<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pakaian Bekas Ternyata Sampah Asing yang Dijual Kembali</title><description>Apalagi, pakaian bekas tersebut merupakan limbah yang tidak layak pakai oleh masyarakat Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2015/02/16/320/1106583/pakaian-bekas-ternyata-sampah-asing-yang-dijual-kembali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2015/02/16/320/1106583/pakaian-bekas-ternyata-sampah-asing-yang-dijual-kembali"/><item><title>Pakaian Bekas Ternyata Sampah Asing yang Dijual Kembali</title><link>https://economy.okezone.com/read/2015/02/16/320/1106583/pakaian-bekas-ternyata-sampah-asing-yang-dijual-kembali</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2015/02/16/320/1106583/pakaian-bekas-ternyata-sampah-asing-yang-dijual-kembali</guid><pubDate>Senin 16 Februari 2015 18:41 WIB</pubDate><dc:creator>Prabawati Sriningrum </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/02/16/320/1106583/pakaian-bekas-di-indonesia-tadinya-sumbangan-HgERo24AXF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi pakaian bekas. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/02/16/320/1106583/pakaian-bekas-di-indonesia-tadinya-sumbangan-HgERo24AXF.jpg</image><title>Ilustrasi pakaian bekas. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Maraknya pakaian bekas ilegal yang beredar di Indonesia membuat resah para kalangan pengusaha. Apalagi, pakaian bekas tersebut merupakan limbah yang tidak layak pakai oleh masyarakat Indonesia.


Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Ernovian, menuturkan ada beberapa jenis pakaian impor ilegal yang hadir di Indonesia, meliputi pakaian impor ilegal yang masih baru, serta bekas.
&quot;Mereka (orang luar negeri) itu membuang (pakaian bekas). Itu sampah dan limbah. Masak dijual lagi, terus dipakai pula sama sini,&quot; ungkap Ernovian di Kantor Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Jakarta, Senin (16/2/2015).
Senada dengan Ernovian, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Tutum Rahanta, mengatakan jika di negara asal pakaian bekas tersebut seperti Korea Selatan, dan Jepang.
Bahkan, di Singapura pakaian tersebut merupakan pakaian yang tidak terpakai oleh masyarakat negara tersebut. &quot;Kebanyakan dari pakaian-pakaian tersebut ditampung di tempat penampungan untuk disumbangkan,&quot; imbuh dia.
Kendati demikian, Tutum menjelaskan seharusnya pakaian tersebut disumbangkan atau dibuang. Namun, fakta lain membuktikan jika pakaian itu malah diperjualbelikan oleh pihak-pihak tertentu yang hanya ingin mendapatkan keuntungan dengan berbagai cara.
&amp;lrm;&quot;Kalau di luar itu sebetulnya barang sumbangan. Kemudian  akhirnya kita membeli dalam partai besar. Ya rusaklah industri dalam negeri kita,&quot; tukas dia.
Karenanya, dia menghimbau masyarakat Indonesia memiliki kesadaran pertimbangan dalam membeli barang bekas impor. Pasalnya, produk pakaian industri dalam negeri pun tetap memiliki kualitas yang mumpuni.
&quot;Sebetulnya sih, ini menyalahi aturan ya dan sebetulnya sangat tidak baik bagi bangsa sebesar kita ini mengonsumsi barang bekas. Kami mendukung Kementerian Perdagangan untuk menegakkan hal ini,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Maraknya pakaian bekas ilegal yang beredar di Indonesia membuat resah para kalangan pengusaha. Apalagi, pakaian bekas tersebut merupakan limbah yang tidak layak pakai oleh masyarakat Indonesia.


Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Ernovian, menuturkan ada beberapa jenis pakaian impor ilegal yang hadir di Indonesia, meliputi pakaian impor ilegal yang masih baru, serta bekas.
&quot;Mereka (orang luar negeri) itu membuang (pakaian bekas). Itu sampah dan limbah. Masak dijual lagi, terus dipakai pula sama sini,&quot; ungkap Ernovian di Kantor Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Jakarta, Senin (16/2/2015).
Senada dengan Ernovian, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Tutum Rahanta, mengatakan jika di negara asal pakaian bekas tersebut seperti Korea Selatan, dan Jepang.
Bahkan, di Singapura pakaian tersebut merupakan pakaian yang tidak terpakai oleh masyarakat negara tersebut. &quot;Kebanyakan dari pakaian-pakaian tersebut ditampung di tempat penampungan untuk disumbangkan,&quot; imbuh dia.
Kendati demikian, Tutum menjelaskan seharusnya pakaian tersebut disumbangkan atau dibuang. Namun, fakta lain membuktikan jika pakaian itu malah diperjualbelikan oleh pihak-pihak tertentu yang hanya ingin mendapatkan keuntungan dengan berbagai cara.
&amp;lrm;&quot;Kalau di luar itu sebetulnya barang sumbangan. Kemudian  akhirnya kita membeli dalam partai besar. Ya rusaklah industri dalam negeri kita,&quot; tukas dia.
Karenanya, dia menghimbau masyarakat Indonesia memiliki kesadaran pertimbangan dalam membeli barang bekas impor. Pasalnya, produk pakaian industri dalam negeri pun tetap memiliki kualitas yang mumpuni.
&quot;Sebetulnya sih, ini menyalahi aturan ya dan sebetulnya sangat tidak baik bagi bangsa sebesar kita ini mengonsumsi barang bekas. Kami mendukung Kementerian Perdagangan untuk menegakkan hal ini,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
