Sofyan Wanandi Menyesal Masuk ke Pemerintahan   </title><description>Struktur kabinet kerja usungan Jokowi, hanya ada sekitar lima birokrat yang pengalaman dalam berbirokrasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/02/03/320/1100749/sofyan-wanandi-menyesal-masuk-ke-pemerintahan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/02/03/320/1100749/sofyan-wanandi-menyesal-masuk-ke-pemerintahan"/><item><title>   Sofyan Wanandi Menyesal Masuk ke Pemerintahan   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/02/03/320/1100749/sofyan-wanandi-menyesal-masuk-ke-pemerintahan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/02/03/320/1100749/sofyan-wanandi-menyesal-masuk-ke-pemerintahan</guid><pubDate>Selasa 03 Februari 2015 15:52 WIB</pubDate><dc:creator>Athurtian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/02/03/320/1100749/sofyan-wanandi-menyesal-masuk-ke-pemerintahan-xqGVMwlPOL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sofyan Wanandi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/02/03/320/1100749/sofyan-wanandi-menyesal-masuk-ke-pemerintahan-xqGVMwlPOL.jpg</image><title>Sofyan Wanandi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sofyan Wanandi sosok yang dikenal sebagai pengusaha ulung yang selalu mengkritik kebijakan pemerintah. Namun, kini dia ditarik sebagai koordinator Tenaga Ahli Wakil Presiden dalam jajaran kepemerintahan.

&quot;Sekarang ini banyak mengkritiki, mana hasilnya,&quot; ujar dia dalam Dialog Investasi Nasional di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (3/2/2015)

Dia menjelaskan, hal itu dikarenakan minimnya pengetahuan birokrasi pejabat yang diusung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). &quot;Kita juga kewalahan mengatur birokrasi lebih baik, bagaimana mengoordinasikan kabinet yang sebagian besar tidak pengalaman dalam birokrasi,&quot; katanya.

Sofjan menilai, struktur kabinet kerja usungan Jokowi, hanya ada sekitar lima birokrat yang pengalaman dalam berbirokrasi. Hal ini lantaran sebagian datangnya dari parpol, intelektual dan pengusaha. &quot;Tetapi ada pengusaha juga yang tidak bisa bekerja dalam suatu birokrasi,&quot; imbuhnya.

&quot;Saya juga merasa salah masuk ke bidang pemerintahan, pengalaman politik sedikit. Umur di atas 70 masuk ke pemerintah,&quot; katanya.

Di sisi lain dia menjelaskan, kondisi perekonomian ekonomi menghadapi banyak tantangan seperti, kendala ekonomi karena memanasnya perpolitikan dalam negeri.

&quot;Hambatan politik belum selesai ternyata, masih banyak merasa ditinggal atau tidak seperti maunya. Tapi antara KPK dan polisi yang dua-duanya perlu diselamatkan,&quot; imbuhnya.

&quot;Selain itu, penurunan ekspor menyebabkan turunnya harga komoditas yang kian menjadi beban pemerintah,&quot; tukasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Sofyan Wanandi sosok yang dikenal sebagai pengusaha ulung yang selalu mengkritik kebijakan pemerintah. Namun, kini dia ditarik sebagai koordinator Tenaga Ahli Wakil Presiden dalam jajaran kepemerintahan.

&quot;Sekarang ini banyak mengkritiki, mana hasilnya,&quot; ujar dia dalam Dialog Investasi Nasional di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (3/2/2015)

Dia menjelaskan, hal itu dikarenakan minimnya pengetahuan birokrasi pejabat yang diusung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). &quot;Kita juga kewalahan mengatur birokrasi lebih baik, bagaimana mengoordinasikan kabinet yang sebagian besar tidak pengalaman dalam birokrasi,&quot; katanya.

Sofjan menilai, struktur kabinet kerja usungan Jokowi, hanya ada sekitar lima birokrat yang pengalaman dalam berbirokrasi. Hal ini lantaran sebagian datangnya dari parpol, intelektual dan pengusaha. &quot;Tetapi ada pengusaha juga yang tidak bisa bekerja dalam suatu birokrasi,&quot; imbuhnya.

&quot;Saya juga merasa salah masuk ke bidang pemerintahan, pengalaman politik sedikit. Umur di atas 70 masuk ke pemerintah,&quot; katanya.

Di sisi lain dia menjelaskan, kondisi perekonomian ekonomi menghadapi banyak tantangan seperti, kendala ekonomi karena memanasnya perpolitikan dalam negeri.

&quot;Hambatan politik belum selesai ternyata, masih banyak merasa ditinggal atau tidak seperti maunya. Tapi antara KPK dan polisi yang dua-duanya perlu diselamatkan,&quot; imbuhnya.

&quot;Selain itu, penurunan ekspor menyebabkan turunnya harga komoditas yang kian menjadi beban pemerintah,&quot; tukasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
