<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tinggalkan China, Pebisnis Mulai Lirik Indonesia</title><description>Indonesia disebut mempunyai peluang bisnis yang baik seperti China (Tiongkok).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/02/11/20/1104419/tinggalkan-china-pebisnis-mulai-lirik-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/02/11/20/1104419/tinggalkan-china-pebisnis-mulai-lirik-indonesia"/><item><title>Tinggalkan China, Pebisnis Mulai Lirik Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/02/11/20/1104419/tinggalkan-china-pebisnis-mulai-lirik-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/02/11/20/1104419/tinggalkan-china-pebisnis-mulai-lirik-indonesia</guid><pubDate>Rabu 11 Februari 2015 16:03 WIB</pubDate><dc:creator>Raisa Adila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/02/11/20/1104419/tinggalkan-china-pebisnis-mulai-lirik-indonesia-NzOFjFK8Zs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tinggalkan China, Pebisnis Mulai Lirik Indonesia (Ilustrasi: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/02/11/20/1104419/tinggalkan-china-pebisnis-mulai-lirik-indonesia-NzOFjFK8Zs.jpg</image><title>Tinggalkan China, Pebisnis Mulai Lirik Indonesia (Ilustrasi: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Indonesia disebut mempunyai peluang bisnis yang baik seperti China (Tiongkok). Hal ini dikarenakan besarnya industri manufaktur yang dapat dijalankan di Indonesia.

&quot;Sekarang manufaktur di China menjadi lebih mahal. Tidak ada lagi pusat manufaktur yang murah,&quot; kata Profesor Melbourne Business School Mark Crosby di Hotel Shangri La Jakarta, Rabu (11/2/2015).

Menurutnya, dengan fakta tersebut, para investor akan mulai mencari tempat lain yang nyaman dalam melakukan bisnis. Oleh sebab itu, Indonesia dianggap sebagai tempat yang baik untuk melakukan bisnis.

&quot;Investor menganggap Indonesia tempat yang baik sebagai tempat berbisnis, dimana China sudah menjadi lebih mahal dalam melakukan hal tersebut,&quot; kata dia.

Crosby menyatakan, Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan sektor manufaktur. Sektor tersebut dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan mempekerjakan para pekerja yang mempunyai keahlian.

Namun, negara utama yang dilirik investor dikatakan Crosby adalah Vietnam dan Bangladesh. Indonesia masih berada di bawah keduanya dikarenakan lemahnya infrastruktur.

&quot;Indonesia berada di middle karena infrastrukturnya masih kurang. Tapi peluang Indonesia jadi big market itu sangat besar,&quot; tambah dia.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Indonesia disebut mempunyai peluang bisnis yang baik seperti China (Tiongkok). Hal ini dikarenakan besarnya industri manufaktur yang dapat dijalankan di Indonesia.

&quot;Sekarang manufaktur di China menjadi lebih mahal. Tidak ada lagi pusat manufaktur yang murah,&quot; kata Profesor Melbourne Business School Mark Crosby di Hotel Shangri La Jakarta, Rabu (11/2/2015).

Menurutnya, dengan fakta tersebut, para investor akan mulai mencari tempat lain yang nyaman dalam melakukan bisnis. Oleh sebab itu, Indonesia dianggap sebagai tempat yang baik untuk melakukan bisnis.

&quot;Investor menganggap Indonesia tempat yang baik sebagai tempat berbisnis, dimana China sudah menjadi lebih mahal dalam melakukan hal tersebut,&quot; kata dia.

Crosby menyatakan, Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan sektor manufaktur. Sektor tersebut dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan mempekerjakan para pekerja yang mempunyai keahlian.

Namun, negara utama yang dilirik investor dikatakan Crosby adalah Vietnam dan Bangladesh. Indonesia masih berada di bawah keduanya dikarenakan lemahnya infrastruktur.

&quot;Indonesia berada di middle karena infrastrukturnya masih kurang. Tapi peluang Indonesia jadi big market itu sangat besar,&quot; tambah dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
